HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DARI KELUARGA BROKEN HOME

Haesty Mulyana R.D, Santi E Purnamasari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja dengan keluarga broken home. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara harga diri dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Pengambilan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 50 remaja dari keluarga broken home dengan batasan usia 16-18 tahun dan terdiri dari 28 remaja perempuan dan 22 remaja laki-laki. Pengambilan data penelitian menggunakan Skala Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah dan Skala Harga Diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai rxy sebesar -0.328 (p<0.05). Hal ini berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Variabel harga diri terbukti memberikan sumbangan sebesar 10.8% terhadap tinggi rendahnya sikap terhadap perilaku seksual pranikah, sedangkan 89.2% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Kata Kunci : sikap terhadap perilaku seksual pranikah, harga diri

References


Ahmadi, A. 1990. Psikologi Sosial. Jakarta : Rineka Cipta.

Ajzen, I. 1988. Attitudes, Personality and Behavior. Milton Keynes : Open University Press.

Azwar, S. 1998. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

_______. 2000. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Chaplin, C.P. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Alih Bahasa : Kartini Kartono. Jakarta : Raja Grafindo Pustaka.

Clayton, C.E. & Bokeimeier, A.G. 1980. Clinical Procedure for Behavior Therapy. New Jersey : Prentice Hall Inc.

Coopersmith, S. 1967. The Antecendent of Self Esteem. San Fransisco : W.H. Freeman and Company.

Croker, J.M. 1993. The Adolescence. Second Edition. San Fransisco : W.H. Freeman and Company.

Faturochman. 1992. Sikap dan Perilaku Seksual Remaja di Bali. Jurnal Psikologi. Tahun XIX, (1); 12-18.

Gargen, K.J. 1970. The Concept of Self. New York : Raineheart and Winston Inc.

Gerungan, W.A. 2004. Psikologi Sosial. Bandung : Esco.

Hurlock, E. B. 1990. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Kartono, K. 1995. Psikologi Wanita : Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Jilid I. Bandung : Mandar Maju.

Mönks, F.J., Knoers, A.M.P., Haditono, S.R. 1996. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gadjah Mada Univerity Press.

Noerjiswan, J. 1979. Pembinaan Harga Diri Pada Anak : Perkembangan Anak dan Remaja. Penerbit Proyek YKK.

Parcel, G.S. & Carvajal; S.C., Banspach, S.W.; Basen-Enquist, K.; Coyle, K.K. & Kirby, D; & Chan, W. 1999. Psychosocial Predictors of Delay of First Sexual Intercourse by Adolescents. Health Psychology. 18 (5); 443-452.

Ramdhani, N. 1991. Harga Diri yang Rendah. Jurnal Psikologi. Vol. XIII (52); 427-436.

Santrock, J.W. 2003. Adolescence : Perkembangan Remaja. Alih Bahasa : Adelar S.B. & Saragih, S. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Sarwono, S.W. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Schubotz, O., Rolston, B. & Simpson, A. 2004. Sexual Behaviour of Young People in Northern Ireland : First Sexual Experience. Critical Public Health, 14 (2); 177-190.

Shaluhiyah, Z. 2006. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja di Jawa Tengah : Implikasinya terhadap Kebijakan dan Layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Makara, Kesehatan. Vol X (1); 29-40.

Sulaeman, H. 1995. Psikologi Remaja : Dimensi Perkembangan. Bandung : Mandar Maju.

Tim PKBI. 1999. Data Konseling Sahabat Remaja. Yogyakarta : Tim BKKBN.

________. 2006. Metode Pendampingan Sekolah. Yogyakarta : Tim BKKBN

Wahyurini, C. & Ma’shum, Y. 2004. Biang Keladi Perilaku Seksual Kita. Kompas. 9 Januari.

Whitaker, D.J, Miller, K.S, & Clark, L.F. 2000. Reconceptualizing Adolescent Sexual Behavior: Beyond Did They or Didn’t They? Family Planning Perspectives, 32 (3); 111-117.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/psychoidea.v8i2.233

ISSN: 2654-3516