Kapasitas Daya Hambat Antibakteri Minyak Atsiri Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

Layli Adhayani, Rasistia Ramadhani, Rima Ristianti

Abstract


Minyak nilam Aceh mengandung senyawa yang aktif sebagai antibakteri seperti patchouli alcohol, eugenol, beta-caryophyllene, seychellene, gurjunene, alpha-guaiene, beta-patchoulene, bulnesene, dan gamma-guaiene.  Kajian ini akan menguraikan daya hambat minyak nilam Aceh yang telah diredistilasi di Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala. Minyak atsiri nilam diambil dari Kabupaten Aceh Jaya dan diuji daya hambatnya terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Bahan yang digunakan adalah isolat bakteri MRSA, minyak nilam dengan berbagai konsentrasi. Pembuatan konsentrasi minyak nilam dilakukan dengan mencampurkan minyak nilam dengan larutan etanol. Konsentrasi minyak nilam yang diuji dalam penelitian ini adalah 80, 40, 20, dan 10%. Pengujian antimikroba dilakukan berdasarkan metode difusi cakram Kirby-Bauer, masing-masing tiga ulangan setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nilam terbaik untuk daya hambat bakteri adalah 80% dengan diameter zona hambat terhadap MRSA sebesar 11,78 mm. Penelitian ini juga membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak nilam maka semakin besar daya hambat bakterinya.


Keywords


antimikroba; kapasitas daya hambat; minyak nilam Aceh; MRSA

References


Berdy, J. 2005. Bioactive Microbial Metabolites. The Journal of Antibiotic, 58(1): 1-26.

Bulan, R., Sastrohamidjojo, H., Soelistyowati, R.D. 2000. Isolasi, Identifikasi dan Sintesis turunan Patchouli Alkohol dari Minyak Nilam. Thesis. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Dechayont, B., Ruamdee, P., Poonnaimuang, S., Mokmued, K., Chunthorng-orn, J. 2017. Antioxidant and Antimicrobial Activities of Pogostemon cablin (Blanco) Benth. Journal of Botany, Article ID 8310275.

Huang, H.R., Wu, W., Zhang, J.X., Wang, L.J., Yuan, Y.M., Ge, X.J. 2016. A Genetic Delineation of Patchouli (Pogostemon cablin) Revealed by Spesific-Locus Amplified Fragment Sequencing. Journal of Systematics and Evolution, 54(5): 491-501.

Hudzicki, J. 2009. Kirby-Bauer Disk Diffusion Susceptibility Test Protocol. American Society For Microbiology.

Idris, A., Jura, M.R., Said, I. 2014. Analisis Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Produksi Kabupaten Buol. Jurnal Akademika Kimia, 3(2): 79-85.

Nicholas, A.T., Batu K, S-K., Stacey, A.M., Emily, M.E., Pratik, P.S., Manuela, C. Thomas, L.H., Vance G.F.Jr. 2019. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus: an overview of basic and clinical research. Antimicrobial Resistance, 17:203-218.

Nuryani, Y., Emmyzar., Wiranto. 2005. Budidaya Tanaman Nilam. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika. Sirkuler.

Pantosti, A., Venditti, M. 2009. Series: MRSA and The Pulmonologist. European Respiratory Journal, 34 (5): 1190-1196.

Parangin-angin, B., Lubis, A.M. 2017. Identifikasi Kemurnian Minyak Nilam dengan Metode Pengamatan Spektrum Fluoressensi. Agrium, 21 (1) : 20-25.

Swamy, M.K., Sinniah, U.R. 2015. A Comprehensive Review on The Phytochemical Constituents and Pharmacological Activities of Pogostemon cablin Benth: An Aromatic Medicinal Plant of Industrial Importance. Molecules, 20(5): 8521-8547.

Swamy, M.K., Sinniah, U.R. 2016. Patchouli (Pogostemon cablin Benth.): Bothany, agrotechnology, and biotechnological aspects. Industrial Crops and Products, 87: 161-176.

Xian, Y., Xue, Z., Sui-Ping, Y., Wei-Qi, L. 2013. Evaluation of Antibacterial Activity of Patchouli Oil. Iranian Journal of Pharmaceutical Research, 12 (3): 307-316.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.8938

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X