BIDANG-BIDANG KESALAHAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI B-2

Eko Suroso

Abstract


Dalam suatu usaha untuk mendapatkan bahasa ke-2, seorang pebelajar bahasa akan senantiasa melakukan kekeliruan (mistake) dan kesalahan (error). Kekeliruan (Mistake) adalah suatu kesalahan yang disebabkan oleh kekhilafan semata. Oleh karenanya, kesalahan yang terjadi dalam hal ini kecil kemungkinannya akan terulang
lagi sebab sebenarnya yang bersangkutan telah mengetahuinya, misalnya salah ucap. Kesalahan (Error) itu muncul dikarenakan kurangnya kemampuan (competence) dari pemakai bahasa. Oleh karenanya, kesalahan ini sering terjadi dan berulang-ulang. Jadi dapat disimpulkan bahwa mistake merupakan kesalahan yang terjadi karena
kekhilafan sehingga bersifat sementara, sedangkan error merupakan kesalahan yang terjadi karena kurangnya competence sehingga bersifat konsisten. Kesalahan, sebagaimana telah disebutkan di atas akan senaniasa terjadi pada setiap pebelajar B2. Menurut teori netral, kesalahan (error) itu dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu (1) development error, (2) interferensi, dan (3) Unique error. Development eror merupakan kesalahan yang terjadi seperti ketika seseorang dalam tahap perkembangan untuk memperoleh B1. Interfernsi merupakan kesalahan yang
terjadi ketika sistim B1 digunakan pada waktu berbicara dalam B2 sementara itu kedua sistim dari kedua bahasa tersebut jelas berbeda. Unique error merupakan kesalahan yang terjadi yang bukan disebabkan oleh adanya perkembangan maupun interferensi.
Ada dua sumber utama penyebab kesalahan berbahasa yaitu interlingual dan intralingual. Kesalahan yang bersumber pada interlingual maksudnya adalah bahwa kesalahan itu disebabkan oleh adanya kontak antara dua bahasa. Kontak antara dua bahasa akan mengakibatkan adanya transfer. Sebagaimana telah dijelaskan dalam
pendahuluan, transfer yang mengakibatkan pebelajar bahasa semakin mudah dalam mempelajari B2 (karena kebetulan kedua isitim bahasa tersebut memiliki sistim yang sama) disebut transfer positif, sedangkan apabila menyebabkan pebelajar B2 mengalami kesulitan disebut transfer negatif (sebab sistim kedua bahasa yang
mengalami kontak tersebut memang tidak sama).
Sumber kesalahan yang kedua adalah intralingual. Kesalahan yang bersumber pada intralingual maksudnya adalah bahwa kesalahan pebelajar B2 itu disebabkan oleh kerumitan sistim B2 itu sendiri. Karena ketidaktahuannya, seorang pebelajar B2 sangat dimungkinkan untuk mengucapkan kalimat ‘Pekerjaan itu adalah merupakan
pekerjaan yang sia-sia.’ Kesalahan itu terjadi karena kerumitan yang terjadi pada sistim B2 itu sendiri, bukan karena pengaruh sistim B1. Kesalahan bidang fonologi merupakan kesalahan yang terjadi karena pebelajar B2
salah dalam hal pengucapan. Kesalahan pengucapan tersebut dimungkinkan karena si pebelajar terinterferensi logat B1-nya (bahasa daerah). Kesalahan bidang leksikal merupakan kesalahan yang terjadi karena masuknya unsur-unsur leksikal bahasa satu ke dalam kalimat bahasa lain. Hal ini terjadi biasanya dikarenakan (1) pengaruh
bahasa yang telah dikuasainya, (2) untuk tujuan bergaya, (3) untuk tujuan penghormatan (kesopanan). Kesalahan pada bidang morfologi biasanya terjadi karena morfem-morfem tertentu pada B2 ada yang ditanggalkannya atau diganti dengan morfem B1. Kesalahan seperti ini biasanya terjadi karena kuatnya pengaruh B1 (bahasa yang telah dikuasainya) atau karena over generalisasi. Kesalahan pada bidang sintaksis ini juga dimungkinkan karena pengaruh B1 (Interlangual) atau mungkin juga karena faktor dalam B2 itu sendiri (Intralingual).
Kata kunci: bidang-bidang kesalahan, pembelajaran bahasa Indonesia, b-2

Full Text: ##PDF##