Pengaruh Beban Kerja Berlebihan Terhadap Terjadinya Andropause Pada Pria Lansia Di Kabupaten Cilacap

Soegimin Ardi Soewarno, Islimsyaf Anwar Salim

Abstract


Andropause merupakan suatu sindrom pada pria lansia yang terdiri dari gejala fisik, seksual, dan psikologis, meliputi: kelemahan, kelelahan, pengurangan masa otot dan tulang, gangguan hematopoiesis, oligospermia, disfungsi seksual, despresi, kecemasan, iritabilitas, insomnia, gangguan memori dan penurunan fungsi kongnitif. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja berlebihan terhadap terjadinya andropause pada pria lansia di kabupaten Cilacap. Metode Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 300 orang berumur 40-65 tahun yang memiliki pekerjaan.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional dengan Purposive Random Sampling yaitu pemilihan subjek berdasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu yang berkaitan dengan karakteristik populasi, secara proporsional menurut jumlah penduduk tiap kecamatan.Data diambil melalui kuesioner. Data akan dianalisis dengan metode analisis uji korelasi Lambda dan diolah dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.0 for windows. Hasil Penelitian ini adalah pengujian statistik dengan metode analisis uji korelasi Lambda, baik melalui penghitungan menggunakan rumus maupun dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.0 for Windows, didapatkan nilai r=0.408. Simpulan Penelitian adalah berdasarkan hasil uji korelasi Lambda tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh beban kerja berlebihan terhadap terjadinya andropause pada pria lansia di kabupaten Cilacap, dengan kekuatan korelasi sedang (r=0.408) dan arah korelasi positif yang berarti semakin meningkat derajat stres, semakin meningkat pula angka kejadian andropause.


Kata kunci: andropause – Stres kerja

References


Setiawati, I., Juwono. Prevalensi andropause pada pria usia lebih dari 30 tahun di kabupaten bantul propinsi D.I. Yogyakarta tahun 2005. Media Medika Muda MFDU. 2006.

Putra A.D., Multazam E., Yunihastuti E., Hutomo V. Andropause: Disfungsi Ereksi sampai Gangguan Kognitif. Dalam: Surasono. Ethical Digest: Andropause. No.65. Jakarta. PT Etika Media Utama. 2009. p: 38.

Wilson L.M., Hillegas K.B. Gangguan Sistem Reproduksi Laki-Laki. Dalam: Price S.A., Wilson L.M. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Jakarta: EGC. 2006. p: 1314.

Dermawan A.C dan Setiawan.S. Prose Pembelajaran Dalam Pendidikan Keperawatan. Jakarta: TIM. 2008.

Charles D, Spielberger(dalam Handoyo Seger, 2001). Stres Pada Masyarakat Surabaya. Jurnal Insan Media Psikologi 3:61-74. Surabaya: Fakultas Psikologo Universitas Airlangga. 2001.

Badan Pusat Statistik BPS. Hasil Survei Kesehatan Nasional Tahun2007. 2007. http://www.bps.go.iddiunduh 27 Mei 2016

Pangkahila, W. Memperlamat Penuaan, Meningkatkan Kualitas Hidup. Jakarta. Balai Pustka.2007.

Mueller-Dombois, D., & Ellemberg, H., Aims and Method of Vegetation Ecology,.Jhon Wiley & Sons, New York.1974.

Yatim Riyanto. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana. 2009.

Prawirohardjo, S. Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,.Jakarta. 2004.

Taher A. Proportion and acceptance of andropause symptoms among elderly men: a study in jakarta. The Indonesian Journal of Internal Medicine. 2005. 37(2):82-6.

Wibowo S. Andropause: permasalahan dan penanganan pada pria manula. Kumpulan Makalah The Concept of Anti Aging. 2003. pp: 23-47.

Efendi, Ferry & Makhfudli. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.2009.

Fatimah, (Dalam WHO).Merawat Manusia lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Gerontik. Jakarta : Trans Info Media. 2010

Darmojo, R Boedi, Martono Hadi,.Buku Ajar Geriatri Ilmu Kesehatan Umur Lanjut , Edisi 8 . Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 1999.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pedoman Pensiun Pegawai dan Pensiun Duda/Janda Pegawai. 1969

Nugroho, Wahyudi. Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Edisi ke 2. Jakarta: EGC. 2008.

Kelana A., Hidayat S., Hidayat R. Menopause Pria: Loyo di Usia Tigapuluhan. 2002. http://www.gatra.comDiunduh 17 Mei 2016


Full Text: PDF