IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DOSIS DAN TERAPI PADA PASIEN ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) RAWAT INAP PENGGUNA ASKES DAN NON-ASKES DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Dwi Harningsih, Didik Setiawan, Moeslich Hasanmihardja

Abstract


ABSTRACT



DHF disease is one of dangerous infectious diseases that can cause death within a short time if not handled properly. Therefore, patients who detected dengue were diagnosed and underwent inpatient management should get prompt treatment to prevent a more dangerous condition, that is by providing drug treatment and the appropriate dose, especially for pediatric patients in the dose calculation should be kept. The objectives of this study are to compared incidence of dosage and therapy problems in DHF pediatric Askes and Non-askes hospitalization patients. In addition also to see payment systems influence to the incidence of dosage and therapy problems. Analytical observational research with cross sectional approach and Chi-square analyze method. The research subject is DHF pediatric Askes and Non-askes group each amount 90 patients. The results showed that dosage too high most likely to occur in patients Askes (P value = 0,759), and dosage too low most likely to occur in patients with non-health insurance (P value = 0,999). The problem of therapy occurs in Non-askes patients, such as requiring additional drug therapy (P-value = 0,988) and do not require drug therapy (P-value = 0,759). It’s mean no incidence different incidence of dosage and therapy problems in Askes and Non-askes patients.

Key words: DHF pediatric hospitalized patients, dosage and therapy problems, askes and non-askes.


ABSTRAK



Penyakit DBD merupakan salah satu wabah penyakit infeksi berbahaya yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu, pasien yang didiagnosis terjangkit DBD dan menjalani rawat inap harus mendapatkan penatalaksanaan terapi yang tepat untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan angka kejadian permasalahan dosis dan terapi pada pasien DBD anak rawat inap Askes dan Non-askes. Selain itu juga untuk melihat apakah ada pengaruh sistem pembayaran dengan angka kejadian permasalahan dosis dan terapi. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode analisis Chi-square. Subjek penelitian merupakan pasien DBD anak kelompok Askes dan Non-askes berjumlah masing-masing 90 pasien. Hasil penelitian menunjukkan permasalahan dosis berlebih paling banyak terjadi pada pasien Askes (P value = 0,759), dan dosis terlalu rendah paling banyak terjadi pada pasien Non-askes (P value = 0,999). Permasalahan terapi banyak terjadi pada Pasien Non-askes, berupa membutuhkan terapi obat tambahan (P-value = 0,988) dan tidak membutuhkan terapi obat (P-value = 0,759). Hal ini berarti tidak ada perbedaan angka kejadian permasalahan dosis dan terapi antara pasien Askes dan Non-askes.

Kata kunci : pasien DBD anak rawat inap, permasalahanan dosis dan terapi, askes dan non-askes

References


Armien, B., Suaya, J.A., Quiroz, E., Sah, B.K., Bayard, V., Marchena, L., dkk. 2008, Clinical Characteristics and National Economic Cost of the 2005 Dengue Epidemic In Panama. The American Society of Tropical Medicine and Hygiene. 79:364–371.

Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C. 1998. Pharmaceutical Care Practice, McGraw-Hill Companies Inc., New York.

Dahlan, M. S. 2006. Besar Sampel Dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Seri 2, PT. Arkans, Jakarta.

-----------------., 2010, Statistika untuk Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, PT. Arkans, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia. Ed ke-3, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2004. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia, http://depkes.go.id,[27/ November 2011.

Misnadiarly. 2009. Demam Berdarah Dengue (DBD). Pustaka Polpuler Obor, Jakarta.

Saputra, H. 2009. Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Askes dan Non-askes Terhadap Pelayanan Keperawatan di Bangsal Rawat Inap BRSD Dr. R. Soetijono Kota Blora. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang.

Tjay, T.H., Rahardja, K. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Tsuzuki, A., Thiem, V.D., Suzuki, M., Yanai, H., Matsubayashi, T., Yoshida, Lay-Myint., dkk. 2010. Short Report: Can Daytime Use of Bed Nets Not Treated with Insecticide Reduce the Risk of Dengue Hemorrhagic Fever Among Children in Vietnam. The American Society of Tropical Medicine and Hygiene. 82:1157–1159.

World Health Organization. 2009. Dengue Haemorrhagic Fever Prevention and Control. WHO, New Delhi.

Yasin, N.M., Sunowo, J., Supriyanti, E. 2009. Drug Related Problem (DRP) of Dengue Hemorragic Fever (DHF) medication in pediatric patient. Majalah Farmasi Indonesia. 20:27-34


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i3.735

ISSN: 2579-910X