PENGARUH LAMA DAN TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP KADAR KURKUMINOID PADA SEDIAAN JAMU SERBUK MERK ”A” YANG MENGANDUNG SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica, Val.)

Wiranti Sri Rahayu, Dwi Hartanti, Melani Setiowati

Abstract


ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap kadar kurkuminoid pada sediaan jamu serbuk yang mengandung simplisia rimpang kunyit (Curcuma domestica, Val). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap kadar kurkuminoid dalani jamu serbuk yang mengandung simplisia rimpang kunyit yang diambil dari Purbalingga. Dalam penelitian ini, sampel disimpan di ruangan yang sama, satu pada tempat yang terkena sinar matahari langsung dan yang satu pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan dilakukan selama dua bulan diuji setiap dua minggu sekali, sampel setiap perlakuan diambil dua bungkus, satu bungkus dari tempat yang terkena sinar matahari langsung dan satu bungkus dari tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pengujian sampel dimulai dari nol penyimpanan sampai delapan minggu kedepan. Dalam penelitian sampel diekstrak lalu direfluk dan penetapan kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel. Hasil diperoleh nilai KV pada uji presisi adalah 5,6025 % (< 2%). Nilai persen perolehan kembali ( Recovery) rata-rata pada uji akurasi adalah 101,99 % (80-120 %). Linieritas ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi ( r = 0,9849 > r tabel). Limit Deteksi (LOD) dan limit Kuantitasi (LOQ) yang diperoleh adalah 0,9622 ppm dan 3,2079 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama dan tempat penyimpanan tidak mempengaruhi kadar kurkuminoid pada sediaan jamu serbuk yang mengandung rimpang kunyit dengan sebelum perlakuan tidak berbeda bermakna menurut anava dua arah d engan taraf kepercayaan 95%.
Kata Kunci: Kurkuminoid, Jamu Serbuk, Kunyit, Spektrofotometri UV-VIS.


ABSTRACT

Has conducted research on the influence of time and place storage of kurkuminoid content in jamu containing turmeric rhizome (Curcuma domestika, Val) simplisia. The purpose of this study was to determine the effect of time and place storage of kurkuminoid content in jamu containing turmeric rhizome. Simplicia taken from Purbalingga. In this study, samples were stored at the same room, one of them at the place with direct sunlight and the other at the place with no direct sunlight. Samples was tested every two weeks for two months, samples of each treatment taken two packs, one pack from the place with direct sunlight and one other pack from the place with no direct sunlight. Extracted samples in the study was determined using Ultraviolet-visible Spectroscopy. KV value of the results obtained in the test precision is 5.6025% (<2%). Value percent recovery (Recovery) in the average test accuracy is 101.99% (80-120%). Linearity shown by the correlation coefficient values (r = 0.9849> r tables). Limit of detection (LOD) and limit Kuantitasi (LOQ) obtained were 0.9622 ppm and 3.2079 ppm. The results showed that time and place of storage did not affect kurkuminoid content in jamu containing turmeric simplisia with before treatment do not differ to have a meaning of according to anava two direction with the trust level 95%.

Keywords: Kurkuminoid, Herbal Powder, Turmeric, Spektrofotometri UV-VIS

References


Bermawi, Nurliani. 2006. Status Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Kunyit dan Temulawak sebagai Penghasil Kurkumin. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. http://balittro.litbang.deptan.go.id/pdf/edisikhusus/2006. Hal 3.

Ganjar, I.G. 1985. Kimia Analisis Instrumental. Fakultas Farmasi UGM. Yogyakarta.

Harmita, 2004. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungan.

Kristina, Nova Natalini. 2007. Peluang Peningkatan Kadar Kurkumin pada Tanaman Kunyit dan Temulawak. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. http://balittro.litbang.deptan.go.id/pdf/edisikhusus/2007. Hal 1,2-5.

Mulja, M. D. 2003. Prinsip-prinsip Cara Berlaboratorium yang Baik. Majalah Farmasi. Erlangga. Surabaya. P7.

Mulya dan Suharman. 1995. Analisis Instrumental. Surabaya: Airlangga University Press. Hal. 38.

Pramono, E. 2002. The Cormecial Use Of Knowledge and Medicinals In Indonesia, President Director Of PT Indofarma (Persero) Tbk Jakarta. Indonesia Hal 1

Rahmat dan Setianingrum. 2008. Pengaruh Ekstrak Temulawak Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Penderita Anoreksia Primer. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Hal 1

Sutrisno, Bambang. 1986. Analisis Jamu Edisi 1 Cetakan Pertama. Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Hal 3.

Thomas, A.N.S. 1989. Tanaman Obat Tradisional, Yogyakarta: Kanisius. P. 33-34

Yayasan Pengembangan Obat Phito Medika. 1993. Penapisan Farmakologi Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik. Jakarta: Yayasan Pengembangan Obat Phito Medika. Hal 134-134.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v7i1.555

ISSN: 2579-910X