Pemahaman Konsep Belajar untuk Mengasah Kecerdasan Majemuk : Pendekatan Penelitian Tindakan

intan rahmawati, Yuliezar Perwira Dara, Ulifa Rahma

Abstract


Kurang optimalnya pendidikan Sekolah Dasar dalam mempersiapkan kualitas siswa yang mengoptimalkan kecerdasan majemuk, menjadi masalah utama pada sektor pendidikan. Memberikan pemahaman mengenai konsep belajar yang tepat menjadi kebutuhan dasar untuk mengoptimalkan kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini mencoba melakukan serangkaian kegiatan optimalisasi kecerdasan majemuk siswa SDN 1 Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Pada kegiatan ini, peneliti terlebih dahulu melakukan pemetaan kecerdasan siswa serta memberikan pemahaman konsep belajar pada orangtua dan guru melalui psikoedukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kecenderungan kecerdasan siswa kelas 4,5, dan 6 SD Negeri Sumber Bening terletak pada kecerdasan natural kemudian disusul pada kecerdasan interpersonal. Pada pemetaan ini, tampak sebanyak 12 siswa memiliki kecenderungan pada kecerdasan natural (26%) sedangkan 11 siswa menunjukkan kecerdasan interpersonal (24%). Kemudian untuk kecerdasan lain terlihat kecerdasan linguistic (bahasa) sebanyak 1 orang (2%); kecerdasan logical-mathematical (logika angka) sebanyak 4 orang (9%); kecerdasan musikal sebanyak 6 orang (13%); kecerdasan bodily-kinetsthetic (gerak badan) sebanyak 5 orang (11%); kecerdasan spatial-visual (spasial) sebanyak 1 orang (2%); dan kecerdasan intrapersonal sebanyak 6 orang (13%). Hasil lain menunjukkan adanya pemahaman yang meningkat tentang konsep belajar untuk mengasah kecerdasan majemuk siswa.


Keywords


konsep belajar, kecerdasan majemuk, psikoedukasi

References


Amini, M., Tamanayefar, M., & Amini, S. (2009). Multiple Intelligence Theory and Its Implications in Designing Experiences and Learning Opportunities. Journal of New Thoughts on Education, 5(4), 91-106.

Armstrong, T. (2003). Sekolah Para Juara. (Y. Murtanto, Trans.) Bandung: Kaifa.

Bredekamp, S., & Copple, C. (1999). Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood Programs. Washington DC: National Association for the Education of Young Children.

Davison , R. M., Martinsons, M. G., & Ou, C. X. (2012). The Roles of Theory in Canonical Action Research. 36(3), 763-786.

Gagnon, G. J., & Michelle, C. (1996). Teachers Perspectives an a Constructivist Learning Design. Retrieved from http://www.prainbow.com/cld/clds.html.

Gardner, H. (1993). Multiple Intelligences : The Theory in Practice A Reader. New York: Basic Books.

Jasmine, J. (2007). Panduan Praktis Mengajar Berbasis Kecerdasan Majemuk. Bandung: Nuansa .

Khani, R. S. (2014). Build and Standardize Gardner Multiple Intelligence Test. Journal of Educational Measurment, 5(18), 179-205.

McNIff, J. E., & Whitehead, J. (2006). All you need to know about action research. London: Sage.

Mehr, M. (2006). Multiple Intelligence Theory and Its Implications for Curriculum and Education. Journal of Education, 22(4), 7-31.

Pardjono. (2000). Konsepsi Guru tentang Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Belajar Aktif. Jurnal Psikologi, 2, 73-83.

Suparno, P. (1997). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/psychoidea.v17i1.3693

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 1693-1076