OPTIMASI TWEEN 80 dan SPAN 80 pada BASIS COLD CREAM MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill.) sebagai BAHAN AKTIF REPELAN terhadap NYAMUK Aedes aegypti dengan METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN

Norma Hayati, Azis Ikhsanudin

Abstract


ABSTRAK



Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor demam berdarah. Perlindungan diri dari gigitan nyamuk antara lain dapat dilakukan dengan pemakaian repelan. Salah satu bahan alami yang mempunyai aktivitas repelan adalah minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum dari tween 80 dan span 80 yang digunakan sebagai emulgator dalam repelan minyak atsiri bunga kenanga pada basis cold cream dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design. Bunga kenanga diisolasi minyak atsirinya dengan cara destilasi yang kemudian diuji sifat fisiknya melalui uji organoleptis dan pemeriksaan indeks bias. Tiga Formula krim dengan variasi tween 80 dan span 80 yang dirancang sesuai dengan metode Simplex Lattice Design. Formula I 100% tween 80-0% span 80, formula II 50% tween 80- 50% span 80, formula III 0% tween 80- 100% span 80. Konsentrasi minyak atsiri diperoleh dari orientasi dengan konsentrasi maksimal sebesar 20% v/b. Krim yang diperoleh diuji efek repelan dan sifat fisiknya meliputi uji viskositas dan uji iritasi. Hasil uji sifat fisik dan repelan krim formula orientasi dibuat profil dan dihitung respon totalnya untuk mendapatkan formula optimum. Untuk membuktikan kevalidan metode optimasi, dilakukan perbandingan hasil percobaan dengan prediksi pada krim dengan respon tertinggi kedua. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan uji-t menggunakan taraf kepercayaan 95% untuk membandingkan hasil percobaan dengan hasil prediksi berdasarkan metode Simplex Lattice Design. Hasil yang diperoleh menunjukkan formula optimum terdapat pada 0% tween 80 dan 100% span 80 dengan uji viskositas 2545 cps, uji iritasi 0,4 dan uji daya repelan 45,364 menit. Validitas metode optimasi dilakukan dengan membandingkan antara hasil percobaan dan hasil prediksi pada krim kombinasi 10% tween 80 dan 90% span 80. Hasil analisis uji-t antara percobaan dan prediksi menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada uji sifat fisik (uji viskositas dan uji iritasi) sedangkan uji daya repelan menunjukkan perbedaan yang signifikan.



Kata kunci: Aedes aegypti, repelan, minyak atsiri Canangium odoratum Baill., Tween 80, Span 80, Cold Cream, Simplex Lattice Design.









ABSTRACT





Aedes aegypti mosquito is the dengue fever vector. Self protection from mosquito bitten can be done by using the repellant. One of the substances that can be used to prevent mosquito bite is volatile oil of cananga corolla (Canangium odoratum Baill.). This research has some goals to know the optimum compotition from Tween 80 and Span 80 that use it to emulgator in cananga volatile oil repellent on the Cold Cream by Simplex Lattice Design Method. The volatile oil was isolated from the Canangium odoratum Baill. Corolla with destilation then tested its physical feature by organoleptics and refraction index. Three cream formulas which has variation in Tween 80 and Span 80 as well as Simplex Lattice Design Method. The first formula (F I) consists of 100% Tween 80 – 0% Span 80, the second (F II) consists of 50% Tween 80 – 50% Span 80, the third (F III) consists of 0% Tween 80 – 100% Span 80. The concentration of essential oil was obtained from the orientation with maximum concentration of 20% v/b. The resulting cream was tested for it’s repellent effect and physical characteristic of viscosity test and irritation test. The result of physical characteristic test and repellent cream of orientation formula were profiled and calculated for their total response to obtain the optimal formula. To prove the validity of optimation method, experiment results were compared with the prediction for the cream with second highest response. Data were statistically tested by t-test with confidance level of 95% to compare experiment result with the prediction based on Simplex Lattice Design method. The result obtained shows optimal formula is the combination of 0% tween 80 - 100% span 80 with viscosity test 2545 cps, irritation test 0,4 and time of repellent 45,364 minutes. Validity of optimation method, have done with compare experiment results with the prediction for the composition cream 10% tween 80 and 90% span 80. T-test analized result between experiment result with the prediction shows no significant difference of physical characteristic (viscosity test and irritation test) but shows significant difference of repellent effect.



Key words : Aedes aegypti, repellent, volatile oil of Canangium odoratum Baill., Tween 80, Span 80, Cold Cream, Simplex Lattice Design.

References


Anonim, 1985, Cara Pembuatan Simplisia, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, hal : 105-119.

Bolton, S.. 1997. Pharmaceutical Statistics : Practical and Clinical Applications, 3 rd Ed,610-619, Marcel Dekker Inc., New York.

Fradin, S.M., dan Day, F.D, 2002, Comparative Efficacy of Insect Repellents against Mosquito Bites, The New England Journal of Medicine, Chapel Hill Dermatology, Vol. 347 : 13-18, mark_fradin@med.unc.edu diakses pada tahun 2006.

Gandahusada, S., Pribadi, W., Ilahude, H., D., 2002. Parasitologi Kedokteran ed.3, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, pp. 161, 217, 235-237.

Harborne, J. B., 1987, Metode Fitokimia ; Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Terbitan kedua, diterjemahkan oleh Kosasih P, dan Iwang S, ITB, Bandung, hal : 127-132.

Remington. 1995. The Science and Practice of Pharmacy. Mack Publishin Company : Easton Pensylvania. Hal : 1358.

Soedarmo, S. S. P., 1988, Demam Berdarah Dengue pada Anak, Universitas Indonesia, Jakarta, hal : 19-23.

Steenis, C.G.G.J.V., 1958, Flora Voor De Scholen In Indonesia, Diterjemahkan oleh Suryo dan Wibisono, Penerbit Laboratorium Taksonomi Tumbuhan, Fakultas Bilogi UGM, Yogyakarta.




DOI: 10.30595/pji.v10i2.801

ISSN: 2579-910X