Membangun Identitas Sosial dalam Organisasi Mahasiswa Pascasarjana

Imam Faisal Hamzah, Charis Agoha, Azolla Silviani

Abstract


Organisasi Mahasiswa Pascasarjana merupakan organisasi yang terdiri dari bermacam latar belakang etnis, agama, hingga organisasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dinamika dalam membangun identitas sosial pada pengurus Organisasi Mahasiswa Pascasarjana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga orang subjek yang merupakan pengurus aktif organisasi tersebut yang berasal dari etnis yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesetaraan dalam posisi diperlukan untuk membangun identitas sosial pada organisasi mahasiswa pascasarjana dalam organisasi yang terdiri dari berbagai macam latar belakang etnis, hal tersebut dapat muncul dalam upaya-upaya seperti keterbukaan untuk menerima kritik dan masukan jika ada perilaku yang kurang sesuai, membuka ruang komunikasi, dan juga perkembangan pola pikir sebagai mahasiswa pascasarjana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah identitas etnis melebur menjadi identitas sebagai satu organisasi, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang keluarga yang multi-etnis, kompleksitas budaya dari daerah asalnya, dan pengalaman berinteraksi dengan etnis lain.

Keywords


Identitas Etnis, Identitas Sosial, Organisasi Mahasiswa Pascasarjana

References


Brewer, M.B. & Gaertner, S.L. (2003). Toward Reduction of Prejudice: Intergroup Contact and Social Categorization. Dalam Brown, R. dan Gartner, S.L. Blackwell Handbook of Social Psychology: Intergroup Processes. Victoria: Blackwell Publishing.

Faturochman, Kurnianingsih, S., Kurniastuti, I., & Fathoni, N.S. (2011). The Role of Inter-Ethnic Marriage on Trust and Caution. Jurnal Psikologi, 38 (1), 73-81.

Hennesy, J., & West, M. A. (1999). Intergroup Behavior in Organizations: A Field Test of Social Identity Theory. Small Group Research, 30(3), 361–382.

Haslam, S.A. (2004). Psychology in Organization: The Social Identity Approach. California: Sage Publication.

Jaeger, S., & Vitalis, T. (2005). Ethnic Diversity in the New Zealand Police: Staff Perspectives. Equal Opportunities International, 24(1), 14–27.

Kenny, E. J., & Briner, R. B. (2010). Exploring Ethnicity in Organizations. Equality, Diversity, and Inclusion: An International Journal, 29(4), 348–363. doi:10.1108/02610151011042402.

Lathief, S. I.(2008). Psikologi Fenomenologi Eksistensialisme. Lamongan : Pustaka Ilalang.

Panggabean, H., Tjitra, H., & Murniati, J. (2014). Kearifan Lokal Keunggulan Global : Cakrawala Baru di Era Globalisasi. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Pichler, S., Varma, A., & Budhwar, P. (2012). Antecedents and consequences of the social categorization of expatriates in India. The International Journal of Human Resource Management, 23( 5), 915–927.

Subandi, M.A. (2009). Psikologi Dzikir: Studi Fenomenologi Pengalaman Transformasi Religius. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Tajfel, H. (1982). Social Psychology of Intergroup Relations. Annual Review of Psychology, 33, 1–39.

Triandis, H.C. & Bhawuk, D.P.S. (1997). Culture Theory and the Meaning of Relatedness. Dalam Earley, P.C. dan Erez, M. (Ed.). New Perspectives on International Industrial/Organizational Psychology. San Fransisco: The New Lexington Press.

Weech-Maldonado, R., Dreachslin, J. L., & Kathryn, H. (2002). Racial/Ethnic Diversity Management and Culture Competency: The Case of Pennsylvania Hospital. Journal of Healthcare Management, 47(2), 111.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/psychoidea.v17i1.4030

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 1693-1076