Pengaruh Antara Inkontinensia Urin Terhadap Tingkat Depresi Wanita Lanjut Usia Di Panti Wredha Catur Nugroho Kaliori Banyumas

Dian Kurniasari, Retno Soesilowati

Abstract


Kejadian masalah pada lansia dari tahun ketahun semakin meningkat, hal ini dikarenakan proses menua yang dialami seseorang. Proses menua tersebut mempengaruhi beberapa faktor perubahan pada lansia salah satunya masalah fungsi berkemih seperti inkontinensia urin. Inkontinensia urin sebagai keluarnya urin yang dapat mengakibatkan masalah medis, psikososial, maupun higiene. Inkontinensia urin lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Wanita dengan usia >50 tahun paling mungkin mengalami kelainan ini. Dampak sosial dari Inkontinensia urin meliputi hilangnya kepercayaan diri, menghindar dari pergaulan sosial dan depresi. Depresi merupakan masalah psikososial yang sering ditemukan pada wanita usia lanjut dengan Inkontinensia urin.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inkontinensia urin terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non eksperimen dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah sampel sebanyak 73 lansia, instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri atas kuesioner diagnosa inkontinensia urin skala SSI (Sandvix Severity Index) untuk menilai tingkat inkontinensia urin, skala L-MMPI (Skala Lie Minnesota Multiphasik Personality) untuk menilai kejujuran dari jawaban yang diberikan oleh subjek penelitian dan terakhir adalah skala HRSD untuk menilai derajat depresi. Analisa bivariate menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh lansia yang mengalami inkontinensia urin tingkat ringan sebanyak 30 orang (41.1%), disusul tingkat sedang 26 orang (35.61%) dan terakhir tingkat berat 17 orang (23.29%). Dan diperoleh lansia yang yang tidak terjadi depresi sebanyak 18 responden (24,66%), depresi ringan sebanyak 21 responden (28,77%), depresi sedang sebesar 25 responden (34.25%), dan depresi berat sebanyak 9 responden (12,33%). Hasil uji bivariate membuktikan bahwa inkontinensia urin berpengaruh terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut dengan nilai Z lebih besar dari Z0,975 (5,235 > 1,96). Dari hasil ini diketahui bahwa baik Inkontinensia urin maupun derajat depresi keduanya memiliki hubungan yang signifikan.
Kata kunci : inkontinensia urin, depresi, usia lanjut

References


Azizah LM. Keperawatan Lanjut Usia. Edisi 1. Graha Ilmu. Yogyakarta. 2011.p: 40-47

Stockslager, Jaime. Asuhan Keperawatan Gerontik, Edisi 2, Jakarta: EGC . 2008. p 13-20

Maryam S, Ekasari MF, Rosidawati, Jubaedi A, Batubara I. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Salemba Medika. Jakarta. 2008. p: 44-47

Martin P.F. dan Frey R. J. 2005. Urinary Incontinence. http://www.healthline.com. diunduh tanggal 30 Januari 2015

Juniardi S. 2008. Asuhan keperawatan Inkoninensia Urine.

http://one.indoskripsi.com ( 30 Januari 20015)

Iglesias G.F.J., Caridad J.M, Martin J.P, Perez M.L. Prevalence and Psychosocial Impact of Urinary Incontinence in Older People of Spanish Rural Population. 2000.pp : 204-14.

Brown J.J., Bradley, C.S., Subak, L.L., Richter, H.E., Kraus, S.R. The Sensitivity and Specificity of a Simple Test to Distinguish Between Urge and Stress Urinary Incontinence. 2006. 144 : 715-23.

Melville J.L., Delaney K., Newton K., Katon W. Incontinence Severity and Major Depression in Incontinent Women : Obstretrica Gynecology. 106 : 585-592. 2005. p: 45-46

Vigod S., Stewart D.E. Major Depression in Female Urinary Incontinence. 47 : 147-151. 2006. p: 23-26

Muslim R. 2002. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ III). Edisi ke 3 . Jakarta: Departemen Kesehatan RI. pp: 150-162Riesza. 2008. Apakah Depresi itu. http://www.blogdokter.net. ( diunduh tanggal 30 januari 2015 )

Purwaningsih W. Dukungan Kelurga Merupakan Salah Satu Bentuk Dari Terapi Pada Depresi Lansia. Jurnal Gaster. Volume 6 Nomor 2. 2009.p: 25

Setiati S. dan Pramantara I.D.P. Inkontinensia Urin dan Kandung Kemih Hiperaktif. Dalam : Aru W. Sudoyo, Bambang S., Idrus Alwi, Marcellus S.K., Siti setiati. Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Edisi IV. Jakarta : FK UI. 2007.p: 1392-95.

Setiati S., Kuntjoro H., Aryo G.R. Proses Menua dan Implikasi Kliniknya. Dalam : Aru W. Sudoyo, Bambang S., Idrus Alwi, Marcellus S.K., Siti setiati. Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Edisi IV. Jakarta : FK UI. 2007.pp: 1335-39.

Brunner & Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta. 2002. p: 33-38

Nugroho W. Keperawatan Gerontik & Geriatri. Edisi 3. Salemba Medika. Jakarta. 2008. p: 55-56

Sandvix H. et al . Diagnostic Classification of Female Urinary Incontinence an Epidemiological Survey Corrected for Validity. 1995.p: 48 : 339-43.

Budiarto E.. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Edisi pertama. Jakarta : EGC. 2002.pp: 214-25.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1498

ISSN: 2686-0546