Perbandingan Antara Pemberian Ondansetron Dengan pemberian Metoklopramid Untuk Mengatasi Mual Dan Muntah Paska Laparatomi Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

Yuhantoro Budi Handoyo Sakti, Hidayat Budi

Abstract


Pasien yang telah menjalani pembedahan beresiko untuk mengalami mual dan muntah paska bedah (PONV).Berbagai obat dengan mekanisme kerja berbeda, baik menggunakan agen tunggal atau kombinasi obat yang berbeda, telah digunakan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya PONV ini.Metoklopramid dan ondansetron adalah obat premedikasi anestesi yang dapat mengurangi mual muntah, sehingga penelitina ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Ondansetron dengan pemberian metoklopramid untuk mengatasi mual dan muntah paska laparatomi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental kuasi dengan teknik acak buta ganda (double blind).Populasi penelitian adalah pasien operasi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Data dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbandingan yang bermakna. Penelitian ini menggunakan 40 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok, 20 orang mendapat metoklopramid 0,2 mg/kgBB dan 20 orang mendapat ondansetron 0,1mg/kgBB. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian metoklopamid dan ondansetron dalam mencegah mual muntah paska laparatomi.

Kata kunci : metoklopramid – ondansetron –PONV

References


Loadsman, J. Post Operative Nausea and Vomiting. The Virtual Anaesthesia Textbook. 2005. pp: 1-2.

Thaib M.R., Komplikasi Anestesia. Dalam: Anestesologi. Baguan Anestesiologi dan Terapi Intensif. Fakultas Kedokteran U.I. Jakarta. 1989. p : 150

Anonim. Perbandingan Efektifitas Antara Metoclopramide dan Ondansetron Sebagai Premedikasi Anestesi dalam Mencegah Insiden Post Operative Nausea and Vomiting. Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran U.N.S. Surakarta,. 2007. pp: 6-7.

Chatterjee, S., Rudra, A., & Sengupta, S.Current concepts in themanagement of post operativenausea and vomiting,Anesthesiology Research andPractice, doi. 2011: 10.1155/2011/748031

Kovac,A.L. Prevention and Treatment of Postoperative Nausea and Vomiting dalam Antiemetic Therapy Donnerer J, ed. Basel, Krager. 2003. halaman 121 – 160

Behrens G, Stoll M. Pathogenesis and immunology. H1TU. 2006. http://www.influenzareport.com diunduh 2 April 2015

Dachlan, Muhardi R. Persiapan Pra Anestesia. Dalam: Anestetiologi. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Fakultas Kedokteran U.I. Jakarta. 1989. p : 34.

Miller, C., Factors Affecting Blood Pressure and Heart Rate. 2010. Available

from: http://www.livestrong.comdiunduh 5 Mei 2016

Gidal, B. E., Garnet, W. R., dan Graves, N., Epilepsy, dalam Dipiro, T.J. Talbert, L. R., Yee, L. G., Matzke, R.G., Wells, G.B., Posey, M. L., Pharmacotherapy Pathophysiologic Approach, 1031-1056, The Mc Graw Hill Companies, Inc., United States of America. 2005.

Fukuda, S., Takeshita, T., Morimoto,K. Obesity and Lifestyle. Asian Med.J 2001; 44: 97-102

Berlian, N., Limbardo, E. & Joko. Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis dengan LED Matrix Berbasis Arduino. Jakarta: Universitas Bina Nusantara. 2010.

Widana I.W. Efek Metoclopramide Terhadap Dosis Induksi Propofol. Bag/SMF Anestesi dan Reaminasi. Fakultas Kedokteran U.G.M. Tesis. 2000.

Marmi, & Rahardjo, K. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Belajar. 2012.

Dogra, R.K., S. Khanna dan R. Shanker. Immunotoxicogical Effect of Piperine in Mice. Toxicology. 2004. 196 (3): 229-236.

Farid R.M., Ramli M. Perbandingan Efektifitas Ondansetron dan Metoklopramid dalam Menekan Mual Muntah Pascaoperasi pada Pembedahan Perut Bawah Kasus Ginekologi. The Indonesian Journal of Anesthesiology and Critical Care. 2005. 22 : 244.

Omoigui S.Obat-obatan Anestesia Edisi II. EGC. Jakarta. 1997. pp: 233-35 dan 269.

Pranowo KT,.Analisis Biaya dan Keefektifitasan Ondansetron dan Deksametasone dalam Menekan Mual dan Muntah Pasca Bedah pada Bedah Rawat Jalan. Bag/SMF Anestesi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran U.G.M. Tesis. 2006.

Silbernagl S., F. Lang. Color Atlas of Pathophysiology. Sttuttgart: Thieme. 2006.

Salim, Agus, Mulyana. Teori & Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2006.

Katzung, B.G. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi kedelapan. Penerjemah: Bagian Farmakologi FKUA. Jakarta: Penerbit Salemba Medika. 2002. Hal. 589.

Darmansjah I, Gan S,.Farmakologi dan Terapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran U.I. Jakarta. 2001. pp : 48-49.

Morgan G.E. and Mikhail M.S. Adjuncts to Anesthesia. In: Clinical Anesthesiology 2nd ed.Los Angles: Appeleton and Lange, .1996. pp: 201-9.

Saeeda Islam, P. N. Jain. Post Operative Nausea and Vomiting: A Review Article. Indian J. Anaesth. 2004. 48 (4): 253-8.

Wallenborn J, Gelbrich G, Bulst D.Prevention of postoperative nausea and vomiting by metoclopramide combined with dexamethasone: randomized double blind multicenter trial. 2006. BMJ.;1 – 6.

Stoelting R.K. Antacids and Gastrointestinal Prokinetics. In : Pharmacology and Physiology in Anesthetic Practice, 3rd ed. New York: Lippincott-Raven Publisher. 1999. pp: 444-52.

Watcha, Mehenoor F., White, Paul F. Postoperative Nausea and Vomiting. Its Etiology, Treatment, and Prevention.In : Anesthesiology. 1992. pp : 162-84.

Hitchcock M, Postoperative Nausea and Vomiting (PONV).In : Millar JM, Rudkin GE, Hitchcock M editors. Practical Anesthesia and Analgesia for Day Surgery. 1st ed. Oxford : Bios Scientific Publisher Ltd. 1997. H. 77-86.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1493

ISSN: 2686-0546