EFEK SEDASI DARI VARIASI DOSIS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) PADA MENCIT

Inna Marfu’ah, Sudarso Sudarso, Diniatik Diniatik

Abstract


Intisari
Salah satu penggunaan obat tradisional adalah dalam mengatasi gangguan tidur, tumbuhan yang sering digunakan secara empiris oleh masyarakat dan berkhasiat sebagai penenang adalah kangkung (Ipomoea aquatic Forsk) Tanaman dengan marga Ipomoea mengandung suatu senyawa turunan Lisergic acid yang diketahui berkhasiat sebagai halusinergik. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan tumbuhan yang satu marga dengan kangkung, sehingga pada penelitian ini diuji efek sedasi dari daun ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek sedasi ekstrak etanol daun ubi jalar pada mencit jantan galur DDY. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu jenis eksperimental dengan rancangan penelitian posttest only control group design dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Pada penelitian ini dibuat 6 perlakuan yaitu kontrol positif fenobarbital 54,6 mg/KgBB, kontrol negatif Na CMC 1%, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun ubi jalar dosis 95,5 mg/KgBB; 191 mg/KgB; mg/gBB; 382 mg/KgBB dan 573 mg/KgBB dengan menggunakan metode rotarod serta mengamati daya cengkeram, perubahan diameter pupil mata dan reflek balik badan. Hasil uji efek sedasi diketahui bahwa efek sedasi terbesar didapatkan pada dosis ekstrak 573 mg/KgBB. Hasil uji efek sedasi dianalisis dengan anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji-t dengan menggunakan uji Tukey HSD. Hasil uji anava menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perlakuan masing-masing dosis dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB. Hasil uji anava satu arah diketahui bahwa efek sedasi ekstrak etanol daun ubi jalar pada dosis 382 mg/KgBB dan dosis 573 mg/KgBB tidak mempunyai perbedaan yang nyata dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB, sementara pada dosis ekstrak etanol daun ubi jalar 95,5 mg/KgBB dan 191 mg/KgBB menunjukkan perbedaan yang bermakna tehadap kontrol positif. Hal ini menunjukan bahwa potensi ekstrak etanol daun ubi jalar pada dosis 382 mg/KgBB dan dosis 573 mg/KgBB setara dengan kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgB. Ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L) dapat memberikan efek sedasi pada mencit pada dosis 382 mg/KgBB dan 573 mg/KgBB seperti pada kontrol positif fenobarbital dosis 54,6 mg/KgBB

Kata kunci: efek sedasi, fenobarbital, ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas L)













Abstrak

One is the use of traditional medicine in treating sleep, plants are often used empirically by the public and efficacious as a sedative is spinach (Ipomoea aquatic Forsk) the genus Ipomoea containing an derivative compounds Lisergic acid known efficacious as halusinergik. Sweet potato (Ipomoea batatas L) is a genus of plants with kale, so this study examined the effects of sedation of sweet potato leaves. This study had aims to prove the sedation effect of ethanol extract of leaves of sweet potato in DDY. Type of research method was experimental study with posttest only control group design and data analysis,the methode used is the one way ANOVA. In this study made 6 positive controls phenobarbital treatment are 54.6 mg/kgBW, negative control 1% Na CMC, the treatment of ethanol extract of sweet potato leaves 95.5 mg/kgBW: 191 mg/kgBW; 382 mg/kgBW and 573 mg/kgBW rotarod method and observing traction changes in pupil diameter and reflexes behind the body. From the test results sedation are known that the largest sedation effect is obtained at a dose of 573 mg/kgBW. The test results are analyzed with ANOVA sedation in one direction with a 95% confidence level and followed by BNT using Tukey HSD test. The test results show ANOVA there are significant differences between treatment of each dosage with a positive control. Smallest Real Differences test results are known that sedative effects of ethanol extract of sweet potato leaves at dosage of 382 mg/kgBW and the dose of 573 mg/kgBW have no significant difference with the positive control, while the dose of ethanol extract of sweet potato leaves 95.5 mg/kgBW and 191 mg/kgBW show a significant difference with positive control. It is shown that the potential of ethanol extract of sweet potato leaves at dosage of 382 mg/kgBW and the dosage of 573 mg/kgBW is equivalent to a positive control. Ethanol extract of leaves of sweet potato (Ipomoea batatas L) gives sedation effect in mice at doses of 382 mg/kgBW and 573 mg/kgBW as the positive control phenobarbital dose of dose 54.6 mg/kgBB.

Key words: the effects of sedation, phenobarbital, ethanol extract of leaves of sweet potato (Ipomoea batatas L)

References


Anggara, R., 2009. Pengaruh ekstrak kangkung darat (Ipomea reptans Poir) terhadap efek sedasi pada mencit malb/c. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Depkes RI, 1987, Analisis Obat Tradisional, jilid I, Jakarta: Depkes RI.

Arief, M., 2008. Pengantar metodologi penelitian untuk iIlmu kesehatan. Solo: Sebelas Maret University Press.

Backer, C.A., Van Den Brink, B.C.R., 1963, Flora of Java, Vol I, Groningan : P. Noordhoff.

Backer, C.A., Van Den Brink, B.C.R., 1965, Flora of Java, Vol II, Groningan : P. Noordhoff.

DepKes RI, 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

.

DepKes RI, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Ganiswara, S., 1995, Farmakologi dan Terapi, Edisi IV, Jakarta: FakultasKedokteran, Universitas Indonesia.

Gunawan, S.G., Setiabudy, R., Nafrialdi., Elysabeth., editor, 2007, Farmakologi dan Terapi. edisi 5, Jakarta.

Harborne, J.B., 1987, Metode Fitokimia, penerjemah; Padmawinata, K. Sudiro, I., Bandung, ITB.

Jannah, M., 2009. Pengaruh ekstrak valerian terhadap efek sedasi pada mencit balb/c. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Katzung, B.G., 2004, Farmakologi Dasar dan Klinik, Edisi kedelapan, penerjemah; Jakarta: Salemba Medika. Terjemahan dari: Basic & Cinical Pharmacologi Eight Edition.

Lumbantobing, H., 2008. Efek ekstrak etanol kangkung air (Ipomeaaquatic Forks) terhadap lamanya tidur (sleeping time) mencit jantan dibandingkan dengan fenobarbital. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatra Utara.

Mardisiswojo, S., Mangunsudarso, H., 1987, Cabe Puyung Warisan Nenek Moyang, Jilid II, Jakarta: Balai Pustaka.

Mutschler, E., 1991, Dinamika Obat, Edisi V, Bandung: ITB Press.

Neal, M.J., 2006, Farmakologi Medis, Edisi kelima, penerjemah; Surapsari, J., Jakarta, Erlangga.

Robinson, T., 1995, Kandungan Kimia Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi,penerjemah; Padmawinata, BandungITB.

Saifudin, 2003, Bagaimana Obat Alam Ditemukan, Majalah Natural, Vol. II, No. 2, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Edisi Kedua, Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Syamsu, H., Hutapea, 1991, Inventaris Tanaman Obat indonesia, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Tjay, T.H., Rahardja, K., 2002, Obat-Obat Penting, Edisi V, Jakarta; DepartemenKesehatan Republik Indonesia.

Voigh, R., 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v10i1.793

ISSN: 2579-910X