Hubungan antara bayi berat lahir rendah terhadap terjadiya sepsis neonatorum di RSUD Cilacap

Siti Rokhayah, Dwi Ratnasari

Abstract


Latar Belakang: Sepsis neonatorum adalah infeksi bakteri pada neonatus yang terjadi selama bulan pertama kehidupan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 1 juta kematian per tahun (10% dari jumlah kematian berusia dibawah lima tahun) karena sepsis neonatal. Di negara berkembang, kematian neonatus dari seluruh penyebab sepsis kira-kira 34/1000 kelahiran dan di negara maju, hanya sekitar 5/1000 kelahiran. Beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan sepsis diantaranya adalah bayi berat lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat bayi lahir rendah dengan kejadian sepsis neonatorum di RSUD Cilacap. Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh bayi lahir di RSUD Cilacap. Di dapatkan 350 responden. Penelitian ini menggunakan design penelitian yang bersifat observational analitik. Penelitian ini di lakukan di RSUD Cilacap dengan menggunakan data rekam medik pasien. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Januari 2015 – Mei 2015 Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan menggunakan Chi Square dengan derajat bebas =1 dan taraf signifikansi = 5% di peroleh nilai X2 = 5,089 lebih besar dari nilai X2 tabel = 3, 860. Dan dari perhitungan uji korelasi dengan Koefisien Kontingensi didapatkan C = 0,01 yang berarti antara bayi berat lahir rendah dengan sepsis neonatorum mempunyai hubungan yang kurang erat. kejadian BBLR yang disertai dengan SEPSIS 7.14%. kejadian BBLR yang tidak disertai SEPSIS dibandingkan semua kelahiran adalah sebesar 28,86% kejadian. Menurut hasil tersebut BBLR yang tidak disertai SEPSIS 4 kali lebih besar daripada kejadian BBLR yang disertai SEPSIS. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kurang bermakna antara berat bayi lahir rendah dengan sepsis neonatorum.

Keywords


BBLR; Sepsis; Neonatus

Full Text: PDF

DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1618

ISSN: 2621-2366