Pengaruh Obstructive Sleep Apnea (OSA) Terhadap Terjadinya Hipertensi Di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

Oke Kadarullah, Yunia Annisa

Abstract


Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan bernafas saat tidur dengan dengkuran yang keras serta berhentinya nafas dalam periode pendek.Obstructive Sleep Apnea (OSA) ditandai dengan episode berulang dari keruntuhan dan obstruksi jalan napas atas saat tidur.Episode obstruksi ini berhubungan dengan desaturasi oksihemoglobin secara berulang ketika tidur.OSA terkait dengan rasa kantuk di siang hari yang berlebihan. Kematian pada usia produktif sebagian besar dikarenakan menderita OSA yang kemudian mengalami komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obstructive sleep Apnea (OSA) terhadap terjadinya hipertensi di poli saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Penelitian ini dilakukan di unit rawat jalan bagian penyakit saraf pada bulan Septermber – Oktober 2015. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi adalah 80 responden sedangkan besar sampel adalah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive random sampling.Data diperoleh dengan instrumen penelitian kuisioner dengan teknik wawancara terpimpin, dan sfigmomanometer jenis jarum. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikasi α = 0,05. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang mengalami hipertensi 17 orang (79 %) lebih banyak dari pada jumlah pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang tidak hipertensi sebanyak 6 (21%) orang dari total 20 pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA). Sedangkan jumlah pasien yang tidak mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA) tapi hipertensi adalah 6 orang (32%),lebih sedikit dari pada jumlah pasien yang tidak mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan tidak hipertensi sebanyak 14 orang (68%).Sedangkan dari hasil analisis data didapatkan hasil X² = 9.482 dan OR = 6,879; sehingga dapat disimpulkan secara statistik, bahwa terdapat hubungan antara Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan kejadian hipertensi.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan kejadian hipertensi.


Kata kunci: obstructive sleep apnea (OSA) – peningkatan saraf simpatis – hipertensi

References


Chung F., Yegneswaran B., Liao P., Chung S.A., Vairavanathan S., Islam S., et al. Validation of the berlin questionnaire and american society of anesthesiologists checklist as screening tools for obstructive sleep apnea in surgical patients. Anesthesiology.2008. 5(108): 822-21.

Coleman Jack. A. Pathophysiologi of Snoring and Obstructive Sleep Apneain Snoring and Obstructive Sleep Apnea. Philadelphia, 2003. p:19

Swierzewski S.J. Sleep stages: overview, waking, non-REM, REM, sleep cycle, factors, age. 2000. http://www.sleepdisorderchannel.com diunduh 4 Desember 2015

Sumardi. dkk. Sleep Apnea (Gangguan Bernapas Saat Tidur). Dalam : BukuAjar, Ilmu Penyakit Dalam. edisi ke 4. Jakarta :Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI, 2006. p:1096

Daniel. Misteri Sleep Apnea Tidak Hanya Sekedar Dengkuran.2008. http//:www.majalah-farmacia.comdiunduh 25 September 2015

Rowley., D.J. Strategic Approach to Urban Management, dapat di akses. 2003. dari: http://www.dola.go.th diunduh 1 Oktober 2015

Rosenberg R, Mickelson S. A. Obstuctive Sleep Apnea Evaluation by History and Polysomnography in Snoring and Obstructive Sleep Apnea. Philadelphia.2003. p:39

Kingkinwardaya. Hipertensi dan Stroke. 2008. dari http://kingkinwardaya.blog.comdiunduh 1 Oktober 2015

Satria. Hipertensi Resisten :Diagnosis, Evaluasi dan Terapi, Sebuah Pernyataan Ilmiah dari Komite Dewan Pendidikan Profesional American Heart Association untuk Penelitiaan Tekanan Darah Tinggi. 2009. http//:www.satria’sperwira. webblog. htm. 26 Oktober 2015

Sharma, S. Orodispersable Tablet: A Review. 2008. http://www.pharmainfo.net diunduh 5 Oktober 2015

Lanny Sutrani, dkk. Hipertensi. Jakarta. PT. Gramedia Jakarta Utama. 2004.

World Health Organization. Verbal Autopsy Standards. Ascertaining and Atributing Cause of Death. Geneva: WHO Press. 2006.

Wika. 2008 Perempuan Menopause Rentan Terkena Jantung Coroner. Dari http://mediaindonesia.com diunduh 3 November 2015

Logan et al. Refactory Hypertension and Sleep Apnoea :Effect of CPAP on Blood Pressure and Baroreflex. ERS Jornal. 2003. Ltd. 21:241-247

Kaplan, Robert M & Saccuzzo, Dennis P. Psychological Testing (5th ed). Singapore: Wordworth Thomson Learning. 2001.

Susalit E, Kapojos E, Lubis H..Hipertensi Primer, 2 ed. Jakarta: BPFKUI: 2001. h.453-472

Jing F& Yuan BC. Prevalence and Incidence of Hypertension in Obstructive Sleep Apnea Patiens and the Relationship Between Obstructive Sleep Apnea and its Confounders.Tianjin. 2009. h:1464-1648

Jafar Nurhaedar. Hipertensi. Program Study Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Hasanuddin Makassar, Makassar. 2010.

WHO.Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pedoman Interim WHO. Alih Bahasa: Trust Indonesia. Jakarta. 2007.

Dekker,E, Hidup dengan tekanan darah tinggi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 1996.

Lubis, Z., & A, E. Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi pada Bayi di Kelurahan PB Selayang Medan. 2 Desember 2008, from Jurnal ASI.Pdf-Adobe Reader. 2008.

Aditama Tjandra Yoga. Rokok dan Kesehatan,.Jakarta: UI-Press.2009.

Dinkes Bonebolango. Hindari Hipertensi, Konsumsi Garam 1 Sendok Teh. 2009. dari http://dinkesbonebolango.or.iddiunduh 1 Oktober 2015

Kingkinwardaya.Hipertensi dan Stroke. 2008. dari http://kingkinwardaya.netdiunduh 1 Oktober 2015

Sa’diyah, R. Hipertensi sebagai Faktor Risiko Stroke di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. 2007. Diakses dari http://www.unissula.ac.id diunduh 1 Oktober 2015

Dian. dkk. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipetensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008. 2009. http://yayanakhyar.wordpress.com diunduh 1 Oktober 2015

Suheni. Y. Hubungan antara Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-laki Usia 40 Tahun Keatas di Badan Rumah Sakit Cepu.Fakultas Keolahragaan .Universitas Negeri Semarang.2007.

Yogiantoro M. Hipertensi Esesnsial. Dalam:Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi ke 4. Jakarta:Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI, 2006. p:599

Saragih Abdul R. Mendengkur “The Silent Killer”dan Upaya Penanganannya Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup. Dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2007.


Full Text: PDF