UJI AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruitz & Pav) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE (ND) DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA

Diniatik Diniatik, Anjar Mahardian Kusuma, Okti Purwaningrum

Abstract


ABSTRAK


Virus merupakan parasit berukuran mikroskopik, menginfeksi sel organisme biologis, dan hanya dapat bereproduksi dalam material hidup.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas anti virus dari ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatumRuitz & Pav) Terhadap Virus Newcatle Disease dan Profil Kromatografi Lapis Tipis. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi mengunakan etanol 96%. Penelitian ini dilakukan secara in ovo yaitu dengan menggunakan telur ayam berembrio umur 9 – 10 hari.Pengamatan penghambatan virus digunakan uji hemaglutinasi (HA).Penelitian ini dilakukan dengan uji anava. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah mampu mengambat pertumbuhan virus Newcastle Disease konsentrasi yang digunakan adalah 1, 10, 100 µg/ml. Dari ketiga konsentrasi tersebut menunjukan bahwa makin tinggi konsentrasi makin besar pula hambatan terhadap pertumbuhan virus dengan hambatan tertinggi 94,79% dan terendah 50%. Untuk mengetahui mana yang poten antara ketiga konsentrasi terhadap virus Newcastle Disease digunakan uji BNT, hasilnya menunjukan perbedaan bermakna secara statistik (0,05) berarti aktivitas antivirus ekstrak etanol daun sirih merah terhadap virus Newcastle Disease mempunyai perbedaan yang bermakna antara konsentrasi 1 µg/ml dengan 10 µg/ml dan 1 µg/ml dengan 100 µg/ml. Aktivitas antivirus ekstrak etanol daun sirih merah mulai 10 µg/ml yang secara statistik tidak berbeda bermakna dengan konsentrasi 100 µg/ml. Ekstrak etanol daun sirih merah memiliki kandungan senyawa kimia yaitu Flavonoid, Saponin, Tanin, Minyak Atsiri.

Kata Kunci : antivirus, ekstrak etanol, daun sirih merah, virus new castle disease, kromatografi lapis tipis.

ABSTRACT

Virus it the microscopic of measured parasite, to infection the organism cell, and only reproducing in know that there is antiviral activity from the ethanol extract of Sirih Merah leaf (Piper crocatum Ruitz & Pav) into Newcastle Disease virus with thin layer chromatography profile. The extract made by the maceration method with using the ethanol 96%. This research did conducting in ovo, there is chicken’s egg embryo with the age 9 – 10 days. The inspection of hindrance virus is used for hemaglutination test (HA test). This research analyze with the anava test. The resulting of research indicates that the ethanol extract of Sirih Merah leaf can delay the growth Newcastle Disease virus. The concentration third of this show that more increase of concentration, the higgest 94,79% of purpose to 50%. For knowing which one of more potent between concentration of third to Newcastle Disease virus with used BNT test, those result to show the different of meaning manner statistic (P < 0,05), it means of that the activity of antiviral ethanol extract Sirih merah leaf to Newcastle Disease virus has the different meaning between 1 µg/ml with 10 µg/ml and 1 µg/ml with 100 µg/ml concentration. Activity of antiviral ethanol extract sirih merah leaf is 10 µg/ml manner statisticEthanol extract Sirih Merah leaf have content of chemical compound like flavonoid, saponin, tannin.

Keyword : antiviral, ethanol extract, sirih merah leaf, Newcastle Disease, thin layer chromatography.

References


Anonim. 1995 a. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

______________. 1995 b. Farmakologi Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

______________. 2009. Ilmu PeternakanBahasan ilmu peternakan.http://aspan-gabe.com/perkembangan-embrio-ayam#more-280. diaksek pada tanggal 25 Juni 2010.

Backer, C. A. R. C, and Van Den Brink, B,. Flora of Java Vol II. Wolters Nordroof N. V. Groningen The Netherland

Balittro. 2008. Sirih Merah Sebagai Tanaman Obat Multif fungsi. http://www.Pkesinterapi.com.

__________. 2009. Kandungan Senyawa pada Sirih Merah. http://www.adisucipto.com.

Cappuccino, J. D., and Natalie Sherman. 1983. Mycrobiology A Laboratory Manual. Sydney: Addison Wesley Pubishing Company

Depkes RI. 1987.analisis Obat Tradisional. Jakarta : Depkes RI.

__________. 1995. Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta : Depkes RI.

Duryatmo, S. 2006. Senyawa Aktif Daun Sirih Merah. http:// herbalsirihmerah.com

Ganwarin, Margareta S. 2009. Klasifikasi Virus. http:// www.Spc. Int/rahs/Manual/images/nwcastle_disease.htm

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia = Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan (Terjemahan). Kosasi, P. Bandung : ITB.

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme jilid 1. Editor. Nunung Nurhayati. Bandung: CV Yrama Widy

Katzung, B. 2001. Farmakologi Klinik Jilid II IL. Jakarta : Salemba Medika.

Kuswandi M, Triadisti. N, Asmara W. 2008. Antiviral Infus Biji Sirkaya (AnnonaSqumona L) pada Embrio Telur Ayam Dengan Virus Newcastle Disease (ND). http:// Farmsarea. Blogspot.com/2008/07/uji-daya-antiviral-biji- Sirkaya.html

Moeloek N. 1999. Beberapa Perkembangan Mutakhir DiBidang Andrologi. Majalah Kedok Indon. jakarta

Plantamor.2009. Situs Dunia Tumbuhan. http://www.plantamor.com

Robinson, T.1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, (Terjemahan) KosasihPadmawinata. Bandung: ITB, hal 157, 208

Sastrohamidjojo, A. 2002. Kromatografi. Yogyakarta : Liberty.

Sholikhah, A. 2006. Sirih Merah Menurunkan Glukosa Darah. http://www.pustakatani.

Stahl, E. 1985. Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi. Bandung : ITB.

Syahrurchman, A, dkk. 1994. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Jakarta : Binapura Aksara.

Syariefa, E.2006. Resep Sirih Merah untuk putih merona Hingga Kanker Ganas. Majalah Trubus, hlm 88.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i1.691

ISSN: 2579-910X