Formulasi dan Aktivitas Antioksidan Perona Pipi dengan Zat Pewarna Alami Ekstrak Akar Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Arini Syarifah, Tjiptasurasa Tjiptasurasa, Athalah Chintia Luthfi Saputra

Abstract


Akar mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pewarna perona pipi dari alam karena mengandung turunan antrakuinon yaitu morindon dan morindin yang merupakan zat warna dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi ekstrak akar mengkudu sebagai zat pewarna alami pada perona pipi dan mengevaluasi aktivitas antioksidan dari produk tersebut. Akar mengkudu diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan metanol 1:1 (b/v). selama 2x24 jam. Seluruh filtrat digabungkan dan dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak diformulasikan menjadi 3 formula perona pipi dengan konsentrasi 0,2 (F01), 0,4 (F02), dan 0,6 gram/ml (F03). Sediaan perona pipi dievaluasi sifat fisik (uji homogenitas, uji pH, dan cycling test stability) serta aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil uji homogenitas menunjukkan semua formula homogen. Untuk uji pH didapatkan hasil 6 (F01), 6 (F02), dan 7 (F03).  Uji cycling test stability menunjukkan semua formula stabil selama 6 siklus.  Nilai IC50 perona pipi ekstrak akar mengkudu untuk  F01, F02, F03, kontrol positif (vitamin C) dan tanpa ekstrak akar mengkudu sebagai kontrol negatif berturut-turut sebesar 25,916±0,424; 22,848±0,382; 18,556±0,484; 14,621±0,331; dan 203,683±1,121 ppm. Uji statistik menggunakan ANOVA satu arah dan Post Hoct Test Tukey menunjukkan F03 memiliki aktivitas antioksidan yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (vitamin C).


Keywords


akar mengkudu; aktivitas antioksidan; perona pipi

References


Bindharawati, N. 2013. Formulasi sediaan pemerah pipi dari ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) sebagai pewarna dalam bentuk compact powder. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Buttler, H. 2000. Puncher’s, Perfumes, Cosmetics and Soaps. Edisi ke-10. London: Kluwer Academic Publisher.

Kemenperin RI. 2016. Indonesia lahan subur industri kosmetik. http://kemenperin.go.id/artikel/5897/Indonesia-Lahan-Subur-Industri-Kosmetik. Data diakses pada 8 November 2017.

Kurniawan, A. 2011. Aktivitas antioksidan dan proteksi hayati dari kombinasi ekstrak empat jenis tanaman obat Indonesia. Skripsi. FMIPA, IPB.

Makam, N.S., Chidambara, Murthy, K.N.C., Sultanpur, C.M., Rao, R.M. 2014. Natural molecules as tumour inhibitors: promises and prospects. Journal of Herbal Medicine, 4:175-187.

Molyneux, P. 2003. The use of stable free radical diphenylpicrylhydrayl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Journal of Science and Technology, 26:211-219.

Mulis, D. 2005. Perubahan sifat fisika dan kimia kain sutera akibat pewarna alami kulit akar pohon mengkudu (Morinda Citrifolia). Skripsi. Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Rudiyansyah, Lang, C.L., Gusrizal, dan Alimuddin, A.H. 2012. Senyawa antrakuinon yang bersifat antioksidan dari kayu akar tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia). Bulletin of the Indonesian Society of Natural Product Chemistry, 12(1):9-13.

Tranggono, R.I. dan Latifah, F. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Penerbit Pustaka Utama.

Thomas, M., Manurung, M., Asih, I.A.R.A. 2013. Pemanfaatan zat warna alam dari ekstrak kulit akar mengkudu (Morinda citrifolia Linn.). Jurnal Kimia, 7(2):119-126.

Wulandari, P. 2016. Uji stabilitas fisik dan kimia sediaan krim ekstrak etanol tumbuhan paku (Nephrolepis falcate (Cav.) C. Chr.). Skripsi. Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah.

Wasitaatmadja. 1997. Penuntun Kosmetik Medik. Jakarta: Universitas Indonesia.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.4497

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X