Hubungan Antara Rentang Lengan Terhadap Tinggi Badan Dalam Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Lansia Di Kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap

Nurrizki Haitamy, Ageng Barahmadhi

Abstract


Tahap dewasa merupakan tahap tubuh mencapai titik perkembangan yang maksimal. Setelah itu tubuh mulai menyusut dikarenakan berkurangnya sel-sel yang ada didalam tubuh. Sebagai akibatnya, tubuh juga akan mengalami penurunan fungsi secara perlahan-lahan, itulah yang dikatakan proses penuaan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara rentang lengan terhadap tinggi badan dalam penentuan indeks massa tubuh (IMT) pada lansia di kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap. Hal ini ditinjau dari hubungan antara rentang lengan dan tinggi badan pada lansia. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive random sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 lansia berusia > 60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran langsung tinggi badan, rentang lengan, dan berat badan. Analisis data menggunakan uji analisis korelasi Pearson. Hasil Penelitian berdasarkan analisis uji korelasi Pearson antara tinggi badan dan rentang lengan didapatkan r = 0,761 (perempuan) dan r = 0,740 (laki-laki). Sedangkan pada uji korelasi Pearson antara IMT tinggi badan (IMT TB) dan IMT rentang lengan (IMT RL) didapatkan r = 0,856 (perempuan) dan r = 0,852 (laki-laki). Secara keseluruhan nilai kemaknaan yang diperoleh <0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat, berbanding lurus, bermakna antara rentang lengan dan tinggi badan serta IMT TB dan IMT RL. Simpulan Penelitian rentang lengan reliabel sebagai pengganti tinggi badan dalam menentukan indeks massa tubuh pada lansia di kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap, karena terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara tinggi badan-rentang lengan serta IMT TB – IMT RL.

Kata kunci : rentang lengan – lansia – indeks massa tubuh

References


Hughes VA., Frontera WR., Wood M., Evans WJ., Dallal GE., Roubenoff R., Fiatarone Singh MA. Longitudinal Muscle Strength Changes in Older Adults: Influence of Muscle Mass, Physical Activity, and Health. J Gerontol A Biol Sci Med Sci . 2001. 56:B209B217

Stanley. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta: EGC. 2006.

Suyono, S., Aru. Diabetes Melitus di Indonesia. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia. 2006. 1852-1856.

Fatmah. Persamaan (Equation) Tinggi Badan Manusia Lansia Berdasarkan Usia dan Etnis pada Panti Terpilih di DKI Jakarta dan Tangerang Tahun 2005. Makara Kesehatan. 2006. VOL. 10, NO. 1: 7-16

Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. 2013.

[BPS] Badan Pusat Statistik, Republik Indonesia. Indikator Kesejahteraan Rakyat 2004. BPS Republik Indonesia, Jakarta. 2012

Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis Perkembangan Statistik Ketenagakerjaan (Laporan Sosial Indonesia 2007). Jakarta: Badan Pusat Statistik. 2008.

Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta. 2007.

Zverev Y., Chisi J. Arm Span and Height in Malawian Children. Coll. Antropol. 2005. 29 2: 469–473

Doyle A.D.Physical Growth and Development; Physical Growth, Merck Manual Professional. 2009. Available from:http://www.merck.com diunduh 12 March 2016

Tira. Direktorat Lanjut Usia. 2009. http://yanrehsos.depsos.go.id diunduh 20 Maret 2009)

Darmojo RB., Martono HH. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). edisi kedua. Semarang: Balai Penerbit Universitas Diponegoro. 1999.

Bener, A., Yousafzai, M.T., Darwish, S., et al. Obesity Index That Better Predict Metabolic Syndrome: Body Mass Index, Waist Circumference, Hip Ratio, or Waist Height Ratio. Journal of Obesity. 2013, 9 pages.

Dewi, Ike Janita. Maximum Motivation. Yogyakarta : Santusta. 2006.

Baumgartner RN., Waters DL., Gallagher D., Morley JE., Garry PJ. Predictors of Skeletal Muscle Mass in Elderly Men and Women. Mech Ageing. 1999.Dev 107:123136.

Vasant H., Jennifer M. A Comparison of Measured Height and Demi-span Equivalent Height in theAssessment of Body Mass Index among People Aged 65 Years and Over in England department of epidemiologi and public health, university college London. Am J Clin. Nutrition. 2008.

Nina KS. Gangguan Nutrisi pada Usia Lanjut. In : Sudoyo A.W, dkk (eds).Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: FKUI. 2006. hal : 1357-1361.

Supariasa., I.D.N., Bakri, B., Fajar I. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC,.2002. hal: 59-62.

Anang B., Syahrir A. Guidance to Anatomy 1. Keluarga Besar Asisten Anatomi FK UNS Surakarta. 2005.

Tanja W., Jesús V., Xavier Barber., Laura Asensio. Estimation of Height and Body Mass Index from Demi-Span in Elderly Individuals.Gerontology. 2006. 52:275-281

Marais D., Marais ML., D.. Use of Knee Height to SurrogateMeasure of Height in Olser South Africans. Division of Human Nutrition, Stellenbosch University and Tygerberg Academic Hospital, W Cape. SAJCN : 2007.VOL.20.1.

John DS., Dennis CM., Reubin. Longitudinal Change in Height of Men and Women: Implications for Interpretation of the Body Mass Index The Baltimore Longitudinal Study of Aging. American Journal of Epidemiology. 1999.

Lucia E., Lemma F., Tesfaye F., Demisse T. The Use of Armspan Measurement to Assess The Nutritional Status of Adults in Four Ethiopian Ethnic Groups. European Journal of Clinical Nutrition. 2002.

Chumlea WC., Guo S., Wholihan K., Cockram D., Kuczmarski RJ., Johnson CL.Stature Prediction Equations for Elderly Non-Hispanic White, Non-Hispanic.1998.

Roubenoff R., Wilson PWF. Advantage of Knee Height Overheight as an Index of Stature in Expression of Body Composition in Adults. Am J Clin Nutr. 57: 609-613.

Roy TA., Blackman MR., Harman SM., Tobin JD., Schrager M., Metter EJ. 2002. 1993.

Aggarwal AN., Gupta D., Jindal SK. Interpreting Spirometric Data: Impact of Substitution of Armspan for Standing Height in Adults from North India. 1999. Chest. 115. 1999. (2): 557.

Brown JK., Whittemore KT., Knapp TR. Is Armspan an Accurate Measure of Height in Young Middle-Age Adults. Clin. Nursing Res. 2000. H. 9 (1): 84-94.

Tanuwijaya, S. Konsep Umum Tumbuh dan Kembang. Jakarta: EGC. 2003.

Suzana S. Predictive Equations for Estimation of Stature in Malaysian Elderly People. Asia Pacific J Clin Nutr. 2003; 12 (1):80-84

Anderson, D.M..Dorland’s Illustrated Medical Dictionary. 31st ed. Philadephia: Saunders. 2007.

Karlsson MK., Obrant KJ., Nilsson BE., Johnell O. Changes in Bone Mineral, Lean Body Mass and Fat Content as Measured by Dual Energy X-ray Absorptiometry: A longitudinal study. Calcif Tissue. 2000. Int 66:9799.

Kwok T., Whitelaw MN. The Use of Armspan in Nutritional Assessment of the Elderly. J. Am. Geriatr. Soc. 1991. 39: 492-496.

Chao QL. How Much of Human Height is Genetic and How Much is Due to Nutrition. 2006. http://www.scientificamerican.comDiunduh 20 Maret 2016

Murti B. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 2006. hal: 136.


Full Text: PDF