EVALUASI POLA PENGGUNAAN OBAT DALAM TERAPI PASIEN KETERGANTUNGAN NARKOTIKA DI SEBUAH RUMAH SAKIT DI DIY

Nurul Maziyyah, Agung Endro Nugroho

Abstract


ABSTRAK

Narkotika sebagai salah satu obat pengurang nyeri dalam dunia medis, sering disalahgunakan oleh masyarakat karena efek lain yang ditimbulkan. Tidak jarang penyalahgunaan ini menimbulkan sifat ketergantungan terhadap penggunaan narkotika yang dapat mengakibatkan berbagai kondisi klinis yang merugikan bagi pemakainya. Oleh karena itu diperlukan tatalaksana terapi yang tepat untuk menanggulangi kondisi klinis yang diderita pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi gambaran serta mengevaluasi penggunaan obat pada penatalaksanaan terapi pasien ketergantungan narkotika yang menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit di DIY selama periode Januari hingga Desember 2009.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non-eksperimental secara deskriptif analitik dengan mengambil data secara retrospektif. Data dari rekam medik pasien dikumpulkan dan dianalisis mengenai terapi obat yang diberikan pada tiap pasien dengan mengacu pada standar yang digunakan dalam penelitian, yaitu SPM RS, UK Guideline, WHO Guideline, NICE Guideline, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach edisi ke-7, Drug Information Handbook, dan IONI. Analisis meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, dan ketepatan pasien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ketergantungan narkotika yang dilakukan di Rumah Sakit selama tahun 2009 meliputi terapi ketergantungan opioid yang berupa terapi substitusi opioid dengan sediaan buprenorfin dan kombinasi buprenorfin-nalokson, terapi simtomatik, dan terapi suportif, serta terapi ketergantungan stimulansia yang berupa terapi simtomatik, terapi suportif, dan terapi komplikasi akibat penyalahgunaan stimulansia. Hasil evaluasi penggunaan obat pada terapi pasien ketergantungan narkotika di Rumah Sakit selama tahun 2009 menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 55,88 %, ketepatan pemilihan obat sebesar 55,88 %, ketepatan regimen dosis sebesar 50,00 %, serta ketepatan pasien terhadap terapi yang diberikan sebesar 100 %. Ketepatan penggunaan obat, baik tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat pasien terlihat pada 15 kasus pasien atau sebesar 44,12 % dari seluruh kasus yang dievaluasi.

Kata Kunci: ketergantungan, narkotika, evaluasi, terapi

ABSTRACT

Narcotic as a pain killer drug has been often misused intentionally because of other effects it possesses. This drug abuse behavior has often cause dependency toward narcotic usage, which could lead to various unwanted clinical conditions for the users. Therefore, an appropriate therapy procedure is necessary to overcome these clinical conditions. The objective of this study is to give a description and evaluation on drug usage in the therapy of narcotic dependence patients’ ongoing medication in a hospital in DIY from January until December 2009.
This study used a nonexperimental design study with analitical descriptive method by obtaining data retrospectively. Data from patients’ medical record was collected and analyzed about the medication given to each patient by refering to the standards used in this study, which is The Hospital’s Medical Service Standard, UK Guideline, WHO Guideline, NICE Guideline, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 7th edition, Drug Information Handbook, and IONI. The analysis included appropriate indication, appropriate drug, appropriate dosage, and appropriate patient.
The result of the study showed that narcotic dependence therapy in the hospital during 2009 included opioid dependence therapy in the form of opioid substitution therapy with buprenorfin alone and in combination with nalokson, symptomatic therapy, and supportive therapy, and stimulant dependence therapy in the form of symptomatic therapy, supportive therapy, and complication therapy due to stimulant abuse. The result of evaluation on drug usage in narcotic dependence patients in the hospital during 2009 showed 55,88% of appropriate indication, 55,88% for appropriate drug selection, 50,00% appropriate dosage regimen, and 100% for appropriate patients. Appropriate drug usage, which includes appropriate indication, appropriate drug, appropriate dosage, and appropriate patient was seen in 15 cases or 44,12% from all cases evaluated.

Keywords: dependence, narcotic, evaluation, therapy

References


Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Anonim, 2009, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, 3-4, 61-62, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Crismon, M.L., Argo, T.R., Buckley, P.F., 2008, Schizophrenia, dalam DiPiro, J.T. dkk, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 7th Edition, 1099-1119, The McGraw-Hill Companies, Inc, United States of America.

Department of Health (England) and the devolved administrations, 2007, Drug Misuse and Dependence: UK Guidelines on Clinical Management, Department of Health (England), The Scottish Government, Welsh Assembly Government and Northern Ireland Executive.

Kirkwood, C.K. dan Melton, S.T., 2008, Anxiety Disorders I: Generalized Anxiety, Panic, and Social Anxiety Disorders, dalam DiPiro, J.T. dkk, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 7th Edition, 1161-1178, The McGraw-Hill Companies, Inc, United States of America.

Lacy, C.F., Armstrong, L.L., Goldman, M.P., Lance, L.L., 2008, Drug Information Handbook: A Comprehensive Resource for all Clinicians and Healthcare Professionals, Lexi-Comp Inc, Ohio.

National Institute for Health and Clinical Excellence, 2010, Methadone and Buprenorphine for The Management of Opioid Dependence, NICE Technology Appraisal Guidance 114, London.

World Health Organization, Regional Office for South-East Asia, 2008, Operational Guidelines for The Management of Opioid Dependence in The South-East Asia Region, New Delhi.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i1.689

ISSN: 2579-910X