PENGARUH KEPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI FORMULARIUM OBAT GOLONGAN ANTIBIOTIK TERHADAP OBAT MACET GOLONGAN ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT UMUM PURBALINGGA PERIODE JANUARI-JUNI 2011

Kartikasari Kartikasari, Indri Hapsari, Anjar Mahardian Kusuma

Abstract


ABSTRAK

Kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium masih perlu ditingkatkan demi tercapainya pelayanan kefarmasian yang optimal. Adanya ketidakpatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium akan
berpengaruh terhadap adanya obat-obat yang macet (dead stock). Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional (deskriptif analitik) dengan rancangan penelitian cross sectional dan data diambil secara retrospektif. Penelitian ini melibatkan 27 dokter dan 1207 resep. Hasil penelitian selama bulan Januari-Juni 2011 menunjukan persentase kepatuhan dokter sebesar 87% sedangkan yang tidak patuh sebesar 13%. Obat generik yang macet sebanyak 33,5% dan non generik 66,5% dengan nilai korelasi 0,214 dan nilai p 0,003. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang lenah antara kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium obat golongan antibiotik terhadap obat macet golongan antibiotik di RSU Purbalingga.

Kata kunci : kepatuhan, formularium, obat macet, obat golongan antibiotik, dokter.


ABSTRACT

The doctors’ compliance to formularium in issuing prescription still needs to be improved to achieve an optimum pharmacy service. Their incompliance will cause a death stock of medicine. This was an observational research (analytical descriptive) applying cross sectional approach with the data retrospectively collected. This research included 27 of doctors and 1207 prescriptions. The research, conducted in Januari-June 2011, has indicated that the percentage of the complying doctors are 87%, and the rest of 13% does not comply to the standard. This makes a dead stock in generic medicine of 33,5% and in non-generic medicine of 66,5% with correlation value was 0,214 and p value was 0,003. Based on the results, it can be concluded that there was a negative correlation between the doctors’ compliance to the medicine formularium and the dead stock of antibiotics in RSU Purbalingga.

Keywords: doctors’ compliance, formularium, dead stock of medicine, antibiotics

References


Arikunto, S., 2010. Manajemen Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Departemen Kesehatan RI., 2006. Standar Pelayanan Farmasi Di Rumah Sakit. Dep. Kes RI. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI., 2009. Tentang Rumah Sakit. Dep. Kes RI. Jakarta.

Gunawan, Sylvia Rohani., 2008. Rancangan Sistem Informasi Managemen Logistik Obat di Rumah Sakit PMI Bogor. Diakses tanggal 23 Januari 2012.

Luwiharsih. 1989. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Formularium Rumah Sakit di Unit Rawat Jalan RS. Husada Jakarta. Thesis. UI. Jakarta

Mc.Caffrey, S. dan Nightingale, C.H., Hospital Formulary. Dalam How to Develop Critical Paths and Prepare For Other Formulary Management Changes.XXIX (9), 1994:628-635.

Santjaka, A. 2011. Statistik Untuk Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika

Siregar, P.J.T. 2003. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Siregar, N. M. 2007, Perencanaan Kebutuhan Material (Material Requirement Planning) Berdasarkan Sistem Industri Modern Dengan Pendekatan Sistem MRP II. Ekonomi manajemen. Universitas Sumatera Utara.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i2.705

ISSN: 2579-910X