Efek Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis

Ayu Nur Ain Hidayati, Yenni Bahar

Abstract


Infeksi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang termasuk Indonesia, salah satunya disebabkan oleh bakteri staphylococcus epidermidis. Infeksi bakteri dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, akan tetapi saat ini memiliki hambatan dengan adanya resiko resistensi. Berdasarkan pengalaman dari berbagai daerah di Asia, pengobatan herbal memiliki kekuatan penyembuhan yang signifikan, salah satunya dengan memanfaatkan daun kemangi sebagai tanaman herbal yang  dipercaya berkhasiat sebagai antibakteri. Untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan posttest only with control group design. Proses ekstraksi etanol daun kemangi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Seri konsentrasi sebesar 212,5 mg/mL (Kelompok P1), 450 mg/mL (Kelompok P2), dan 850 mg/mL (Kelompok P3), dengan kontrol negatif menggunakan aquades (Kelompok K-) dan kontrol positif menggunakan klindamisin 2µ (Kelompok K+) yang diujikan secara in vitro terhadap bakteri staphylococcus epidermidis menggunakan teknik difusi cakram. Diameter zona hambat dari seri konsentrasi esktrak etanol daun kemangi 212,5 mg/mL, 450 mg/mL, dan 850 mg/mL, didapatkan hasil secara berurutan 7,59 mm, 9,59 mm, 11,97 mm, kelompok negatif sebesar 0 mm, dan kelompok positif 13,51 mm. Terdapat pengaruh ekstrak etanol daun kemangi secara signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan dosis efektif sebesar 850 mg/mL yang ditunjukan oleh zona hambat yang terbentuk sebesar 11,60 mm.

Kata kunci: Ocimum basilicum, Staphylococcus epidermidis, Uji antibakteri

References


Ahlstrand E., Hellmark B., Svensson K., dan Söderquist B. 2014. “Long-Term Molecular Epidemiology of Staphylococcus epidermidis Blood Culture Isolates from Patients with Hematological Malignancies”. Journal plos.

Bankole H. A., Anjorin A. A., Kazeem M. I., Ogbeche M. E., Agbafor, U. 2012. “Antibacterial activity of Ocimum gratissimum AND Gongronema latifolium ON Staphylococcus aureus AND Salmonella typhi”. East African Journal of Science and Technology, 2(1). 114-128.

Budiman I., Aprinda N. 2014. “Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum Linn) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Secara In Vitro”. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.

CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute). 2016. “Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing”. 26th ed. CLSI supplement M100S. Wayne, PA: Clinical and Laboratory Standards Institute.

Farhat D. S., Shubhangi W., Mamta J., Gauri P. 2013. “Development of Herbal Anti Acne Gel and Its Evaluation Against Acne Causing Bacteria Propionibacterium acne and Staphylococcus Epidermidis”. Int. J. Res. Ayurveda Pharm. 4(5) : 781-786.

Faradiba S. 2014. Efektivitas Bawang Putih (Allium sativum) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Grace P. A., Borley., N. R. 2007. At a Glance Ilmu Bedah. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Greenwood. 1995. Antibiotics Susceptibility (Sensitivity) Test Antimicrobial and Chemotherapy. USA: McGraw-Hill.

Jawetz, Melnick, Adelberg. 2012. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Salemba Medika.

KEMENKES RI (Kementerian Kesehatan RI). 2013. Vademekum Tanaman Obat; Untuk Saintifikasi Jamu Jilid 4. Jakarta : Kementrian Kesehatan. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Lukman, A. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Bakteri Patogen dengan Metode KLT Bioautografi. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Maryati F. R. S., Rahayu T. 2007. “Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli”. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 8(1) : 30-38.

Namvar A. E., Bastarahang S., Abbasi N., Ghehi G. S., Farhadbakhtiarian S., Arezi P., et al. 2014. “Clinical characteristic of Staphylococcus epidermidis: a systematic review”. GMS Hygiene and Infection Control. 9 (3).

Nurkhikmah, I. 2016. Uji Aktivitas Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Formulasi Sediaan Krim Antijerawat Tipe M/A. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Rajalakshmi G., Komathi S., dan Savetha S. 2013. “Antibacterial Potential of Ocimum Leaf Extracts”. Int. J. Pharm. 19(2) : 70-71.

Stanley M.C., Ifeanyi O.E., Chinedum O.K., Chineny N.D. 2014. “The Antibacterial Activity of Leaf Extracts of Ocimum gratissimum and Sida acuta. International Journal of Microbiological Research. 5 (2). 124-129.

Tiran F. A., Nastiti C. M. R. R. 2014. “Aktivitas Antibakteri Lotion Minyak Kayu Manis Terhadap Staphyloccus epidermidis Penyebab Bau Kaki”. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas. 11(2) : 72-80.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/sainteks.v15i1.6179

ISSN: 2686-0546