EKSTRAK DAUN COCOR BEBEK (Bryophyllum pinnatum) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA SEDIAAN SIRUP HERBAL TOMAT (Solanum lycopersicum)

Elis Yuliya Sandi, Retno Wahyuningrum, Binar Asrining Dhiani

Abstract


ABSTRAK

Penggunaan antimikroba sintetik atau pengawet sintetik secara terus menerus pada makanan, seperti formalin jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Berdasarkan kejadian tersebut masyarakat mulai mencari alternatif lain dalam penggunaan antimikroba dan pengawet yang lebih sedikit memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Salah satunya dapat diperoleh dari daun cocor bebek yang diketahui memiliki aktifitas antimikroba yang bisa digunakan sebagai pengawet alami. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan efektifitas ekstrak etanol daun cocor bebek sebagai pengawet pada sediaan sirup herbal tomat, serta menentukan tingkat cemaran mikroba yang timbul pada sirup herbal tomat yang telah ditambahkan ekstrak cocor bebek terhadap variasi suhu penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan cara menguji cemaran mikroba pada sirup herbal tomat yang dinyatakan dengan Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang/Khamir Total (AKT) dan uji identifikasi Staphylococcus aureus. Pada penggunaan variasi konsentrasi ekstrak daun cocor bebek, dengan konsentrasi 3,2 % mampu mengawetkan sirup herbal tomat selama 1 minggu. Dilihat dari nilai AKT, ALT dan identifikasi Staphylococcus aureus menunjukan bahwa penyimpanan pada suhu kulkas memiliki tingkat cemaran mikroba yang lebih rendah dibanding penyimpanan pada suhu kamar. Ekstrak daun cocor bebek dengan konsentrasi 3,2 % mampu mengawetkan sirup herbal tomat selama 1 minggu, dan suhu penyimpanan sirup yang baik yaitu pada suhu kulkas.

Kata Kunci: Bryophyllum pinnatum, cocor bebek, pengawet alami, sirup herbal tomat, Solanum lycopersicum, Staphylococcus aureus.

ABSTRACT

Synthetic preservatives application in foods continuously, such as formalin can cause a variety of diseases. Alternatives of antimicrobials and preservatives which have less negative impact on health becomes necessary. It can be obtained from the cocor bebek leaves which is possess antimicrobial activity. Thus can be developed as a natural preservative. This research was aimed to determine the effectiveness of the ethanol extract of cocor bebek leaves as a preservative in Tomato Syrup, and also to determine microbial contamination in tomato syrup that has added leaf extract of cocor bebek against storage temperature variations. This research method was an experimental by testing microbial contamination in tomatoes syrup by observing Total Plate Count and Fungus / Yeast Total, and Staphylococcus aureus test. The result show that extract cocor bebek with the concentration 3.2 % was able to preserve tomatoes syrup for 1 week. It could be observed from the value of total plate count, yeast total and Identification of Staphylococcus aureus. Storage at refrigerator temperature indicates a smaller value than at room temperature. Cocor bebek leaf extract with the concentration 3.2% was able to preserve syrup tomatoes herbal for 1 week.

Key words: Bryophyllum pinnatum, cocor bebek, natural preservatives, tomato syrup, Solanum lycopersicum, Staphylococcus aureus.

References


Akinsulire, O.R., Aibinu, I.E., Adenipekun, T., Adelowotan,T., Odugbemi, T., 2007. In vitro antimicrobial activity of crude extracts from plants Briopyllum pinnatum and Kalanchoe Crenata. Afr. J. Tradit. Complement Altern. Med., 4(3): 338-344.

Depkes RI, 2000. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jilid 1. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

BPOM RI, 2006. Metode Analisis Mikrobiologi Suplemen 2000. Jakarta: Pusat Pengujian Obat dan Makanan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia.

BPOM RI, 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan, Info POM, 9(2):4-5.

BPOM RI. 2010. Acuan Sediaan Herbal. Volume 5. Ed ke-1 , Jakarta: Badan POM RI.

Darmawan, 2010. Isolasi karakteristik dan elusidasi senyawa bioaktif antidiabetes dari daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers, Tangerang selatan, LIPI.

Deiana, M., Rosa, A., Casu, V., Cotiglia, F., More, L.B. dan Dessi, M.A., 2003. Chemical composition and antioxidant activity of extract from Dephegnidium L.. JAOCS. 80(1):65-70.

Hastuti, S., 2010. analisis kualitatif dan kuantitatif formaldehid pada ikan asin di madura. Agrointek, 4:132-137.

Lachman, I., Liberman, H.A, Kanig, J,I., 1989. Teori dan praktek Farmasi Industri. Ed ke-2. Diterjemakan Suyatmi, S. dan Aisyah, I. T, Jakarta:UI Press.

Ratih, P., Rahardiyan, 2009. Uji aktivitas antimikroba ekstrak etanol daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Escherichia coli ATCC 11229 secara invitro. Biomedika, 1(2): 43-50.

SNI, 2009. Batas maksimum Cemaran Mikroba Dalam Pangan , Bogor, Badan Standarisasi Nasional:17 , 7388:2009.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v10i2.799

ISSN: 2579-910X