IMUNOGENISITAS HEAT KILLED Aeromonas hydrophila Strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN

Dini Siswani Mulia, Cintya Windarti, Heri Maryanto

Abstract


Abstrak. Vaksinasi Aeromonas hydrophila merupakan langkah konkrit untuk mengendalikan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri A.hydrophila. Namun, diperlukan strain bakteri A. hydrophila yang memiliki imunogenisitas tinggi. Pembuatan vaksin dengan metode heat killed merupakan salah satu cara pembuatan vaksin inaktif A. hydrophila selain vaksin inaktif dengan formalin (whole cell). Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi imunogenisitas heat killed A.hydrophila strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 sebagai kandidat vaksin. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 3 perlakuan (strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05). dan 1 kontrol dengan 4 kali ulangan. Vaksin dibuat dengan memanaskan bakteri pada suhu 100ºC selama 2 jam. Ikan uji adalah lele dumbo berumur sekitar 2 bulan dengan ukuran panjang 9-14 cm. Parameter penelitian meliputi titer antibodi, uji reaksi silang, dan parameter kualitas air, yaitu suhu air, pH, dan kadar oksigen terlarut. Data titer antibodi dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %, sedangkan data hasil reaksi silang dan parameter kualitas air diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 dapat meningkatkan titer antibodi dibandingkan kontrol dan bereaksi positif pada uji reaksi silang, sehingga disimpulkan memiliki imunogenisitas yang tinggi dan direkomendasikan menjadi kandidat vaksin.

Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, heat killed, imunogenisitas, kandidat vaksin, strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05

References


Anderson, D.P. (1974). Fish Immunology, dalam Diseases of Fishes, buku ke-4, Snieszko, S.F. & Axelrod, H.R. (ed.). T.F.H. Publications, Ltd.

Bachtiar, Y. (2007). Panduan Lengkap Budidaya Lele Dumbo. Agromedia. Jakarta.

Chopra, A.K., Xiu X.I., Ribardo, D., Gonzales, M., Kuhl, K., Peterson, J.W., & Huston, C.W. (2000). The cytotoxic enterotoxin of Aeromonas hydrophila induces proinflamatory cytokine production and activates arachidonic acid metabolisme in machropages. Infection and Immunity, 68(5): 2808-2818.

Ellis, A.E. (1988). Optimizing Factors For Fish Vaccination, dalam Fish Vaccination, A.E. Ellis (ed). Academic Press Ltd. London.

Fujaya, Y. (2004). Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kamiso, H.N. (2004). Status Penyakit Ikan dan Pengendaliannya di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Penyakit Ikan dan Udang IV, Purwokerto, 18-19 Mei 2004.

Kordi, M.G. (2010). Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar di Kolam Terpal. Jakarta: Lily Publisher.

Mangunwardoyo, W., Ismayasari, R. & Riani, E. (2010). Uji Patogenisitas dan virulensi Aeromonas hydrophila Stanier pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus Lin.) Melalui Postualt Koch. J. Ris.Akuakultur 5(2) : 245-255.

Mulia, D.S., Pratiwi, R., & Triyanto. (2006). Pengaruh cara booster terhadap efikasi vaksinasi oral dengan debris sel Aeromonas hydrophila pada lele dumbo (Clarias sp.). Jurnal Perikanan UGM (GMU J. Fish. Sci), 8(1), 96-104.

Mulia, D.S. (2007). Keefektivan vaksin Aeromonas hydrophila untuk mengendalikan penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) pada gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Jurnal Pembangunan Pedesaan, 7 (1): 43-52.

Mulia, D.S., Purbomartono, C., Isnansetyo, A. & Murwantoko. (2008). Penggunaan vaksin polivalen Aeromonas hydrophila untuk pengendalian penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) pada gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Prosiding Seminar Nasional Tahunan V Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Mulia, D.S. (2012). Vaksinasi Lele Dumbo. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Mulia, D.S., A. Khusniah & H. Maryanto. (2015). Potensi Imunogenisitas Bakteri Aeromonas hydrophila strain GPl-05 dan GL-02 sebagai Kandidat Vaksin. Aquasains (3) 3: 320-329.

Noga, J.E. (2000). Fish disease diagnosis and treatment. Iowa State Press, USA.

Olga & S. Aisiah. (2007). Vaksin Protein Produk Ekstraseluler Aeromonas hydrophila untuk Meningkatkan Tanggap Kebal Patin (Pangasius hypophthalmus) terhadap Motile Aeromonas Septicemia (Mas). Sains Akuatik, 10(2) : 105-110.

Passarela, M.P. (2006). Uji tantang pada ikan Gurame (Osphronemus gouramy) yang diimunisasi dengan vaksin inaktif anti Aeromonas hydrophila peroral melalui pelet. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Purwaningsih, U. & Taukhid. (2010). Vaksin anti Streptococcus spp. inaktivasi melalui heat killed untuk pencegahan penyakit Streptococcosis pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Balai Riset Perikanan Air Tawar. Sempur. Bogor. Hal. 901-904.

Rahman, M.H., S. Suzuki, & K. Kawai. (2001). The Effect of temperature on Aeromonas hydrophila infection in goldfish, Carassius auratus. J. Appl. Ichthyol. 17 : 282-285.

Rosidah, D. Iriana, & R.B. Setiawan. (2012). Efektivitas vaksin dari bakteri Mycobacterium fortitum yang diinaktivasi dengan pemanasan untuk pencegahan penyakit Mycobacteriosis pada ikan Gurami (Osphronemus gouramy). Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(1): 25-40.

Setyawan, A., S. Hudaidah, Z. Zafeskan, Ronapati & Sumino. (2012). Imunogenisitas vaksin inaktif whole cell Aeromonas salmonicida pada ikan Mas (Cyprinus carpio). Aquasains (Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan). I(1): 18-22.

Subowo. (2009). Imunobiologi. Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto

Syawal & Siregar. (2010). Imunisasi Ikan Jambal Siam dengan Vaksin Ichthyophthirius multifiliis. Jurnal Veteriner. Vol 11 (3): 163-167.

Wintoko, F., Setyawan, A., Hudaidah, S. & Ali, M. (2013). Imunogenisitas Heat Killed Vaksin Inaktif Aeromonas salmonicida pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. Vol 2 (1) : 205-210.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/techno.v17i2.1176

ISSN: 2579-9096