RESILIENSI ANAK TUNGGAL YANG MEMILIKI ORANGTUA TUNGGAL DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI RENDAH

Wahyu Dhyanita Abhisekha Puspa Riyanda, Aloysius Soesilo

Abstract


Low socioeconomic status (SES) is one of the most common occurring problems  today. This kind of adversity may have serious impacts on societies, especially on only children who live with their single parent. The impacts may occur in several aspects such as parenting, child education and behavior and other psychological problems.This study intends  tofirst identifiy the difficulties and problems that the only  child with a single parent in low income and social status faces and to describe the adaptive processes within this significant adversity. This qualitative research uses a phenomenological approach. The data is collected through in-depth interviews and observations. The research participants are two children, each as an only child (one female, 14 years old, and one male, 18 years old), not married, and each of them hasa single parent with low socio economic status. The result of this study has shown both participants are adversely affected by their lack of affection and attention from their parents. They are not able to get possessions like their peers do.The limited role the single parent does and the low SES have affected the parenting styles  and the attitude and self-control of the children under in difficult situations. Resilience of both participants apparently differs in their adaptation within these significant adversities and in their orientation about education and career.

 

Keyword : Resilience, Only Child, Single Parent, Low Socioeconomic Status


References


Aprilia, W. (2013).Resiliensi Dan Dukungan Sosial Pada Orang Tua Tunggal. Jurnal Psikologi. 1 (3), 268-279.

Andry, P. P & Rahayu, E. (2014). Kesepian Anak Tunggal Pada Dewasa Muda.

Psikodimensia 13(1),1-9.

Badan Pusat Statistik. (2007). Survei sosial ekonomi nasional 2007. Diunduh dari

http://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php/home. Diakses pada Juli 2016.

Baron & Byrne. (2000). Psikologi Sosial. Massachusetts: A Pearson Education Company.

Barus, C.P. (2013). Sosial Ekonomi Keluarga Dan Hubungannya Dengan Kenakalan Remaja Di Desa Lantasan Baru Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Welfare State. 2(1). 1-9

Blake, J. (1989). Family Size and Achievement. Berkeley: University of California

Press.

Cahyani, K.D. (2016). Masalah Dan Kebutuhan Orang Tua Tunggal Sebagai Kepala Keluarga. E-Journal bimbingan dan konseling. 8 (5), 156-163.

Jayanti, A.D & Rachmawati, M.A. (2008). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Problem Focused Coping Pada Siswa SMU Program Bertaraf Internasional (SBI). Skripsi yang tidak diterbitkan. Universitas Islam Indonesia.

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai Dan Penanganan Konflik Dalam Keluarga. Jakarta: Prenada Media Group.

Luthar, S.S., Ciccheti, D., & Becker, B. (2000). The Construct Of Resilience: A

Critical Evaluation And Guidelines For Future Work. Child Development, 71 (3), 543-562.

McLanahan, S. & Sandefur, G. (1997).Growing Up With A Single Parent: What

Hurts, What Helps. Cambridge: Harvard University Press.

Muliasari, S. (t.t). Motivasi Belajar Remaja Akhir Yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga Dengan Sosial Ekonomi Rendah. Skripsi yang tidak diterbitkan. Universitas Gunadarma.

Nasa, A. F. (2012). Hubungan Antara Resiliensi Keluarga Dan Optimisme Pada

Mahasiswa Yang Berasal Dari Keluarga Miskin. Skripsi yang tidak diterbitkan.Universitas Indonesia.

Noor, N. M & Alwi, A. (2013). Stressor And Well Being In Low Socioeconomic

Status Malaysian Adolescents: The Role Of Resilience Resources. Asian Journal of Social Psychology, 16 (4), 292-306.

Nurwati, N. (2008). Pengaruh Kognisi Sosial Dan Ekonomi Keluarga Terhadap

Motivasi Pekerja Anak Dalam Membantu Keluarga Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jurnal Kependudukan Padjajaran, 10(2), 112-121.

Only child. (t.t). Retreived from:

http://family.jrank.org/pages/1224/Only-Children.html . diakses pada 22 September 2016.

Pratama, B. (2014). Resiliensi di rumah tangga pada ibu sebagai orang tua tunggal. Skripsi yang tidak di terbitkan. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Reivich & Shatte. (2002). The Resilience Factor. New York: Three Rivers Press.

Santrock. (2008). Perkembangan anak (Jilid 1), (Terjemah : Mila Rachmawati & Anna Kuswanti), Jakarta : Erlangga.

Sarafino, E.P & Smith, T. W. (2002). Health Psychology Biopsychosocial Interactions 7th Edition. New John Wiley and Sons Inc.

Solikhah, A. (2016). Problematika dan Resiliensi Keluarga Single Parent (Studi Kasus Empat Keluarga Di Desa Sabdodado, Bantul. Tesis yang tidak diterbitkan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Sundari, A.R., Herdajani, F. (2013). Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan

Psikologis Anak. 256-271. Diunduh dari http:// publikasiilmiah.ums.ac.id. Diakses pada 23 September 2016

Widiastuti, C. (2016). Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Anak Tunggal Yang Diasuh Oleh Orangtua Tunggal Di Tinjau Dari Jenis Kelamin. Skripsi Yang Tidak Di Terbitkan. Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana.

Wijianto & Ulfa, I.K. (2016). Pengaruh Status Sosial Dan Kondisi Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Bekerja Bagi Remaja Awal (Usia 12-16 Tahun) Di Kabupaten Ponorogo. Al Tijarah, 2(2), 190-209.

Winkler, A. (2014). Resilience As Reflexity: A New Understanding For Work With Looked After Children. Journal of Social Work Practice, 28(4), 461-478.

Yapazil, G. (2016). Perbedaan Psychological Well Being Pada Remaja Motherless

dan Fatherless. Skripsi yang tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi. Universitas Surabaya.

Zalewski, M., Lengua, L.J., Fisher, P.A., Trancik, A., Bush, N.R. & Meltzoff,

A.N. (2012). Poverty And Single Parenting: Relations With Preschoolers’ Cortisol And Effortful Control. Infant and Children Development, 21 (5), 537-554.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/psychoidea.v16i1.2498

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 1693-1076