AKTIVITAS ANTIFUNGI KRIM DAUN KETEPENG CINA (Senna alata L. Roxb.) TERHADAP Trichophyton mentagrophytes

Tri Setyo Bayuaji, Ika Yuni Astuti, Binar Asrining Dhiani

Abstract


ABSTRAK

Salah satu obat tradisional yang digunakan sebagai obat kurap, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit adalah ketepeng cina. Ekstrak etanol daun ketepeng cina diketahui memiliki aktivitas anti jamur secara in vitro terhadap Trichophyton mentagrophytes. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina terhadap sifat fisik dan aktivitas anti jamur dalam sediaan krim. Penelitian dilakukan dengan membuat sediaan krim dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ketepeng cina. Krim kemudian diuji sifat fisik dan aktivitas anti jamurnya terhadap Trichophyton mentagrophytes. Hasil evaluasi daya sebar dan daya lekat sediaan krim menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak dalam formulasi sediaan, maka semakin menurun daya lekat dan daya sebarnya. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberi pengaruh pada viskositas krim. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap aktivitas anti jamur terhadap Trichophyton mentagrophytes, semakin besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar zona hambat yang dihasilkan. Sebagai kesimpulan, variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ketepeng cina mempengaruhi sifat fisik dan aktivitas anti jamur sediaan krim. Formula krim yang menunjukan aktivitas anti jamur paling baik adalah formula yang mengandung ekstrak 1,5%.

Kata kunci: krim, ketepeng cina, antifungi, Trichophyton mentagrophytes.

ABSTRACT

One of traditional medicine which can be used to treat ringworm and skin disorder caused by skin parasites is Senna alata. In vitro research showed that ethanolic extract of ketepeng cina’s leaves has antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. This research was aimed to determine the effect of varied concentration of ketepeng cina leaves extract on physical properties and antifungal activity of cream dosage form. Creams were formulated with 3 variation of concentration of Senna alata leaves extract, and then cream were determined the physical characteristic and its antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. The results showed that the adhesion and spreading activity of creams decreased as Senna alata leaves extract was added. Extract concentration was not affected the cream viscosity. Variation of extract concentration showed inhibition against Trichophyton mentagrophytes. Inhibition area was increased as the leaves extract added. Variation concentration of ketepeng cina leaves extract affected the cream spreading, adhesion and antifungal activity. Cream with 1.5% extract exhibited the highest antifungal activity.

Key words: cream, Senna alata, antifungal, Trichophyton mentagrophytes.

References


Anonim. 1989. Materia Medika Indonesia. Jilid V. Depkes RI, Jakarta.

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI, Jakarta.

Corwin, J,E. 2001. Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Wietzman, I., Summerbell, R.C. 1995. The Dermatophytes. Clinical Microbiology Reviews, United State of America.

Sule, W. F., Okonko, I.O., et al. 2010. In-vitro antifungal activity of Senna Alata Linn. crude leaf extract, 19-23


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v9i3.745

ISSN: 2579-910X