DETEKSI KANDUNGAN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG MAHONI (Swietenia. mahagoni Jacg) TERHADAP Artemia Salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

Eka Prasasti Nur Rachmani, Tuti Sri Suhesti, Nuryanti Nuryanti

Abstract


ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang deteksi kandungan kimia dan uji aktivitas ekstrak kulit batang mahoni (Swietenia. mahagoni Jacg) terhadap Artemia Salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai komoditi kulit batang mahoni, agar dapat digunakan sebagai antikanker. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: penyediaan sampel dan ekstraksi kulit batang mahoni menggunakan pelarut metanol dan kloroform, uji kandungan senyawa bioaktif, dan uji sitotoksisitas ekstrak terhadap Artemia Salina Leach.
Hasil uji BST terhadap Artemia Salina Leach, diperoleh: fraksi kloroform tidak mengandung senyawa yang bersifat sitotoksik, dengan harga LC 50 = 1034,246 ppm. Fraksi metanol mengandung senyawa yang bersifat sitotoksik, dengan harga LC 50 sebesar 609,910 ppm. Hasil analisis dengan GCMS diperoleh kandungan senyawa aktif ekstrak kloroform dari kulit batang mahoni adalah Asam palmitat, Asam linoleat, n-heneikosana, 1-oktadekanol, Tetrakontana, (3α, 5 α)-3-tiosianat koleston, stigmasterol, F-sitosterol, sitostenon dan ekstrak metanol dari kulit batang mahoniadalah o-metoksi fenol, 1,2-benzenadiol, 4-metil-1,2-benzenadiol, 2,6-dimetoksi fenol, 1,2,3-benzenatriol, 1,3,5 benzenatriol, 4-propil-1,3-benzenadiol, 1.3,4,5-tetrahidroksi sikloheksana karboksilat, 2-hidroksi-4-metil benzaldehid.
Hal itu menunjukkan bahwahanya ekstrak metanol kulit batang mahoni bersifat toksik akut terhadap larva Artemia Salina Leach, yang ini berkorelasi dengan aktifitasnya sebagai antikanker.

Kata kunci: kulit batang mahoni (Swietenia mahahoni Jacq.), Artemia Salina Leach, GCMS.

References


Achmad, S. A. 2004. Kimia Bahan Alam – Suatu Pendekatan untuk Memahami Potensi Keanekaragaman Hayati dalam Bioindustri. Prosiding Seminar Nasional Tanggal 5 September 2004 di Surabaya pp1-25.

-----------. 2000. Profil Kesehatan Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Data Kesehatan. Jakarta. Pp 21- 25.

Harwig, J., and Scott, P.M., 1971, Brine Shrimp (Artemia salina L), Larvae as a screening System for Fungal Toxin, American Society for Microbiology, 21(1971): 1011-1016.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, Badan Litbang Kehutanan.Jakarta.

Mc Laughlin, J.L., Lingling L., Rogers, John E., Anderson, 1998, The Use Of Biological Assays to Evaluate Botanicals, Drugs Information Journal, 32: 513-524.

Mursyidi, A. 1985. Statistika Farmasi dan Biologi. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Sugiyanto, B., Sdarta, E., Meyanto dan Nugroho, A. E., 2003, Aktivitas Karsinogenik Senyawa yang berasal dari Tumbuhan, Tumbuhan Farmasi Indonesia, 14(4): 132-141.

Wagner H.Bladt S, 1984. Plant Drug Analysis A thin Layer Chromatography atlas. springer Verlag, berlin, 292 – 293.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i1.687

ISSN: 2579-910X