SIFAT FISIK DAN UJI IRITASI PRIMER GEL EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA Phaleria macrocarpa (Schft Boert) DENGAN BASIS CMC Na DAN AQUPECT 505

Gigih Iryoto, Ika Yuni Astuti, Didik Setiawan

Abstract


ABSTRAK

Penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai tujuan untuk dapat mengetahui sifat fisik gel ekstrak buah mahkota dewa dengan basis CMC dan Aqupec 505. Serta dapat mengetahui efek kedua basis terhadap iritasi primer. Pada penelitian ini akan diformulasikan Gel Ekstrak Buah Mahkota Dewa dengan basis CMC dan Aqupec 505. Selanjutnya kedua formula tersebut diuji sifat fisik dan uji iritasi primer. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, pengukuran pH dan viskositas dari kedua formula gel tersebut. Pada formula III yaitu gel ekstrak kulit dan buah biji mahkota dewa dengan basis CMC-Na memberikan efek iritasi yang lebih besar (iritan moderat). Hal ini dimungkinkan karena CMC-Na merupakan surfaktan yang dapat menurunkan tegangan permukaan serta viskositas terlalu rendah, maka tidak dapat mempertahankan (mengontrol) pelepasan zat aktif sehingga terjadi penyerapan zat aktif yang berlebih oleh epidermis. Karena pelarut yang digunakan dalam ekstraksi bersifat toksik maka menimbulkan efek mengiritasi yang lebih besar (berat). kesimpulan Secara organoleptis, formula I dan III mengalami perubahan fisik selama penyimpanan. Selain itu, Perbedaan basis gel mempengaruhi viskositas dan pH sediaan gel. Gel basis Aqupec HV 505 lebih tepat untuk zat aktif dibandingkan dengan gel basis CMC-Na. Karena gel basis Aqupec HV 505 dapat mempertahankan sifat fisik dan dari uji iritasi memberikan efek sedikit merangsang iritasi.

Kata Kunci : Iritasi primer, Mahkota dewa, CMC Na, Aqupect


ABSTRACT

The research will be carried out this has the objective to determine the physical properties of the gel extracts Phaleria with CMC and Aqupec base 505. And can determine the effects of both the base of the primary irritation. This research will be formulated gel Mahkota Dewa fruit extract with CMC and Aqupec base 505. Furthermore, the two formulas are tested physical properties and primary irritation test. Test physical properties include organoleptic test, measurement of pH and viscosity of both the gel formula. In the gel formula III skin and fruit seed extracts gods crown with CMC-Na base gives greater irritant effects (moderate irritant). This is possible because CMC-Na is a surfactant that can reduce the surface tension and the viscosity is too low, it can not maintain (control) release of active substances causing excessive absorption of the active substance by the epidermis. Since the solvents used in the extraction of toxic irritant effects were larger (heavier). organoleptic In conclusion, the formula I and III undergo physical changes during storage. In addition, the difference in the base gel viscosity and pH influence the gel preparation. Gel base Aqupec HV 505 is more appropriate for active substances compared with CMC-Na gel base. Because the gel base Aqupec 505 HV to maintain the physical properties of the test and a little irritation to stimulate irritant effect.

Keyword : primary iritation, Mahkota dewa, CMC Na, Aqupect.

References


Depkes. 1995. Farmakope Indonesia Ed. IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hlm 1083-1085.

Anonim. 2000. Sukses A-II-RA sebagai Antihipertensi. Volume 1, Nomor 1.

Anonim. 2007. Cozaar Drug Description. http://www.rxlist.com/cozaar-drug.htm. (1 Desember 2008)

Anonim. 2008. ISO Indonesia. Volume 43. Jakarta : ISFI.

Ansel. 1989. Pengantar Sediaan Farmasi. Edisi IV. Jakarta : UI Press.

[BPOM] Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2004. Pedoman Uji Bioekivalensi. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. Hlm. 1-4.

Harmita. 2004. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode Dan Cara Perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 1, No. 3 : 117135.

Jalalizadeh H, Effat S, Hassan F, Mehdi A. 2003. A High-Performance Liquid Chromatographic Assay for the Determination of Losartan in Plasma. Iranian Journal Of Pharmacology & Therapeutics IJPT 2:18-21.

Khopkar, SM. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Saptorahardjo A, penerjemah; Jakarta : UI Press.

Lachman, L., Liebermen, A.H., Kanig, L.J. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri (Terjemahan) Suyatmi, S.,Ed.3. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Hal. 1722-1724.

Martin A, James S, Arthur C. 1993. Farmasi Fisik. Edisi Ketiga. Jakarta : UI Press.

Mulja, M., dan Suharman. 1995. Analisis Instrumental. Surabaya : Airlangga University Press.

Nurhayati, S. 2005. Penetapan Kadar dan Uji Disolusi Parasetamol dalam Paracetamol 500 mg Tablet Secara Spektrofotometri UV [Tugas Akhir]. Bogor : Akademi Kimia Analisis.

Shargel, L., dan Yu, A. B. C. 2005. Biofarmasetika dan Farmakokinetika Terapan (Terjemahan) Fasichs. S Ed. 2. Surabaya: Airlangga University Press. Hal. 34-110.

Silverstein, Bassler, Morill. 1991. Spectrometric Identification of Organic Compounds. Fifth Edition. Singapore : John Wiley & Sons.

Siregar C, Agoes G, Logawa B. 1992. Validasi Di Industri Farmasi. Sukmadjaja A; Mar’u UU; Badruzzaman S; editor; ITB, 1 Mei 1992. Bandung : Institut Teknologi Bandung. Hlm.55-58.

Tjay, T.H., dan Kirana R. 2002. Obat-obat Penting. Khasiat, Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya. Ed.5. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hal. 531-532.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v7i1.565

ISSN: 2579-910X