LUKA YANG TERABAIKAN: KAJIAN TENTANG PENGARUH HOSTILE SEXISM DAN KEMARAHAN MORAL TERHADAP MITOS PEMERKOSAAN

Esa Laili Sindiana, Fathul Lubabin Nuqul

Abstract


Kekerasan seksual terjadi dalam bentuk pelecehan seksual, pemerkosaan, pornografi, dan inses. Banyak korban kekerasan seksual adalah perempuan. Perempuan sebagai korban sering disalahkan karena dianggap lemah, tidak berdaya, dan tidak secerdas laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat budaya pemerkosaan, seksisme yang bermusuhan, dan kemarahan moral. Untuk mengetahui pengaruh seksisme yang bermusuhan dan kemarahan moral terhadap budaya pemerkosaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel probabilitas dengan 260 mahasiswa dari fakultas psikologi, ekonomi, tarbiyah dan pengajaran, syariah, sains dan teknologi, dan humaniora. Penelitian ini menggunakan Skala IllinoisRape Myth Acceptance Scaleuntuk mengukur mitos pemerkosaan, The Ambivalent Sexism Inventory untuk hostile sexism, dan Deontic Justice Scale untuk mengukurkemarahan moral. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh hostile sexism terhadap kepercayaan  budaya pemerkosaan, namun kemarahan moral tidak berpengaruh dengan kepercayaan pada budaya pemerkosaan.

Keywords


Budaya pemerkosaan; Seksisme kebencian; Kemarahan moral

References


Badan Pusat Statistika Jakarta Pusat. (2017). Preverensi Kekerasan Terhadap Perempuan Di Indonesia Hasil SPHPN 2016. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistika.

Beugre, C. D. (2012). Development and Validation of a Deontic Justice Scale. Journal of Applied Social Psychology,42(10). 1559-1816.

Bonnita, A., Sarwono, S. W., & Novianti, A. (2006). Sumbangan Prasangka Gender Pada Sikap Bawahan Terhadap Manajer Perempuan. Jurnal Psikologi Sosial, 12(3). 169-180.

Buchwald, E., Fletcher, P., & Roth, M. (2005). Transforming a Rape Culture. Mineapolis: Milkweed Editions.

Chapleau, K. M &. Oswald D L (2014) A System Justification View of Sexual Violence: Legitimizing Gender Inequality and Reduced Moral Outrage Are Connected to Greater Rape Myth Acceptance, Journal of Trauma & Dissociation, 15(2), 204-218, DOI: 10.1080/15299732.2014.867573

Chapleau, K. M., Oswald, D. L., & Russell, B. L. (2008). Male Rape Myths: The Role of Gender, Violence, and Sexism. Journal of Interpersonal Violence, 23(5), 600–615. https://doi.org/10.1177/0886260507313529

Darley, J. M. and Pittman, T. S. (2003). The psychology of compensatory and retributive justice. Personality and Social Psychology Review, 7: 324–336. doi:10.1207/S15327957PSPR0704_05

Davies, M., Walker, J., & Archer. P. P. (2013). The Scriping of Male and Female Rape. Journal of Aggresion, Confflict and Peace Research, 5(2). 68-76.

Dinillah, M. (2019). Mahasiswa UIN Bandung Tuntut Transparansi Investigasi Dosen Cabul. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4496445/mahasiswa-uin-bandung-tuntut-transparansi-investigasi-dosen-cabul. Diakses 20 Agustus 2019.

Dwiati, I. (2007). Perindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perkosaan Dalam Peradilan Pidana. Thesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Glick, P., & Fiske, S. T. (1996). The Ambivalent Sexism Inventory: Differentiating hostile and benevolent sexism. Journal of Personality and Social Psychology, 70(3), 491–512. https://doi.org/10.1037/0022-3514.70.3.491

Grubb, A., & Turner, E. (2012). Attribution of blame in rape cases: A review of the impact of rape myth acceptance, gender role conformity and subtance use on victim blaming. Aggresion and Violance Behaviour, 17(5). 443-452.

Hayes, Rebbeca M., Lorens, Khaterine., Belle, K. A. (2013). Victim Blaming Others: Rape Myth Acceptance and The Just World Belief. Journal of Feminist Criminology, 8(3). 2002-220.

Herman, D. (1989) The Rape Culture, in Woman: A Feminist Perspective, Jo Freeman. Mountain View, CA: Mayfield.

Hermawati, I. (2018). Seksisme Dalam Lagu Bojoku Galak Via Valen. Tuah Talino. 12 (1): 113-122.

Jamaa, L. (2014). Perlindungan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Citra Hukum, 2(2). 250-272.

Jonas R. Kunst, April Bailey, Claire Prendergast & Aleksander Gundersen (2019) Sexism, rape myths and feminist identification explain gender differences in attitudes toward the #metoo social media campaign in two countries, Media Psychology, 22:5, 818-843, DOI: 10.1080/15213269.2018.1532300

Kavanagh E. & Brown, L (2019) Towards a research agenda for examining online gender-based violence against women academics. Journal of Further and Higher Education 0:0, 1-9.

Krishnan, K. (2015).Rape Culture and Sexism in Globalising India. SUR Journal, 12(22). 255-259.

Kurniasari, N. T. (2011). Seksisme dan Seksualitas Dalam Lagu Pop: Kajian Terhadap Lirik Lagu Surti Tejo Menggunakan Analisis Tekstual. Pamator, 4(1). 31-39.

Lubis. (2013). Psikologi kesehatan reproduksi: Wanita & perkembangan reproduksinya. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Mayer, M.C., Berchtold. I.M., Oestrich, F. (1987). Sexual Harassment. New York: Harper Collins.

Muehlenhard, C. L., & MacNaughton, J.S. (1988), Women’s Be Liefs About Women Who “Lead Men On”. Journal of Social and Clinical Psychology, 7(1). 65-79.

Mullen, E., & Skitka, l. J. (2006). Exploring the Psychological Underpinnings of The Moral Mandate Effect: Motivated Reasoning Grup Differentiation, or Anger. Journal of Personality and Social Psychology, 90(10).629-643.

Ocampo, B. W., Shelley, G. A., & Jaycox, L.H. (2007). Latino teens talk about help- seeking and help-giving in relation to dating violence. Violence Against Women, 13(2), 172-189.

Payne, D.L., Kimberly, A.L., & Louise, F.F. (1999). Rape Myth Acceptance: Exploration of Its Stucture and Its Measurement Using the Illinois Rape Myth Acceptance Scale. Journal of Research in Personality, 33.27-68.

Poerwandari, E.K., Utami, C.P. & Primasari, I. (2019) Ambivalent sexism and sexual objectification of women as predictors of rape myth acceptance among male college students in Greater Jakarta. Current Psychology. https://doi.org/10.1007/s12144-019-00500-w

Posel, D. (2005). The Scandal of Manhood: 'Baby Rape' and the Politicization of Sexual Violence in Post-Apartheid South Africa. Culture, Health & Sexuality, 7(3), 239-252.

Putri, D.M.A. (2012). Blaming The Victim: Representasi Perempuan Korban Pemerkosaan di Media Massa (Analisis Semiotika dalam Pemberitaan di Koran Suara Merdeka Desember 2011- Februari 2012). ejournal3.undip. 1-15.

Putsanra, D.V. (2019). Kasus Agni Bagaimana UGM Mengabaikan Kasus Kekerasan Seksual. https://tirto.id/kasus-agni-bagaimana-ugm-mengabaikan-kasus-kekerasan-seksual-dgpM. Diakses 20 Agustus 2019.

Salama, N. (2013). Seksisme Dalam Sains. SAWWA.8(2): 311-322.

Silber-Ashley, O., & Foshee, V. A. (2005). Adolescent help-seeking for dating violence: Prevalence, sociodemographic correlates, and sources of help. Journal of Adolescent Health, 36, 25-31.

Sills, S. (2016). Rape Culture and Social Media.Feminist Media Studies, 16(6). 935-951.

Stoll, L.C., Terry, G. L., & Kelly, Pr. (2016). Gender Blinding Sexism and Rape Mythe Acceptance. Violane Against Women. 1(18). 1-18.

Trihastuti, A & Nuqul, F.L. (2020) Menelaah pengambilan keputusan korban pelecehan seksual dalam melaporkan kasus pelecehan seksual Jurnal Personifikasi. 11(1); 1-15

Wakslak, C.J., Jost, J. T., Tylor, T. R., & Chan. E. S. (2007). Moral Outrage Mediates The Dampening Effect of System Justification on Support For Redistributive Social Policies. Psychological Science, 18 (3). 267-274.

Zuhra, W.U.N (2019). Testimoni Kekerasan Seksual 174 Penyintasan 79 Kampus 29 Kota. https://tirto.id/testimoni-kekerasan-seksual-174-penyintas-79-kampus-29-kota-dmTW. Diakses 3 September 2019.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/psychoidea.v18i2.6017

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2654-3516