PERSEPSI PASIEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI KABUPATEN WONOSOBO

Yekti Mulyani, Moeslich Hasanmihardja, Agus Siswanto

Abstract


ABSTRAK

Pelayanan apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan di Indonesia. Pelayanan apotek saat ini harus berubah orientasi dari drug oriented menjadi patien oriented dengan berasaskan pharmaceutical care. Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten dengan perkembangan rumah sakit dan klinik yang menuntut banyak perkembangan pula di bidang jasa pelayanan obat atau apoteker. Total 31 jumlah apotek yang tersebar di kabupaten Wonosobo merupakan gambaran tingginya angka kebutuhan pasien akan keberadaan apotek namun tidak semua apotek memberikan pelayanan yang maksimal di setiap apoteknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien apotek terhadap pelayanan apotek di Kabupaten Wonosobo dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan pasien pada saat menerima obat dari apotek. Metode yang digunakan adalah kuisioner dengan pengambilan sampel 395 responden yang diambil dari 7 apotek di Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menggunakan data verbal atau jenis tertulis dari objek penelitian, dan kualifikasinya bersifat teoritis. Uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien apotek di wilayah Kabupaten Wonosobo yaitu: sebanyak 46,73% pasien apotek setuju terhadap sarana prasarana apotek sudah baik, sebanyak 50,60% pasien apotek setuju terhadap pelayanan kefarmasian di apotek sudah baik, sebanyak 52,49% pasien apotek setuju terhadap sumberdaya manusia di apotek sudah baik. Selain itu pada saat pasien menerima obat dari apotek, pasien mengharapkan apoteker atau sumber daya yang ada dalam apotek memiliki sikap, perilaku, pengetahuan, dan kemampuan yang kompeten dalam memberikan informasi mengenai kegunaan, cara pemakaian dari obat yang mereka butuhkan ataupun informasi mengenai penyakit yang diderita oleh pasien.

Kata kunci: persepsi, pasien, apotek, Wonosobo.

ABSTRACT

Pharmacy services is one of the health services in Indonesia. Pharmacy services currently have to change the orientation and oriented to patient oriented drug with pharmaceutical care. Wonosobo district with the development of hospitals and clinics that require a lot of developments are in the field of medicine or pharmacy services. 31 Total number of pharmacies spread across the district Wonosobo represent the high number of the pharmacy where a patient's need but not all pharmacies provide maximum service at each pharmacy. The research was purpose to determine the patient's perception of the pharmacy to pharmacy services in the District of Wonosobo and get the information needed when patients receive drugs from a pharmacy. Quetioner with 395 respondents samples taken from seven pharmacies in the District of Wonosobo. This type of study is a descriptive, using verbal or written type of the object of research, and theoretical qualifications. Quality of data used is the validity and reliability. The results showed that the patient's perception of the pharmacy in Wonosobo district, that is: 46.73% of the patients pharmacy pharmacies agree to have good infrastructure, 50.60% of patients agreed to service pharmacy at the pharmacy was good, 52.49% of patients agreed to a pharmacy in pharmacy human resources is good. Then when patients receive drugs from a pharmacy, the pharmacist or the patient expects the existing resources in the pharmacy has the attitude, behavior, knowledge, and abilities that are competent in providing information about the uses, how the use of drugs that they need or information about the illness by the patient

Key words: perception, patient, pharmacy, Wonosobo.

References


Aditama, T.Y., 2002. Pelayanan farmasi dalam manajemen administrasi rumah sakit. UI Press: Jakarta.

Suharsimi, A., 2002. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Edisi Revisi V. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.

Atkinson dan Hilgard, 1991. From learning theory connectionist theory. California: Brooke Publising.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Depkes RI.

Nawawi, H., 2003. Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudibyo, Hardiono, Utus, 2004. Marketing. Bandung: CV Multi Trust Creative Service.

Hadi, S., 2000. Metodologi research Jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Andi.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v10i1.783

ISSN: 2579-910X