Deteksi Rhodamin B pada Saus Serta Cemaran Boraks dan Bakteri Salmonella sp. pada Cilok Jajanan Sekolah Dasar Kota Batam

Suci Fitriani Sammulia, Netty Suhatri, Hesti Chaterine Raja Guk-Guk

Abstract


Makanan Pedagang Kaki Lima (PKL) belum tersentuh pengawasan yang ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga secara kualitas tidak terpantau dengan baik sehingga perlu diwaspadai akan keamanan pangan seperti pada cilok, terutama pada jajanan Sekolah Dasar. Selain itu, cilok dijual dalam keadaan terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya cemaran oleh mikroba. Tujuan penelitian ini sebagai sumber informasi ilmiah tentang deteksi rhodamin B dan boraks serta cemaran bakteri Salmonella sp. pada cilok di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 5 sampel, 3 sampel (C, D, E) positif tercemar oleh Salmonella sp, untuk uji boraks dan rhodamin B menunjukkan bahwa kelima sampel negatif mengandung boraks dan rhodamin B, sehingga dapat disimpulkan dari kelima sampel yang paling aman untuk di komsumsi adalah cilok sampel A dan B.


Keywords


boraks; cilok; rhodamin B; Kota Batam; Salmonella sp

References


Agustin, N.C., Sulistyarsi, A., Utami, S. 2016. Analisis rhodamin B pada saus tomat yang beredar di Kota Madiun dengan metode kromatografi lapis tipis. Jurnal Florea, (3):65-71.

Andreano. 2015. Identifikasi bakteri aerob pada jagung bakar. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulagi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 16. tentang Penetapan Batas Cemaran Mikroba dan Kimia pada Makanan.

Efrilia, M., Prayoga, T., Mekasari, N. 2016. Identifikasi boraks dalam bakso di Kelurahan Bahagia, Bekasi Utara, Jawa Barat dengan metode analisa kualitatif. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, (1):113-120.

Fuad, N. 2014. Identifikasi kandungan boraks pada tahu pasar tradisional di daerah Ciputat. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia.

Mudjajanto, E.S. 2006. Tahu, makanan favorit yang keamanannya perlu diwaspadai. http://www.Kompas.com/kesehatan/News/0503/30/101104.htm. Data diakses pada 2 Maret 2019.

Prasetya, A.W. dan Dewi, L. 2016. Deteksi kandungan rhodamin B pada saus serta cemaran boraks dan bakteri Salmonella sp pada cilok keliling Salatiga. Jurnal Agric Ilmu Pertanian, 28(1-2):69-78.

Silalahi, J. 2010. Pemeriksaan boraks di dalam bakso di Kota Medan. Majalah kedokteran Indonesia, 60(11):11-18.

Standar Nasional Indonesia. 2004. Saus Tomat. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Susilawati, A. 2002. Keamanan mikrobiologi dan survei di pasar tradisional di daerah Bogor. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Institusi Pertanian Bogor.

Yolanda, A. 2014. Identifikasi bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada jajanan bakso tusuk di Kota Manado. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulagi Manado.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5744

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X