GEL DAUN KELOR SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI PADA Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VIVO

Farizky Jati Ananto, Eko Setyo Herwanto, Nayla Berliana Nugrahandhini, Yusri Chizma Najwa, Mohamad Zainul Abidin, Irma Suswati

Abstract


ABSTRAK

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri multiresisten yang sering menginfeksi luka pada kulit, yaitu luka lecet, luka sayatan, ataupun luka bakar. Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman khas Indonesia yang dikonsumsi sebagai sayur dan digunakan sebagai obat tradisional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini banyak mengandung senyawa saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol yang merupakan agen antimikroba alami pada tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gel ekstrak daun kelor terhadap lebar luka yang terinfeksi P. aeruginosa pada tikus. Penelitian ini menggunakan desain True Experimental: Pre Test – Post Test Only Group Design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dan dibuat luka insisi pada punggung yang terinfeksi P. aeruginosa. Kemudian luka diberi perlakuan dengan gel ekstrak daun kelor dengan dosis 20 mg/dl, 40 mg/dl, dan 60 mg/dl. Analisis data menggunakan variabel numerik dengan satu faktor yaitu lebar luka berdasarkan faktor pemberian gel daun kelor. Uji statistik yang digunakan adalah uji komparasi Kruskall - Wallis dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dari uji Kruskall – Wallis didapatkan nilai signifikansi p<0,05 dari hari pertama sampai hari keenam. Dari uji komparasi berganda Mann – Whitney didapatkan dosis gel daun kelor yang paling besar memberikan pengaruh adalah 40 mg/dl dan 60 mg/dl. Kemudian dengan uji korelatif Spearman didapatkan koefisien korelatif dari hari pertama sampai hari keenam adalah –0,713; –0,760; –0,866; –0,910; –0,860; dan –0,783. Dengan demikian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara gel daun kelor dengan luka infeksi P. aeruginosa yaitu semakin dosis ditinggikan maka luka infeksi semakin cepat menutup.

Kata kunci: antibiotik, daun kelor, in vivo, Pseudomonas aeruginosa.




ABSTRACT

Pseudomonas aeruginosa is one of the multiresistant bacterium that often infects wounds on the skin, abrasions, cuts, or burns. Moringa (Moringa oleifera) is a typical Indonesian crop that consumed as a vegetable and used as a traditional medicine. Various studies indicate that these plants contain saponins, flavonoids, tannins, and polyphenols which is a natural antimicrobial agent in plants. The purpose of this study is determined the effect of Moringa leaves extract gel to width P. aeruginosa infected wounds in rats. This study used True Experimental design: Pre Test - Post Test Only Group Design. Rats were divided into 5 groups and made the incision on the back with P. aeruginosa infection. Then the wounds treated with Moringa leaves extract gel at a dose of 20 mg/dl, 40 mg/dl, and 60 mg/dl. Analysis of data using the numeric variables with a factor that is the width of the wound by a factor giving Moringa leaf gel. The statistical test used is the comparison test and the Kruskal - Wallis test followed by Spearman correlation. Results of the test Kruskall - Wallis obtained significance value of p<0.05 from the first day until the sixth day. From the multiple comparison test Mann - Whitney obtained gel dosage of Moringa leaves the biggest impact was 40 mg/dl and 60 mg/dl. Then the results of Spearman correlative coefficients obtained from the first day to the sixth is -0.713; -0.760; -0.866; -0.910; -0.860; and -0.783. Thus it was concluded that there is significant influence between Moringa leaves gel with a wound infection with P. aeruginosa. More elevated gel doses could make wound infection more rapidly closing.

Key words: antibiotics, in vivo, moringa leaves, Pseudomonas aeruginosa.

References


Abalaka, M.E., Daniyan, S.Y., Oyeleke, S. B., dan Adeyemo, S.O. 2012. The antibacterial evaluation of moringa oleifera leaves extracts on selected bacterial pathogens. Journal of Microbiology Research, 2(2):1-4.

Aminah, S., Huda, M. 2008. Gambaran peningkatan resistensi bakteri (in vitro) penyebab infeksi nosokomial pada sampel luka pasca operasi terhadap beberapa antibiotik. Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.

Brooks, G.F., Carroll, K.C., Butel, J.S., Morse, S.A., Mietzner, T.A. 2014. Mikrobiologi kedokteran. Edisi 25. Penerjemah E. Nugroho dan R.F. Maulany. Jakarta: EGC.

Bukar, A., Uba, A., Oyeyi, T.I. 2010. Antimicrobial profile of Moringa oleifera lam. extracts against some food – borne microorganisms. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 3(1):43–48.

Esimone, C.O., Iroha, I.R. Ibezim, E.C. Okeh, C.O., Okpana, E.M. 2006. In vitro evaluation of the interaction between tea extracts and penicillin G against Staphylococcus aureus. Afr. J. Biotechnol., 5(11):1082-1086.

Kasolo, J.N., Bimenya, G.S., Ojok, L., Ochieng, J., Ogwal-okeng, J.W. 2010. Phytochemicals and uses of Moringa oleifera leaves in Ugandan rural communities. Journal of Medicinal Plants Research, 4(9):753-757.

Katzung, B.G. 2010. Farmakologi dasar dan klinik. Diterjemahkan oleh Kutoalubun, B.H., Indrawasih, B., Sanjaya, C., Edisi 10. Jakarta: EGC.

Kawo, A.H. 2007. Water purification potentials and in-vivo toxicity evaluation of the aqueous and petroleum ether extracts of Calotropis procera (Ait.F) Ait.F. latex and Moringa oleifera Lam seed powder. PhD thesis.. Microbiology Unit, Department of Biological Sciences, Bayero University, Kano. 184.

Kumar, V., Pandey, N., Mohan, N., Singh, R.P. 2012. Antibacterial & antioxidant activity of different extract of Moringa oleifera Leaves – an in vitro study. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 12(1):89-94.

Loho, T. dan Utami, L. 2007. Uji efektivitas antiseptik triclosun l% terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Enterococcus faecalis, dan Pseudomonas aeruginosa. Jakarta: Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

Mboto, C.I., Eja, M.E., Adegoke, A.A., Iwatt, G.D., Asikong, B.E., Takon, I., Udo, S.M., Akeh, M. 2009. Phytochemical properties and antimicrobial activities of combined effect of extracts of the leaves of Garcinia Kola, Vernonia amygdalina and honey on some medically important microorganisms. Afr. J. Microbiol. Res., 3(9):557-559.

Murwani, S., Nurhanafi, F., Winarso, D. 2013. Perbandingan potensi antimikroba ekstrak n-heksana daun kelor (Moringa oleifera) dengan kulit biji (Pericarp) jambu mete (Anacardium occidentale) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya. Malang.

Perdanakusuma, D.S. 2007. Anatomi fisiologi dan penyembuhan luka. Short Course Wound Care Update. Surabaya: JW Marriot.

Ravindra, V., Karadi, A.B., Gadge, K.R., Alagawadi, R.V.S. 2005. Effect of Moringa oleifera Lam. root-wood on ethylene glycol induced urolithiasis in rats. K.L.E.S's College of Pharmacy, India Journal of Ethnopharmacology. 105(1-2):306-311.

Rostinawati, T. 2009. Aktivitas antibakteri madu amber dan madu putih terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa Multiresisten dan Staphylococcus aureus resisten metisilin. Bandung: Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran.

Shahid, I., Bhanger, M.I. 2004. Effect of season and production location on antioxidant activity of Moringa oleifera leaves grown in pakistan. Journal of Food Composition and Analysis, 19(6–7):544–551.

Sri, M.A, dkk. 2011. Determination of saponin compound from Anredera Cordifolia (Ten) Steenis Plant (Binahong) to potential treatment for several diseases. Journal of Agriculture Science. 3(4):224-232.

Thakur, R., Jain, N., Pathak, R., Sandhu, S.S. 2011. Practices in wound healing studies of plants. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, Article ID 438056:1-17.

Tolan, R.W. 2008. Pseudomonas aeruginosa infection. at:http://www.emedicine.com /ped/topic2704. Htm [Diakses tanggal 25 Agustus 2014].

Yudistira, F.A., Murwani, S., Trisunuwati, P. 2013. Potensi antimikroba ekstrak air daun kelor (Moringa oeifera) terhadap Salmonella enteritidis (SP-1-PKH) secara In Vitro. Malang: Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v12i1.816

ISSN: 2579-910X