STRATEGI COPING DALAM MENGHADAPI KONFLIK PERKAWINAN PADA SUAMI YANG ISTRINYA BEKERJA SEBAGAI TKW

Feriza Nuke Orienta, Dyah Astorini Wulandari

Abstract


Konflik perkawinan adalah perbedaan-perbedaan yang tidak terhindarkan yang terdapat pada kedua pasangan perkawinan dengan sendirinya akan memberikan pengaruh bagi berkembangnya perspektif yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persoalan dalam konflik perkawinan pada suami yang istrinya bekerja sebagai TKW dan bagaimana strategi coping yang dilakukan suami untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik perkawinannya. Strategi coping adalah usaha-usaha baik kognitif maupun perilaku yang bertujuan untuk mengelola tuntutan lingkungan dan internal, serta mengelola konflik-konflik yang mempengaruhi individu melampaui kapasitas individu.. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data primer adalah suami yang istrinya menjadi TKW. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive atau pengambilan subjek dengan kriteria tertentu. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (indepth interview). Validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis datanya menggunakan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan simpulan data. Hasil penelitian, menunjukan adanya persoalan dalam konflik perkawinan dalam kehidupan rumah tangga para TKW yaitu meliputi keuangan, komunikasi, aktivitas-aktivitas yang tidak disetujui oleh pasangan seperti perjudian, minum-minuman keras dan extramarital affair, kemdian faktor karakteristik individual seperti nilai sikap dan kepercayaan, kebutuhan dan kerpibadian serta perbedaan persepsi. Strategi coping yang dilakukan suami dalam menghadapi konflik perkawinannya yaitu informan kedua menggunakan problem focused coping yaitu individu membuat rencana dan tindakan lebih lanjut untuk memecahkan permasalahan dengan positif. Informan pertama dan ketiga menggunakan emotion focused coping untuk meredakan emosi tanpa berusaha mengubah suatu situasi dan mencoba melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang menekan emosinya.

References


Candrasari. Y. (2005). Analisis Faktor-Faktor Perceraian Keluarga di Surabaya. Laporan hasil penelitian, UPN “Veteran” Jatim

Candrasari. Y. (2007). Pola Komunikasi Keluarga dan Pola Asuh Anak TKW. Laporan hasil penelitian, UPN “Veteran” Jatim

Dewi, E.M.P & Basti, (2008). Konflik Perkawinan dan Model Penyelesaian Konflik pada Pasangan Suami Istri, Jurnal Ilmiah Psikologi, (2),1, 42-51

Poerwandari, K. (2005). “Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia” Jakarta: LPSP 3 Universitas Indonesia

Purwoko. B. (2008). Buku Organisasi dan Manajemen Bimbingan Konseling. Surabaya : Unesa University Press

Qomariyah, N.N. (2015). Gambarana Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage). Skripsi . Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Ramulyo, M.I. (2002). Hukum Perkawinan Islam. Bumi Aksara: Jakarta

Rini I.R.S. (2009). Hubungan Antara Keterbukaan Diri Dengan Penyesuaian Perkawinan Pada Pasangan Suami Istri yang Tinggal Terpisah, Jurnal Ilmiah Psikologi Psycho Idea. VII, (2), 1-13

Sadarjoen, S.S. (2005), Konflik marital : Pemahaman konseptual, actual dan alternative solusinya, Bandung : Refika Aditama

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Willis, S. S. (2009). Konseling Keluarga : Family Counseling. Bandung : Alfabeta


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/psychoidea.v14i1.1573

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2654-3516