PENGEMBANGAN MODEL PENGOMPOSAN AEROB DI DESA PATEN GUNUNG, KOTA MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH

Happy Mulyani

Abstract


Masyarakat Desa Paten Gunung, Magelang, melakukan praktik pengomposan dengan menimbun sampah organik dalam gentong tanah hingga penuh. Praktik tersebut belum menghasilkan kompos yang matang dalam kurun waktu 6 bulan. Pengembangan model pengomposan perlu dilakukan.untuk mengatasinya. Pengembangan model rancangan komposter dilakukan dengan pemasangan batang pengaduk yang dilengkapi dengan pisau pencacah, penambahan lubang ventilasi pada penutup komposter dan pelapisan semen di sekeliling gentong tanah. Pengembangan metode pengomposan dilakukan dengan menurunkan ketinggian tumpukan sampah organik, memantau kondisi operasi tumpukan, menambah aktivator, dan mengatur waktu pengadukan pada kondisi optimal. Pengembangan model terbaik, metode aerob dengan penambahan larutan aktivator EM-4 10 % sebanyak 1 L per minggu, dapat menyingkat waktu pengomposan hingga menjadi 16 hari.
Kata Kunci : Pengomposan, Aerob, Aktivator

References


Anonim, 2007, Building Compost Guide, www.gnu.fdl.com, (diakses tanggal 12 Agustus 2007 pukul 23.41)

Anonim, 2006, Biophosko Composter, , (diakses tanggal 2 Januari 2006 pukul 12.37)

Basuki, A.P., dkk, 2007, Manajemen Operasi Pengelolaan Sampah di Pasar Induk Buah dan Sayuran Giwangan Kota Yogyakarta, Yogyakarta, , (dikutip tanggal 4 Agustus 2007)

Darlington, W., 2001, Compost, Soil Amandment for Etablishment of Turf and Landscape, www.soil-plant laboratory.com, (diakses tanggal 7 Juni 2007 pukul 4.15)

Departemen Pertanian, 2006, Lampiran Keputusan Menteri Pertanian No. 01/Kpts/SR.130/I/2006,http://www.litbang.deptan.go.id/regulasi/one/5/file/Lamp_Permentan_Pupuk_2.pdf., (diakses tanggal 1 Maret 2007 Pukul 2.49)

Ecotrainer, Kotak Kompos, www.idepfoundation.org, (diakses tanggal 12 Agustus 2007 pukul 11.29)

Integrated Waste Management Board (IWMB), Compost:Matching Performance Needs With Product Characteristics, (diakses tanggal 28 Juli 2007)

Isroi, Pengomposan Limbah Padat Organik, , (diakses tanggal 10 Maret 2007)

Kedaulatan Rakyat, "Di Kota Magelang; Volume Pembuangan Sampah Meningkat", 15 Februari 2006, Halaman 9

Nordstedt, R.A., et al, 1998, Backyard Composting, www.healthgoods.com, (diakses tanggal 4 Agustus 2007 pukul 7.26)

Mother Nature's Farms, 2007, Oxygen Realities in Compost,,(diakses tanggal 28 Juli 2007 pukul 14.09)

PT Mastolindo, 2007, Komposter Bio Phosko,www.mastolindo.com,(diakses tanggal 12 Agustus 2007 pukul 11.31)

Rochaeni, A. dkk, (2003), ˝Pengaruh Agitasi Terhadap Pengomposan Sampah Organik˝, Infomatek vol 5 nomor 4, Surabaya halaman 177-186

Ruskandi, 2005, Teknik Pemupukan Buatan Dan Kompos Pada Tanaman Sela Jagung, < http://www.pustaka-deptan.go.id/publication/bt102059.pdf.>, (diakses tanggal 8 Januari 2005 Pukul 12.05)

Sasongko, .R., Teknologi Pembuatan Kompos Super, < http://www.disnak.jabar.go.id/data/arsip/TEKNOLOGI%20PEMBUATAN%20KOMPOS%20SUPER.pdf>, (diakses tanggal 12 Agustus 2007 pukul 11.29)

Sulistyorini, L., (2005), ˝Pengelolaan Sampah Dengan Menjadikannya Kompos˝, Jurnal Kesehatan Lingkungan Univerasitas Airlangga vol 2 No 1, Surabaya, halaman 80-81

Sudarsana, K., 2000, Pengaruh EM-4 Dan Kompos Terhadap Produksi Jagung Manis, < http://www.unmul.ac.id/dat/pub/frontir/sudarsana.pdf>, (diakses tanggal 8 Januari 2000 Pukul 12.05)

Yuwono, N., 2006, Pembuatan Kompos, , (diakses tanggal 3 Maret 2007 pukul 23.20)

Wawasan, "Pemkot Masih Dililit Masalah Sampah", 11 April 2007, Halaman 5


Full Text: ##common.PDF##

DOI: 10.30595/techno.v15i2.92

ISSN: 2579-9096