POTENSI BIJI SAGA (Abrus precatorius) SEBAGAI KONTRASEPSI PRIA

Siti Muslichah, Wiratmo Wiratmo, Diana Holidah, Fifteen Aprilia Fajrin

Abstract


ABSTRAK

Saga (Abrus precatorius) merupakan salah satu tanaman yang dikenal mempunyai banyak aktivitas farmakologi. Biji saga digunakan oleh pengobat tradisional Ayurveda sebagai bahan kontrasepsi oral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi fraksi biji n-heksana, fraksi kloroform, dan fraksi biji saga sebagai bahan kontrasepsi pria. Fraksi-fraksi tersebut diberikan secara oral dengan dosis masing-masing 75 mg/kg bb selama 20 hari. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dengan berat badan 200-250 g berumur 2-2,5 bulan dikelompokkan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah, motilitas, viabilitas serta peningkatan abnormalitas spermatozoa yang signifikan dibandingkan kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak biji saga mempunyai efek terhadap reproduksi pria yang menunjukkan potensi tanaman ini sebagai pengatur kesuburan pria.

Kata kunci: biji saga, kontrasepsi pria, kualitas sperma, jumlah sperma.

ABSTRACT

Saga (A. precatorius) is a medicinal plant having various pharmacological activities. A. precatorius seed was used by Ayurvedic practitioners as an oral contraceptive. The present study was aimed to evaluate the contraceptive potentials of hexane, chloroform and methanolic fractions of precatory seed as male contraceptive. The organic fractions were administered orally with the dose of 75 mg/kg body weight for 20 days. Twenty five male rats weight 200-250 g of 2-2.5 month old are grouped using Complete Random Design. A significant decline in sperm count and viability, total inhibition of sperm motility, and increased numbers of sperm abnormalities were observed after 20 days of treatment. The result showed that A. precatorius seed extract affected male reproduction, suggesting the potential role of this plant in the regulation of male fertility.

Key words: Abrus precatorius, male contraceptive, sperm quality, sperm count.

References


Abu, M.S., Manirul, H.A.B.M., Majid, M.A. dan Anwarul, I.M. 2012. Antifertility studies on ethanolic extract of Abrus precatorius L. on Swiss male albino mice. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 3(1):288-292.

Arsyad, K.M., 1986. Kemungkinan pengembangan kontrasepsi pria. Majalah Medika, 12(4):342-351.

Bhatt, N., Chawla, S.L., dan Rao, M.V., 2007. Contraceptive evaluation of seed extract of Abrus Precatorius (L.) in male mice (Mus Musculus). Journal of Herbal Medicine and Toxicology, 1(1):47-50.

Benson, S., Olsnes, S., Pihl, A., Skorve, J., dan Abraham, A.K., 1975. On the mechanism of protein-synthesis inhibition by abrin and ricin. Eur. J. Biochem. 59:573-580.

BPS (Badan Pusat Statistik), 2014. Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010; 2012. [dikutip 23 Mei 2014]. Diambil dari http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=1

Engelina, N., Moeloek, dan Suhana, N., 1989. Kemungkinan penggunaan sulfasalazine sebagai kontrasepsi pria. Jurnal Kedokteran dan Farmasi, MEDIKA:15(1).

Ganong, M.D. dan Wiliam, F., 2008. Fisiologi kedokteran Edisi 22. Terjemahan Brahm U. Pendit. Jakarta: EGC Kedokteran.

Guyton, A.C., 1994. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 7. Alih Bahasa: dr Ken Ariata Tengadi. Jakarta: EGC.

Jahan, S., Rasool, S., Khan, M.A., Ahmad, M., Zafar, M., Arshad, M., dan Abbasi, A.M., 2009. Antifertility effects of ethanolic seed extract of Abrus Precatorius L. on sperm production and DNA integrity in adult male mice. Journal of Medicinal Plants Research, 3(10):809-814.

Ligha, A.E. dan Oyibo, A.C., 2012. The effect of Indian liquorice on fertility potentials of male rat. Journal of Physiology and Pharmacology Advances, 2(2):109-116.

Musafaah dan Noor, F.A., 2012. Faktor struktural keikutsertaan pria dalam ber-Keluarga Berencana (KB) di Indonesia (analisis data SDKI 2007). Bul Penelit Kesehat, 40(3):154–161.

Narayanan, S., Surolia, A., Karande, A.A., 2004. Ribosome-inactivating protein and apoptosis : abrin causes cell death via mitochondrial pathway in jurkat cells. Journal of Biochemical, (377):233-240.

Nurhuda, Soeradi, O., Suhana, N., dan Sadikin, M., 1995. Pengaruh pemberian ekstrak buah pare dosis 750 mg/kg bb sampai dosis 2000 mg/kg bb terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa tikus jantan strain LMR. Jurnal Kedokteran YARSI, 3(2):1-8.

Partodihardjo, S., 1980. Ilmu reproduksi hewan. Jakarta: Mutiara Jakarta.

Pokharkar, R.D., Saraswat, R.K., dan Kanawade, M.G., 2009. Contraceptive evaluations of oil extract of seeds on fertility of female rats. Vidyodaya Journal Science, 3(2):41-46.

Purwaningsih , E. dan Soeradi, O., 1993. Pemberian infusa buah manggis muda (Garcinia mangostana) pada semen manusia dan pengaruhnya terhadap motilitas, viabilitas, dan integritas membran spermatozoa secara in vitro. Jurnal Kedokteran YARSI, 1(2):28-38.

Sinha, S. dan Mathur, R.S., 1990. Effect of steroidal fraction of seeds of Abrus precatorius L. on rat testis. Indian J. Exp. Biol., 28:752-756.

Talukder, S., Sarker, S., Hossain, M.A., Khan, M.A.H., Hannan, M.A., dan Islam, M.T., 2012. Evaluation of fertility disrupting potentials of Abrus precatorius seed extracts in male rats for arresting spermatogenesis and suppressed fertility in vivo. Journal of Medical & Allied Health Sciences, 1(1):12-19.

Toelihere, M.R., 1981. Fisiologi reproduksi pada ternak. Bandung: Angkasa Press.

Verma dan Chinoy, 2001. Effect of papaya seed extract on microenvirontment of cauda epididimis. Asian J Andriol, 3:143-146.

Winarno dan Dian, 1997. Informasi tanaman untuk kontrasepsi tradisional. Jakarta: Depkes.

Yatim, W., 1994. Reproduksi dan embriologi. Bandung: Tarsito.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v11i2.836

ISSN: 2579-910X