Pengaruh Sistem Manajemen ISO 9001:2008 Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kabupaten Sleman

Much Ilham Novalisa Aji Wibowo, Siti Munawaroh, Cahya Purnama

Abstract


ABSTRAK Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat. Perlunya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas tertuang dalam the WHO Annual Report 2008 dengan judul “Primary Health Care, Now More Than Ever”. Upaya peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas sertifikasi ISO 9001:2008 pada tingkat internasional. Sertifikasi ISO 9001 diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas. Dalam rangka untuk memastikan penerapan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di puskesmas kabupaten Sleman khususnya pada pelayanan kefarmasian, maka diperlukan suatu pengukuran khusus pada pelayanan kefarmasian di puskesmas Kabupaten Sleman yang sudah dan yang belum menerapkan ISO 9001:2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Sleman yang sudah dan belum menerapkan ISO 9001:2008. Penelitian didesain menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancang cross sectional. Data yang diambil meliputi data kuantitatif dari observasi pelayanan kefarmasian di Puskesmas dan data kualitatif dari hasil wawancara mendalam. Periode penelitian 23 Oktober 2012 sampai 23 Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan Nilai kepatuhan pada prosedur tetap di puskesmas ISO dan non ISO adalah 1,25 dan 1. Rata-rata waktu penyiapan obat racikan dan non racikan di puskemsas ISO secara berurutan adalah 383 detik dan 193 detik. rata-rata waktu penyiapan obat racikan dan non racikan di puskesmas non ISO secara berurutan adalah 446 detik dan 193 detik. Rata-rata waktu penyerahan obat di puskesmas ISO adalah 87 detik, rata-rata waktu penyerahan obat pada puskesmas non ISO adalah 60 detik. Persentase kesesuaian resep dan obat di puskesmas ISO dan non ISO adalah 100% dan 99,98%. Persentase kelengkapan label obat di puskesmas ISO dan non ISO adalah 100% dan 100%. Persentase pengetahuan pasien di puskesmas ISO dan non ISO adalah 84,97% dan 72,47%. Tingkat kepuasan pasien di puskesmas ISO dan non ISO dalam kategori “Puas”. Kebijakan SMM ISO 9001:2008 yang diterapkan pada pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kabupaten Sleman tidak mempengaruhi pelayanan kefarmasian secara signifikan. Sistem manajemen ini hanya mempengaruhi 4 indikator pelayanan kefarmasian yaitu indikator pengetahuan pasien terhadap obat, waktu penyerahan obat, kelengkapan label obat dan kepuasan pasien. Tiga indikator lain yaitu indikator waktu penyiapan obat, kesesuaian resep dan obat, dan kepatuhan terhadap protap, tidak dipengaruhi oleh sistem manajemen ISO 9001:2008. Kata kunci: ISO 9001:2008, kepuasan pasien, Puskesmas, pelayanan kefarmasian,. ABSTRACT The vision of health development organized by the district health center is achieving district healthy. The need for improving the quality of health services in health centers contained in the WHO Annual Report 2008 under the title "Primary Health Care, Now More Than Ever". The efforts to improve the quality of services in health centers is ISO 9001:2008 certification at the international level. ISO 9001 certification is expected to improve the quality of pharmacy services at health centers. In order to ensure the implementation of quality management system certification ISO 9001:2008 in Sleman district health centers especially in pharmaceutical services, we need a special evaluation of pharmacy services at existing health centers and Sleman district that have not implemented ISO 9001:2008. The purpose of this study is to describe the influence of ISO 9001:2008 quality management system for pharmacy services at district Sleman health centers who have and have not implemented the ISO 9001:2008. The study design is a descriptive cross-sectional design. Data captured includes quantitative data from observations of pharmacy services at the health center and qualitative data from in-depth interviews. The study period October 23, 2012 until December 23, 2012. The results showed Score adherence to standard operating procedures at the clinic ISO and non-ISO is 1.25 and 1. Average preparation time for non-drug concoction and concoction at ISO puskemsas sequence was 383 seconds and 193 seconds. average preparation time mixing and non-mixing drugs in health centers in order are non ISO 446 seconds and 193 seconds. Average delivery time ISO medicine in health centers is 87 seconds, the average time on the drug delivery centers are non-ISO 60.75 seconds. Percentage suitability prescription drugs in health centers and ISO and non ISO is 100% and 99.98%. The percentage of drugs in health centers completeness label ISO and non ISO is 100% and 100%. The percentage of patients in the clinic knowledge of ISO and non-ISO is 84.97% and 72.47%.. The levels of patient satisfaction in ISO and non ISO clinic in category "Satisfied". The policy of Quality Management System ISO 9001:2008 that applied to the community health center in Sleman district does not affect the improvement of pharmaceutical services at the community health center. The observations indicate that the quality was not much different in the two types of community health center, it makes an ISO 9001:2008 should be reviewed. Key words: ISO 9001:2008, patient satisfaction, pharmaceutical services, public health center.

References


Departemen Kesehatan RI. 2001. Penyelenggaraan puskesmas di era desentralisasi. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Trihono. 2002. ARRIME Pemanajemen puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. WHO. 2008. The world health report 2008: primary health care now more than ever. Switzerland: World Health Organization. Van den Heuvel, J. 2005. An ISO 9001 quality management system in a hospital bureaucracy or just benefits? International Journal of Health Care Quality Assurance incorporating leadership health services, 18 (4-5):361-369. Larson, L.N., Jhon, P.R., & Linda, D.M. 2002. Patient satisfaction with pharmaceutical care: update of a validated instrument, Journal of The American Pharmaceutical Association, 42:44-50. Gasperzs, V. 2006. ISO 9001:2000 and continual quality improvement. Cetakan ke-empat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. WHO. 1993. How to investigate drug use in health facilities, selected drug Use Indicator: action programe on essentiale drugs. Geneva: World Health Organization. Dahlan, M. 2011. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Ed.3. Jakarta: Salemba Medika Press. Peraturan Menteri. 2010. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan penilaian kinerja unit pelayanan publik. Jakarta: Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. International Standar Organization. 2008. Revision of ISO 9004:2000. Diperoleh dari: http://www.iso.org (diakses 1 Januari 2013). Departemen Kesehatan RI. 2008a. Modul TOT pedoman pelayanan kefarmasian di puskesmas. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Dansky, K., Brannon, D. 1996. Strategic orientation and tqm: linking vision to action. Journal of Quality management, 1:227. Kenny, D.J., Conway, R.M. & Johnston, D. H. 1999. The development of ISO 9002 quality management standards for canadian dental practice. Journal Canadian Dental Association, 65(2):105-8. Strasser, R.M. 1995). Measuring patient satisfaction for improved patient services. Michigan: Health Administration Press. Suardi, R. 2004. Sistem manajemen mutu ISO 9000:2000: Penerapannya untuk mencapai TQM. Jakarta: Penerbit PPM. Maharani, C. 2009). Sistem manajemen mutu ISO 9000 sebagai alat peningkatan kualitas organisasi pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1):40-47. Sugiyatmi, T.A. (2012). Analisis Biaya mutu (cost of quality) dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Program Magister Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan. Yogyakarta, Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada.


Full Text: ##PDF##

ISSN: 2579-910X