PENGARUH ANTARA JARAK TINGGAL DENGAN SUMBER PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP POLA PENGOBATAN SENDIRI PADA PENYAKIT FLU DI KABUPATEN BANYUMAS

Kristianingrum Kristianingrum, Sudarso Sudarso, Anjar Mahardian Kusuma

Abstract


ABSTRAK

Pengobatan sendiri adalah upaya untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dari dokter. Perilaku penggunaan obat oleh pasien sangat dipengaruhi oleh tingkat informasi yang diterima oleh pasien mengenai obat-obat yang digunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh jarak tinggal dengan sumber informasi obat berpengaruh terhadap pola pengobatan sendiri pada penyakit flu di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional (deskriptif analitik) dengan rancangan penelitian cross sectional dan data diambil secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas jarak tinggal dengan sumber informasi obat sejauh 1 - < 3 km sebanyak 35.8% dan perilaku pengobatan sendiri responden sebagian besar sebesar 42.0% . Ada pengaruh jarak tinggal dengan sumber informasi obat terhadap pola pengobatan sendiri penyakit flu di Kabupaten Banyumas (p<0,05) dengan nilai koefisien kontingensi 0.214.

Kata Kunci : jarak tinggal dengan sumber pelayanan informasi obat, pola pengobatan sendiri, penyakit flu.


ABSTRACT

Self-medication is an attempt to treat all complaints to yourself with medicines bought from pharmacies or drug stores on their own initiative without the advice of a doctor. Behavior of drug use by patients is strongly influenced by the level of information received by the patient regarding the use of drugs. This study is a type of quantitative and descriptive study of data taken with the way the questionnaire. The study found the sudanly of respondents 42.0% rarely do their own treatment if the distance where the flu and stayed with a source of drug information as far as 1 to less than 3 km which is about 35.8%. There is the influence distance of residence with information sources influence the pattern of drug self-medication in Banyumas region.

Keywords: distance of residence, source of information, treatment patterns

References


Kristina, Susi Ari, Yayi Suryo Prabandari dan Riswaka Sudjaswadi. 2008. Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat Kecamatan Depok dan Cangkringan Kabupaten Sleman. Majalag Farmasi Indonesia 19 (1) 32-40, 2008

Manurung, K (2010). Pola Penggunaan Obat Dalam Upaya Pasien Melakukan Pengobatan Sendiri Di beberapa Apotek. Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan

Mansur, A.R. 2010. Pelaksanaan Pengobatan Sendiri terhadap Penyakit Batuk oleh Siswa-Siswi SMA Negeri di Kabupaten Cirebon. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Nadesul, Hendrawan. 2009. Tips 10 Cara Berobat Efisien.http://yanneku.wordpress.com/2009/01/07/tips-10-cara-berobat-secaraefesien/. Di akses tanggal 13 Agustus 2011

Supardi, Sudibyo dan Mulyono Notosiswoyo (2005). Pengobatan Sendiri Sakit Kepala, Demam, Batuk Dan Pilek Pada Masyarakat Di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. II, No.3, Agustus 2005, 134 – 144, diakses tanggal 13 Agustus 2011

Wulandari, N. 2010. Swamedikasi. http://nikenwulandari.blogspot.com/2010/01/ swamedikasi.html, diakses tanggal 13 Agustus 2011.

Young, James C., 1980. A model of Illness Treatment Decisions in a Tarascan Town. Dalam American Ethnologist,7(1): 106-131.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i2.713

ISSN: 2579-910X