Profil Penggunaan Obat Antianemia, Antihipertensi, dan Antidiabetik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Salah Satu Rumah Sakit Wilayah Surabaya Selatan

Ninik Mas Ulfa, Iin Ernawati, Purwanti Purwanti, Riki Kurniawanto, Ari Indrawati

Abstract


Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit dan menyebabkan uremia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat antianemia, antihipertensi, dan antidiabetik pada pasien PGK dengan hemodialisa. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Wilayah Surabaya Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional menggunakan data secara retrospektif, pada bulan Januari-Maret 2018. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada pemakaian obat antianemia dengan menggunakan  EPO alfa 2000 IU dan 3000 IU, keduanya dapat meningkatkan kadar Hb. Variasi dosis EPO alfa yang digunakan yaitu dosis 2000 IU sebanyak 60% pasien dan 3000 IU sebanyak 40% pasien. Untuk obat antihipertensi pemakaian terbanyak kombinasi irbesartan 300 mg dan amlodipine 10 mg dengan frekuensi pemberian 1 kali sehari 1 tablet. Antidiabetik yang digunakan pada pasien PGK adalah kombinasi insulin basal dan prandial sebanyak 80% daripada terapi OAD atau insulin tunggal. Pada golongan sulfonilurea digunakan gliquidone dosis 30 mg dengan frekuensi satu kali sehari (20%). Golongan insulin paling banyak diberikan adalah kombinasi insulin analog kerja panjang dan insulin aspart analog kerja cepat (34%).


Keywords


antianemia; antidiabetik; antihipertensi; penyakit ginjal kronik; profil peresepan

References


Ahmad, R., Habib, A., Rahman, S. 2016. Management of hypertension in patients with end-stage renal disease leading to haemodialysis: a challenge. International Journal of Advances in Medicine, 3(4):790–798.

Burns, A., Ashley, C., Currie, A. (Eds). 2009. The Renal Drug Handbook. Third Edition. New York: Redicliffe Publishing Ltd.

Hooffbrand, A.V., Pettit, J.E., Moss, P.A.H. 2012. Hematologi. Jakarta: EGC.

Lankhorst, C.E. dan Wish, J.B. 2010. Anemia in renal disease: diagnosis and management. Blood Review, 24(1):39-47.

Lewis, E.J., Hunsicker, L.G., Clarke, W.R. 2001. Renoprotective effect of the angiotensin-receptor antagonist irbesartan in patients with nephropathy due to type 2 diabetes. The New England Journal of Medicine, 345(12):851-860.

NKF. 2002. Clinical practice guidelines for chronic kidney disease in K/DOQI: Evaluation, Classification and Stratification. New York: National Kidney Foundation Inc.

Paranoan, R., Manggau, M.A., Kasim, H., Djide, M.N., Lallo, S., Djabir, Y.Y. 2019. Analisis efektivitas dan efek samping penggunaan antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Majalah Farmasi dan Farmakologi, 23(1):13–15.

Perkeni. 2015. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Cetakan Pertama. Jakarta: PB Perkeni.

Pranandari, R. dan Supadmi, W. 2015. Faktor resiko gagal ginjal kronik di unit hemodialisis RSUD Wates Kulon Progo. Majalah Farmaseutik, 11(2):316–320.

Suprapti, B. dan Nilamsari, W.P. 2013. Farmakoterapi Diabetes Mellitus: modul CPD. Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair (AUP).


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5724

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X