DAYA REPELAN DAN UJI IRITASI FORMULA LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle Linn) DENGAN VARIASI BASIS LANOLIN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Apri Yudis Fitriana, Retno Wahyuningrum, Sudarso Sudarso

Abstract


ABSTRAK

Demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia. Sediaan repelan biasa digunakan untuk menghindari gangguan atau gigitan nyamuk Aedes aegypti. Namun sediaan repelan mengandung Diethyl toluamide (DEET) yang dalam penggunaannya dapat menyebabkan eritema (kemerahan pada kulit) dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas daya repelan lotion ekstrak daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis terhadap nyamuk Aedes aegypti, selain itu untuk menentukan apakah lotion ekstrak etanol daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis ini mengiritasi hewan uji atau tidak, dan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi lanolin terhadap sifat fisik lotion ekstrak etanol daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan etanol 96%, dengan menggunakan metode refluks. Ekstrak etanol daun sirih yang digunakan dalam formula lotion adalah 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang dibuat pada penelitian ini sebanyak 3 formula dengan perbedaan konsentrasi lanolin, yaitu 3%, 4% dan 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang telah dibuat kemudian dievaluasi secara fisik, diuji daya repelan dan uji iritas. Perbedaan konsentrasi lanolin pada tiap formula lotion, sangat mempengaruhi viskositas, daya sebar, daya lekat dan daya repelan masing-masing formula. Daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 88% selama 11 menit. Indeks iritasi primer lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 0,3. Konsentrasi lanolin berbanding lurus dengan daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih. Lotion ekstrak etanol daun sirih memiliki indeks iritasi primer sebesar 0,33, dimana nilai tersebut < 2 maka golongan senyawa yang diuji termasuk hanya sedikit merangsang. Konsentrasi lanolin berbanding terbalik dengan nilai daya sebar, tetapi berbanding lurus dengan nilai daya lekat dan viskositas lotion ekstrak etanol daun sirih.

Kata kunci : daya repelan, uji iritasi, lotion, ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn).

ABSTRACT

Dengue hemorrhagic fever (DHF) which is transmitted through the bite of mosquito Aedes aegypti and Aedes albopictus females still becomes a health problem, especially in Indonesia. Repellant is used to avoid interference or bite of the Aedes aegypti mosquito. The purposes of this research are to determine the repellency of the ethanolic extract of betel leaf lotion with lanolin variation as a basis toward Aedes aegypti, to determine whether the ethanolic extract of piper betel leaves lotion with lanolin variation as a basis irritate the test animals or not, and to compare the influence of lanolin concentration toward physical characteristic of lotion. Piper betel leaves extracted with 96% ethanol, using reflux. The ethanolic extract of piper betel leaves used in the formula lotion is 5%. This lotion was made into 3 formula with lanolin concentration difference 3%, 4% and 5%. Lotion ethanolic extract of piper betel leaves had been made then evaluated physically, repellency and irritation. Dispersive and viscosity of the lotion will determine the convenience of the use by human. Differences of lanolin concentration in each formula lotion, greatly affect the viscosity, dispersive, adhesion and repellency each formula. Repellency lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 88% in 11 minutes. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33. Concentration of lanolin is proportional to the lotion repellant the ethanolic extract of piper betel leaves. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33 or few stimulating. Concentration of lanolin inversely to the value of dispersive, but it is directly proportional to the value of adhesion and viscosity lotion.

Keywords : repellency, irritation, lotion, ethanolic extract of piper betel leaves (Piper betle Linn)

References


, N. 2008. Formulasi Gel Komplek Inklusi Meloksikam B-Siklodekstrin Dengan Basis Aqupec HV 505 [skripsi]. Purwokerto : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Anief. M. 2007. Farmasetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Backer dan Bakhiuzen Van Den Brink. 1963. Flora of Java. Volume I. Netherland : NVP Noordhoff Goningen The Netherland.

BPOM RI. 2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat, volume 1. Jakarta : Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan.

. 2009. Bahayakah DEET pada insect repellent. Info POM 01 (05). [30 november 2011]

Fajriyah, U. 2009. Formula Losion Ekstrak Herba Tali Putri (Cuscuta australis R. Br.) dan Aktivitas Antioksidan Secara In Vitro [skripsi]. Purwokerto : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Indrawati, T dan Dina A. 2012. Karakteristik Daya Penolak Nyamuk Aedes aegypti pada Lotion Minyak Kayu Putih. Jakarta : LP2M-ISTN.

Jufri, M, Anwar E, Utami PM. 2006. Uji Stabilitas Sediaan Mikroemulsi Menggunakan Hidrolisa Pati (DE 35-40) sebagai Stabilizer. Majalah Ilmu Kefarmasian 03 (01) : 8-21.

Kardinan A. 2007. Potensi selasih sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Littri 13 (02) : 39-42

Lu, C. 1995. Toksikologi dasar. Asas, Organ Sasaran dan Penelitian Resiko, diterjemahkan oleh Nugroho. E. Ed ke 2, Jakarta : UI Press. Hal :237-239. 240, 241-242, 234-244.

Sugito R. 1990. Aspek Entomologi Demam Berdarah. Di Dalam : Haryanto B, Harun SR, Wahyadi S, Djaja I, editor. Berbagai Aspek Demam Berdarah Dengue dan Penanggulangannya. Depok. Hlm 37-47.

Trilestari. 2002. Hand and Body Lotion : Pengaruh Penambahan Nipagin, Nipasol dan Campuran Keduanya Terhadap Stabilitas Fisika dan Efektifitasnya Sebagai Anti Jamur [skripsi]. Yogyakarta : Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada.

Yuliani, HS. 2005. Formulasi Gel Repelan Minyak Atsiri Tanaman Akar Wangi (Vetivera Nogh) : Optimasi Komposisi Carbopol 3% B/v-Propilenglikol. Majalah Farmasi Indonesia 16 (04) : 197-203. [7 September 2011].

Voight. R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi ke-5. Soewandi SN, Widianto MD, penerjemah. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Terjemahan dari : Lehrbuch Der Pharmazeutischen Technologie.

Wahyuni, S. 2005. Daya Bunuh Ekstrak Serai (Andropogen nardus) terhadap Nyamuk Aedes aegypti [skripsi]. Semarang : Universitas Negeri Semarang.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i2.699

ISSN: 2579-910X