Analisis Pemberian Medication Aids terhadap Ketaatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Beberapa Puskesmas Kota Pekanbaru

Fina Aryani, Welny Noverianti, Septi Muharni

Abstract


Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik dimana pasien DM tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan glukosa darah. DM merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga dituntut ketaatan pasien dalam menggunakan obat. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketaatan adalah dengan pemberian Medication Aids. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Medication Aids terhadap ketaatan pasien DM tipe 2 di beberapa Puskesmas Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design yang dilakukan terhadap 100 pasien yang dikelompokkan menjadi 50 pasien kelompok kontrol dan 50 pasien kelompok perlakuan. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data ketaatan pasien menggunakan MMAS-8. Data dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,005) yang artinya terdapat pengaruh pemberian wadah pengingat pil dan kemasan sekali pakai terhadap tingkat ketaatan pasien DM tipe 2.


Keywords


diabetes melitus; ketaatan; medication aids

References


Abrahim, M. 2011. Self-care in type 2 diabetes: a systematic literature review on factors contributing to self-care among type 2 diabetes mellitus patients. Tesis. Linnaeus University.

Alfian, S.D., Sukandar, H., Lestari, K., Abdullah, R. 2016. Medication adherence contribute to an improved quality of life in type 2 diabetes mellitus patients: a cross-sectional study. Diabetes Therapy, 7(4):755-764.

American Diabetes Association, 2003. Treatment of hypertension in adults with diabetes. Diabetes Care, 26(suppl 1):s80-s82.

WHO. 2003. Adherene Long-Term Therapies. http://www.who.int/mip/2003/other_document/en/E%20AA%20Adherence.pdf. Data diakses pada 27 Februari 2010.

Depkes RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

WHO. 2008. World Health Organization-Diabetes Facts, http://www.who.int. Data diakses pada 2 Agustus 2016.

BPS. 2010. Data Hasil Sensus Penduduk 2010 di Provinsi Riau. Riau: Badan Pusat Statistik.

PB Perkeni. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB Perkeni.

Dinkes Kota Pekanbaru. 2013. Data Penyakit Diabetes Mellitus. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

Ayu, N.P.M. dan Damayanti, S. 2015. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 dalam pencegahan ulkus kaki diabetik di Poliklinik RSUD Panembahan Senopati Bantul. Jurnal Keperawatan Respati, 2(1):1-9.

Bernal, H., Wolley, S., Schensul, J.J., Dickinson, J.K. 2000. Correlates of self efficacy in diabetes self-care among hispanic adults with diabetes. The Diabetes Educator, 26(4):673-680.

Erawatyningsih, E., Purwanta, Subekti, H. 2009. Faktor-Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(3):117-124.

Fibriana, D. 2005. Hubungan pola makan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di klinik pratama analisa pekalongan. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Irawan, D. 2010. Prevalensi dan faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di daerah urban Indonesia. Tesis. Universitas Indonesia.

Insiyah dan Hastuti, R.T. 2016. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan tentang diit diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 5(1):14-21.

Iswanto. 2004. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 Puskesmas Pasar Minggu. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Kaban, S.M.S., Irnawati, Sari, W.A. 2007. Pengembangan model kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Kota Sibolga Tahun 2005. Majalah Kedokteran Nusantara, 40(2):119-128.

Misnadiarly. 2006. Diabetes Mellitus: Gangren, Ulcer, Infeksi Menanggulangi dan Mencegah Komplikasi. Edisi I. Jakarta: Pustaka Populer.

Mrcos, G. 2005. Efektivitas Pendidikan Terstruktur pada Penderita DM Tipe 2. Santa Coloma: Catalan Institute of Health Santa Coloma.

Napirah, M.Y., Rahman, A., Tony, A. 2016. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1):29-39.

Niven, N. 2002. Psikologi Kesehatan Pengantar untuk Perawat dan Profesional Kesehatan Lain. Jakarta: Buku Kedokteraan EGC.

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Osterberg, L. dan Blaschke, T. 2005. Adherence to medication. The New England Journal of Medicine, 353(5):487-491.

Rantucci, M.J. 2009. Komunikasi Apoteker Pasien. Edisi 2. Jakarta: Kedokteran EGC.

Sarwono. 2004. Sosialisasi Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sirait, A.M., Pradono, Y., Toruan, I.L. 2002. Perilaku merokok di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 30(3):139-152.

Sunjaya, I.N. 2009. Pola konsumsi makanan tradisional bali sebagai faktor resiko diabetes melitus tipe II di Tabanan. Jurnal Skala Husada, 6(1):75-81.

Teixeira, L.E., Nunes, S., Teixeira, F., Reis, F. 2011. Regular physical exercise training assists in preventing type 2 diabetes development focus on its antioxidant and anti inflammatory properties. Cardiovascular Diabetology, 28(3):1-15.

Therney, Lawrence, Stephen, J. dan Papedakis. 2002. Diagnosis dan Terapi Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Penerbit Abdul Gafur.

Trisnawati, S.K. dan Setyorogo, S. 2013. Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1):6-11.

Winasthi, M.Y.D. 2010. Pengaruh pemberian alat bantu ketaatan dan informasi saat home visit pada perilaku pasien ISPA Puskesmas Kalibawang. Skripsi. Ilmu Farmasi, Universitas Sanata Dharma.

Wijaya, N., Faturrohmah, A., Agustin, W.W., Soesanto, T.G., Kartika, D. Prasasti, H. 2015. Profil kepatuhan pasien diabetes melitus Puskesmas Wilayah Surabaya Timur dalam menggunakan obat dengan metode pill count. Jurnal Farmasi Komunitas, 2(1):18-22.

Yunir, E. dan Soebardi, S. 2008. Terapi Non Farmakologis pada Diabetes Melitus. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.4827

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X