FORMULA GRANUL INSTAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) DENGAN KOMBINASI GELATIN DAN DEKSTRIN

Ranti Kartikasari, Ika Yuni Astuti, Dwi Hartanti

Abstract


ABSTRAK

Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) merupakan salah satu tanaman tradisional yang mempunyai efek farmakologi sebagai hepatoprotektor, menurunkan kadar kolesterol, anti-inflamasi, laksatif, diuretik, penambah ASI dan tonikum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi gelatin dan dekstrin sehingga dihasilkan ekstrak temulawak yang memenuhi persyaratan mutu granul yang baik. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan cairan penyari etanol 70%. Granul instan dibuat dengan metode granulasi basah dengan variasi kombinasi gelatin dan dekstrin yaitu FI (4:79,8), FII (6;77,8), FIII (8:75,8). Hasil uji sifat fisik granul instan menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi syarat sifat fisik granul yang baik. Hasil uji tanggapan rasa menunjukkan bahwa granul instan ekstrak temulawak dapat diterima oleh responden. Hasil KLT menunjukkan bahwa dalam ekstrak masih terdapat senyawa aktif minyak atsiri dan kurkuminoid.

Kata Kunci: temulawak, gelatin, dekstrin, minyak atsiri, kurkuminoid.


ABSTRACT

Curcuma xanthorriza Roxb is one of the traditional plant that has pharmacological effect as the hepatoprotector, hipocholesterol, anti-inflamation lactagogum, diuretic and tonicum. The purpose of this research are to find out the effect of gelatin and dextrin combination to produce granule with good physicial characteristic, to know respondent’s opinion on the product and to explore whether the product still contain volatile oil and curcuminoid as active compounds. Method of extraction use in this research is maceration with ethanol 70% as solvent. Granule are prepared by wet granulation with gelatin and dextrin combination, they are FI (4:79.8), FII (6:77.8), FIII (8:75.8). The result shows that all formulas fulfill the good granule specification in physical characteristic. Granule instants of Curcuma xanthorriza Roxb extract can be accepted by respondents. TLC result shows that granules still contain volatile oil and curcuminoid.

Key words: Curcuma xanthorriza Roxb, gelatin, dextrin, volatile oil, curcuminoid.

References


Allen. 2005. Teknik Granulasi. Jakarta: Iptek Net.

Anonim. 2001. Petunjuk Praktikum Galenik. Yogyakarta: UGM Press.

Badan POM RI. 2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Badan POM RI.

Backer & Bakhuizen van Den Brink. 1968. Flora of Java Vol. III. NVP Nordhroof Groningen The Netherlands.

Depkes RI. 1979. Materia Medika Indonesia Jilid 111. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi 1V. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harborne. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan Edisi III (Terjemahan) Kosasih Padmawinata dan Iwang Sudiro. Bandung: ITB.

Hidayat. 2007. Budi Daya Tanaman. Jakarta: CV Sinar Cemerlang Abadi.

Lachman, L. Lieberman, H. A. Kanig, J. L. 1989. Teori Dan Praktek Farmasi Industri, Edisi III (Terjemahan) Siti Suyatni. Jakarta: UI Press.

Mahendra. 2005. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Jakarta: Penebar Swadaya.

Siregar, C. 1992. Proses Validasi Manufaktur Sediaaan Tablet. Bandung: FMIPA ITB.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v6i2.425

ISSN: 2579-910X