Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan Bebas dan Nilai Kuat Geser Tanah Lempung
DOI:
https://doi.org/10.30595/civeng.v6i2.23681Keywords:
Tanah lempung, fly ash, kuat tekan, kuat geserAbstract
Tanah lempung serta lanau menggambarkan tanah lunak yang mempunyai karakteristik kurang baik. Pada umumnya wilayah Indonesia diselimuti oleh tanah lempung. Mineral lempung terdiri dari tiga komponen penting yaitu montmorillonite, illite dan kaolinite. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat tekan bebas pada tanah lempung, mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap nilai kuat geser tanah pada tanah lempung. Penelitian ini menggunakan metode analisis dan uji coba sampel tanah. Hasil penelitian menunjukan hasil uji kuat tekan dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi campuran fly ash 10% dengan hasil 0,91 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,227 kg/cm2 dan hasil uji kuat geser langsung dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat geser langsung tertinggi terdapat pada tanah asli dengan hasil 44,71 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,572 kg/cm2
References
[1] Hardiyati, S. (2003). Studi potensi mengembang dan kekuatan tanah lempung ekspansif dengan dan tanpa kapur akibat siklus berulang basah-kering. (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
[2] Andriani, A., Yuliet, R., & Fernandez, F. L. (2012). Pengaruh penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung daerah lambung bukit terhadap nilai CBR tanah. Jurnal Rekayasa Sipil, 8(1), 29-44.
[3] Leliana, A., & Andajani, N. (2015). Pengaruh penambahan fly ash terhadap nilai kuat tekan bebas pada tanah lempung ekspansif di daerah Magetan Jawa Timur. Rekayasa Teknik Sipil, 1(1), 1-8.
[4] Winterkorn, H. F. (1957). Granulometric and volumetric factors in bituminous soil stabilization. In Proceedings of Highway Research Board (Vol. 36, pp. 773-782).
[5] Sihombing, B. O., & Hutagalung, P. L. (2020). Pengaruh Penambahan Pasir Terhadap Tingkat Kepadatan Dan Daya Dukung Tanah. Atds Saintech Journal Of Engineering, 1(2), 39-47.
[6] Reno, A., Sarie, F., & Gandi, S. (2020). Pengaruh Penambahan Pasir Pada Tanah Lempung Terhadap Nilai Daya Dukung Dan Kuat Tekan Bebas. Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, 4(1), 63-72.
[7] Raharjo, P. P. (2012). Problem dan Identifikasi Tanah Ekspansif di Indonesia, Metode Stabilisasi dan Penanggulangannya Untuk Rekayasa Pondasi.
[8] Prasenda, C., Setyanto, S., & Iswan, I. (2015). Pengaruh Penambahan Pasir Terhadap Tingkat Kepadatan dan Daya Dukung Tanah Lempung Lunak. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 3(1), 91-102.
[9] Candra, A. I., Anam, S., Mahardana, Z. B., & Cahyono, A. D. (2018). Studi Kasus Stabilitas Struktur Tanah Lempung Pada Jalan Totok Kerot Kediri Menggunakan Limbah Kertas. UKaRsT, 2(2), 88-97.
[10] Braja, M. D., Noor, T. E., & Indrasurya, B. M. (1998). Mekanika Tanah Jilid 1 (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

CIVeng : Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






