ANALISIS STABILITAS LERENG JALAN PRUPUK-BUMIAYU KABUPATEN BREBES DENGAN METODE FELLINIUS DAN SLOPE/W

Iva Dwi Khoiroh, Teguh Marhendi, Amris Azizi

Abstract


Lereng adalah kenampakan permukaan alam yang disebabkan adanya beda tinggi. Beda tinggi dua tempat tersebut dibandingkan dengan jarak lurus mendatar sehingga akan diperoleh besarnya kelerengan (slope). Pada tempat dimana dua permukaan tanah yang berbeda ketinggianya, maka akan ada gaya-gaya yang bekerja mendorong sehingga tanah yang lebih tinggi kedudukannya cenderung bergerak ke arah bawah. Disamping gaya yang mendorong ke bawah terdapat pula gaya-gaya dalam tanah yang bekerja menahan sehingga kedudukan tanah tetap stabil. Ruas jalan Prupuk–Bumiayu merupakan jalur penghubung yang vital antara jalur pantura dengan jalur selatan di wilayah barat Provinsi Jawa Tengah. Kejadian longsor pada 5 Januari 2013 karena hujan yang cukup lebat disertai gerakan tanah mengakibatkan tanah longsor pada tebing ruas jalan Prupuk–Bumiayu Km.Pkl 118+600, Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana stabilitas lereng yang ada pada tebing ruas jalan Prupuk-Bumiayu Km.Pkl 118+600 Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Stabilitas lereng dianalisis menggunakan metode Fellinius dan menggunakan program Slope/W. Dari hasil perhitungan metode Fellinius diperoleh nilai F untuk kondisi lereng sebelum diberi talud F = 1.51, dan setelah ada talud F = 9.46. Dengan menggunakan program Slope/W metode Ordinary diperoleh nilai F untuk kondisi lereng sebelum diberi talud F = 0.212, dan setelah ada talud F = 1.40. Kedua analisis mengabaikan pengaruh tekanan air pori.
Kata kunci : Stabilitas lereng, Metode Fellinius, Slope/W, angka aman

References


Arif, M., Widodo, A. (2008) Analisa Balik Kelongsoran: Studi Kasus di Jember, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi, Surabaya.

Azizi, A., et al. (2012) Analisis Kestabilan Lereng Kawasan Bencana Tanah Longsor Desa Binangun Kecamatan Banyumas, Laporan Penelitian Hibah Program Studi, LPPM Universitas Muhammadiyah, Purwokerto.

Craig, R.F. (1989) Mekanika Tanah (4th ed), Erlangga, Jakarta.

Das, B.M. (1996) Meknika Tanah Jilid 2, Erlangga, Jakarta.

Firmansyah, S. (2008) Perencanaan Penanggulangan Longsoran Pada Proyek Jalan di Lokasi Bayah, Provinsi Banten Pada STA 2 +920 s.d STA 3 + 920, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Dan Perencanaan Universitas Gunadarma, Bandung

Hardiyatmo, H.C. (2002) Mekanika Tanah 1, edisi ke-2, Beta Offset, Yogyakarta.

Hardiyatmo, H.C. (2002) Mekanika Tanah 2, edisi ke-2, Beta Offset, Yogyakarta.

Putra, T.G.S, Made Dhodiek dan Made Aryati ( 2010) Analisis Stabilitas Lereng Pada Badan Jalan Dan Perencanaan Perkuatan Dinding Penahan Tanah, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Udayana, Bali.

Hidayah, S., dan Gratia, Y.R. (2007) Program Analisis Stabilitas Lereng Slope Stability Analysis Program, Laporan Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang.

KH, Sunggono (1982) Mekanika Tanah, Nova, Bandung.

http://w2.civil.uwa.edu.au/download/fahey/SlopeW/Slpman.pdf

http://www.geo-slope.com/V5.20

http://www.pu-net.go.id/peta

http://binamarga.jatengprov.go.id/DataPokok/InformasiJalan/Informasi_Jalan.php

https://www.google.com/search?tbm=isch&q=longsortonjong2013


Full Text: ##common.PDF##

DOI: 10.30595/techno.v14i2.95

ISSN: 2579-9096