Validasi Metode Penetapan Kadar Vitamin C Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata) secara Spekteofotometri UV-Vis

Erma Yunita, Emil Nur Arifah, Valentina Febi Tamara

Abstract


Banyaknya tanaman yang berkhasiat sebagai obat menjadikan pengobatan tradisional menjadi salah satu pilihan terapi yang banyak digunakan. Salah satunya adalah pemanfaatan kulit jeruk keprok (Citrus reticulata) yang mengandung vitamin C. Adanya peningkatan jumlah penelitian tentang kulit jeruk keprok, utamanya mengenai modifikasi dalam sediaan farmasi, menyebabkan dibutuhkannya validasi metode analisis untuk memastikan jaminan mutu sebuah produk. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan validasi penetapan kadar vitamin C dari ekstrak kulit jeruk keprok secara spektrofotometri UV-Vis. Kulit jeruk keprok dimaserasi menggunakan etanol 70%. Kadar vitamin C ekstrak kulit jeruk diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 274,2 nm. Validasi metode analisis dilakukan dengan menghitung nilai linieritas, presisi, akurasi, batas deteksi, dan batas kuantifikasi. Berdasarkan penelitian dihasilkan persamaan y=0,069x–0,01 dengan nilai r=0,999, presisi dengan nilai RSD<2%, perolehan kembali pada rentang 97,91-104,16%, batas deteksi 0,239 ppm, dan batas kuantifikasi 0,724 ppm. Kadar vitamin C pada ekstrak kulit jeruk keprok adalah 51,88 mg/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analisis penetapan kadar vitamin C dengan spektrofotometri UV-Vis telah memenuhi parameter validasi analisis.


Keywords


Citrus reticulate; spektrofotometri UV-Vis; validasi; vitamin C

References


Alfi, F. 2017. Uji aktivitas antioksidan dan kadar vitamin C jeruk mandarin (Citrus reticulata) segar dan kemasan. Skripsi. Jurusan Analis Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.

Ball, J.S. 1997. Fruit Growing. New Delhi: Kalyani Publishers.

Gandjar, I.G. dan Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haitami, A.U. dan Muntaha, A. 2017. Kadar vitamin C jeruk sunkist peras dan infused water. Jurnal Medical Laboratory Technology Journal, 3(1):98-102.

Harmita. 2004. Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, I(3):117-135.

Helmiyesi, R.B. dan Prihastanti, E. 2008. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar gula dan vitamin C pada buah jeruk siam (Citrus nobilis var, microcarpa). Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi, 16(2):33-37.

Karsinah, S., Purnomo, Sudjidjo, dan Sukarmin. 2002. Perbaikan Tekstur Buah Jeruk Siam melalui Hibridasi. Seminar hasil penelitian tahun 2002. Solok: Balai Penelitian Tanaman Buah.

Kealey, D. dan Haines, P.J. 2002. Instant Notes Analytical Chemistry. New York: BIOS Scientific Publishers Limited.

Mulja, M. dan Hanwar, D. 2003. Prinsip-prinsip cara berlaboratorium yang baik (good laboratory practice). Majalah Farmasi Indonesia Airlangga, III(2):71-76.

Putri, M.P. dan Herwidiani, Y. 2015. Analisis kadar vitamin C pada buah nanas segar (Ananas comosus (L.) Merr) dan buah nanas kaleng dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Wiyata, 2(1):34-38.

Riyanto. 2014. Validasi & Verifikasi Metode Uji. Yogyakarta: Deepublish.

Tranggono, R.I. dan Latifah, F. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Wirakusumah, S.E. 2002. Buah dan Sayur untuk Terapi. Yogyakarta: Swadaya.

Yunita, E. dan Hasanudin, M. 2018. Formulasi dan uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit jeruk keprok (Citrus reticulata) menggunakan basis cera alba. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 7(1):29-33.

Zahara, F. 2002. Pengaruh zat pengatur tumbuh terhadap pembentukan dan pengukuran tunas mikro pada Citrus nobilis secara in vitro. Jurnal Kultura, 37(2):22-25.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.4552

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X