Kesepian Pada Middle Age yang Melajang (Studi Fenomenologis Tentang Tipe Kesepian)

Dyah Putri Wardani, Dyah Siti Septiningsih

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipe kesepian pada middle age yang masih melajang di Purwokerto.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan 1 berjenis kelamin pria menunjukkan 7 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (sedang melakukan tahap pendekatan dengan lawan jenis), mengalami interpersonal loneliness (merindukan wanita yang pernah dekat, setelah putus dengan wanita tersebut banyak menjalin hubungan dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memiliki wanita yang cocok untuk dinikahi, memiliki pemikiran bahwa menjalin hubungan dengan wanita yang berjarak jauh tidak akan berjalan lancar), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain), kesepian psikologikal (pengalaman masa lalu berpengaruh untuk kehidupan saat ini sehingga merasa kecewa, menyesal, merasa bersalah dan merasa kena kualat), kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri), dan kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat). Informan 2 berjenis kelamin pria menunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (ingin memiliki hubungan yang serius dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memilki wanita yang cocok untuk dinikahi, merasa tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita karena merasa belum mapan dari segi ekonomi), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain, lebih memilih Allah SWT sebagai tempat curahan hatinya) dan kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri). Informan 3 berjenis kelamin wanitamenunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga dan belum terpenuhi), kesepian kognitif (hanya mencurahkan hati dengan kakak), kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat, keadaan lingkungan tempat tinggal sepi), dan culture shock (merasa kesulitan menyesuaikan diri saat berada dilingkungan baru).

 

 

Kata Kunci : Tipe Kesepian, Middle Age, Lajang.


References


Bruno, F.J.S. (2000). Conguer Loneliness: Cara Menaklukan Kesepian. (Alih Bahasa: Sitanggang). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Hurlock, E.B. (1980), Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. (Alih Bahasa: Istiwidayanti & Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.

Mandasari, S.P. (2007). Perbedaan Loneliness pada Pria dan Wanita Usia Lanjut Setelah Mengalami Kematian Pasangan Hidup. Artikel Ilmiah dalam http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2007/Artikel_10502248.pdf . Diakses pada 23 Oktober 2013.

Oktaria, R. (2009). Kesepian pada Pria Usia Lanjut yang Melajang. Artikel ilmiah dalam http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10504146.pdf Diakses pada 27 November 2013.

Papalia, D.E., Shally & Ruth, (2008). Human Development: Psikologi Perkembangan Edisi Kesembilan. (Alih Bahasa: A.K. Anwar). Jakarta : Kencana.

Santrock, J.W. (1995). Life-Spain Development: Perkembangan Masa Hidup Edisi 5 Jilid II. (Alih Bahasa: Achmad Chusairi & Juda Damanik). Jakarta: Erlangga.

Sears, D O, Jonathan,F L, & Peplau,A, (1988). Social Psychology Fifth Edition. (Alih Bahasa: Michael Adryanto & Savitri Soekrisno). Jakarta: Erlangga.

Suardiman, S.P. (2011). Psikologi Usia Lanjut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sumanto. (2014). Psikologi Perkembangan, Fungsi dan Teori. Yogyakarta: CAPS.

Wade, C & Tavris. C, (2008). Psychology 9th: Psikologi Edisi ke-9 Jilid 2. (Alih Bahasa: Padang Mursalin & Dinastuti). Jakarta: Erlangga


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2118

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2654-3516