PENGARUH PENYULUHAN OBAT TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PENGOBATAN SENDIRI DI KABUPATEN BANYUMAS

Sugesti Hayuning Tyas, Didik Setiawan, Moeslich Hasanmihardja

Abstract


ABSTRAK

Pengobatan sendiri adalah upaya yang utama yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan, sehingga untuk mengurangi konsumsi obat yang tidak sesuai diperlukan sosialisasi keamanan dalam melakukan pengobatan sendiri. Penelitian ini dilakuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan obat terhadap peningkatan perilaku pengobatan sendiri di Kabupaten Banyumas. Selain itu juga untuk menganalisis keefektifan metode yang digunakan dalam penyuluhan obat dalam melakukan pengobatan sendiri. Alat yang digunakan berupa kuisioner yang diisi oleh responden dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Responden merupakan warga yang berdomisili di Kabupaten Banyumas, dengan jumlah 192 responden. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan racangan non-equivalen control group pretest dan postes. Selanjutnya data dianalisis dengan uji dependent-sampel t-test untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perilaku pengobatan sendiri dengan α = 0,05. Sedangkan untuk melihat keefektifan metode antara metode diskusi kelompok dengan metode ceramah menggunakan leaflet menggunakan uji independen-sampel t-test dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diadakan penyuluhan obat baik dengan metode diskusi kelompok maupun ceramah menggunakan media leaflet yaitu dapat meningkatkan perilaku pengobatan sendiri yang berupa peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pengobatan sendiri yang ditunjukan oleh p= 0,000. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui kedua metode mempunyai keefektifan yang sama untuk meningkatkan perilaku pengobatan sendiri yang ditunjukan dengan nilai p>0,05. Hal ini berarti kedua metode penyuluhan obat yang digunakan mempunyai keefektifan yang sama untuk meningkatkan perilaku pengobatan sendiri.

Kata kunci: perilaku pengobatan sendiri, metode penyuluhan, ibu rumah tangga, Kabupaten Banyumas.

ABSTRACT

Self-medication is the mostly effort to coped health complaint, therefore to drug consume decrease unsuitable, it needed safety socialization to self-medication. The study was take to analyze the effect of drug counseling to self-medication increase in Banyumas regency. In addition to analyze the method effectiveness used in drug counseling to self-medication act. The instrument research used questionnaires in this study and purposive sampling used to took the sample. The respondents were 192 residents whom live in Banyumas regency. The type of research quasi-experimental with non-equivalent control group pretest and posttest research design. The data then analyzed by dependent-sampel t-test to find the effect of counseling to self-medication behavior in α = 0.05. While to find the effectiveness of between discussion group and lecture method by leaflet used independen-sampel t-test in α = 0.05. The results showed there significant different between before and after drug counseling by discussion goup and lecture method used leaflet media, able to self-medication attitude improved such as knowledge and attitude about self-medication (P= 0.000), also it can to know both of methods as effective as to self-medication attitude which showed P=0.05. It’s mean both of drug counseling methods used as effective as to self-medication attitude improvement.

Key words: self medication attitude, counseling methods, housewife, Banyumas.

References


Arikunto, 2005. Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Basuki, 2006. Efektifitas metode penyuluhan dalam peningkatan pengetahuan tentang hygiene pada murid SD Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Tesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Dahlan , M.S., 2005. Besaran sampel untuk penelitian kedokteran dan kesehatan: seri statistika untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Arkans.

Departemen Kesehatan RI, 1995. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT). Jakarta: Depkes RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI, 2002. Modul dasar penyuluhan kesehatan masyarakat Indonesia. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Green, L.W. dan Kreuter, M.W., 2005. Health program planning: an educational and ecological approac. Edisi keempat. Boston: McGraw-Hill.

Mulyana, D., 2005. Ilmu komunikasi. Cetakan ke-7. Bandung: Rosdakarya.

Notoatmodjo, S., 2005. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurulita, N.A., Siswanto, A., 2003. Pola pengobatan sendiri di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Pharmacy, 02:51-56.

Oyelola, F.T., Razaq, A., Eniola, O., 2010. Self medication among hospitalized patients in selected secondary health facilities in South Western Nigeria. Pharmacy Practice, 8(4):233-237.

Rumondang, 2008. Pengaruh metode penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dokter kecil dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah (PSN-DBD) di Kecamatan Halvetia. Tesis, Fakultas Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Universitas Sumatera Utara.

Sipayung, 2005. Perbedaan antara hasil ceramah sehari kesehatan reproduksi (CSKR) dan peer education pada pengetahuan serta sikap siswa SLTA di Berastagi untuk pencegahan AIDS/HIV dan penyakit menular seksual. Jurnal Mutiara Kesehatan Indonesia, 1(1):30-33.

Supardi, S. dan Notosiswoyo, M., 2006. Pengaruh penyuluhan obat menggunakan leaflet terhadap perilaku pengobatan sendiri di tiga kelurahan Kota Bogor. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 9(4):212-219.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v10i1.791

ISSN: 2579-910X