MINYAK ATSIRI, PERBANDINGAN KADARNYA PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) YANG DIKERINGKAN DENGAN METODE SINAR MATAHARI DAN OVEN BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETRI MASSA (KGSM)

Dwi Nur Meilaningrum, Tjiptasurasa Tjiptasurasa, Wiranti Sri Rahayu

Abstract


ABSTRAK

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tumbuhan dari familia Zingiberaceae yang secara historis mempunyai kegunaan tradisional yang cukup luas di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu proses terpenting dalam tahap pembuatan simplisia rimpang temulawak adalah proses pengeringan, pada proses tersebut kuantitas dan kualitas kadar minyak atsiri rimpang temulawak bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar minyak atsiri rimpang temulawak dengan pengeringan sinar matahari dan oven. Hasil kadar minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada pengeringan sinar matahari adalah 0,14%v/b sedangkan pada pengeringan oven adalah 0,28%v/b. Hasil yang diperoleh dari analisis dengan uji t menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna, ini ditunjukkan dari nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Kemudian dilakukan analisis kualitatif minyak atsiri dengan kromatografi Gas Spektrometri Massa, dengan fase gerak helium dan fase diam fenil metil siloksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri temulawak dari pengeringan sinar matahari terdiri atas 28 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah sineol, champhor, alpha kurkumin, androsta, dan alpha chamigren sedangkan pengeringan oven terdiri atas 33 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah champhor, alpha kurkumin, androsta, germakron dan alpha chamigren.
Kata kunci: minyak atsiri, rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), pengeringan, KGSM.

ABSTRACT

Curcuma xanthorrhiza Roxb is a crop from Zingiberaceae family that historically has enough wide traditional use in around of Indonesian people. One of the important process in preparation of simplicia Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome is drying process, where the process influence the quantity or quality volatile oil level of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome. The aim of this research was to find out the volatile oil level on Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome by oven and drying sunshine. Result of volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome at drying sunshine was 0.14% v/w whereas at drying oven was 0.28% v/w. Obtained result from t test analysis indicated the existence of mean difference, this indicated from t value more than t table. Later perform qualitative analysis of volatile oil with Gas Chromatography Mass Spectrometer with helium as mobile phase and phenyl metil syloksan as stationary phase. This research result indicated that volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. from solar drying consist of 28 chemical constituents. The top five components of the essential oil were cineole, camphor, alpha curcumin, androsta, dan alpha chamigren. Volatile oil from oven drying consists of 33 chemical constituents. The top five components of the essential oil were camphor, alpha curcumin, androsta, germacron and alpha chamigren.
Key word : essential oils, Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome, drying, GCMS.

References


Anonim. 2008. Material Safety Data Sheaet. http://www.directionaromatics/D11 html. diakses 25 juni 2008.

Agusta, A. 2000. Minyak Atsiri Tanaman Tropik Indonesia. Bandung. ITB.

Depkes RI. 1985a. Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta: Penerbit Direktoral Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

__________. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta. : Departemen Kesehatan RI.

Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri. Jilid IV (terjemahan ). Ketaren. Jakarta UI Press.

http://balittro.litbang.deptan.go.id/index2.php?option=com...do_pdf. [16februari2008]).

Sastrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Universitas Gajah Mada: Jogya.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v6i3.882

ISSN: 2579-910X