Evaluasi Sistem Drainase terhadap Banjir pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 08+000 s.d. Km 10+000
DOI:
https://doi.org/10.30595/civeng.v6i2.23794Keywords:
Banjir, Curah hujan, Jalan tolAbstract
Peristiwa banjir kerap sekali terjadi pada wilayah Ibukota. Salah satu wilayah ruas jalan tol Jatibening. Pada 25 Februari 2020, ruas tol Jatibening menuju Jakarta terendam banjir dengan ketinggian air di pintu tol mencapai 1,5 meter. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, meninjau, dan mengatasi permasalahan sistem drainase dengan langkah-langkah seperti mengumpulkan data primer berupa hasil observasi secara langsung, wawancara pada warga sekitar dan petugas keamanan, dan pengajuan dokumen kepada instansi terkait serta mengumpulkan data sekunder sebagai penunjang data primer berupa data curah hujan dan peta topografi. Setelah data didapatkan, maka dilakukan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Hasil analisis pada kapasitas saluran terdapat beberapa saluran yang tidak dapat menampung air dan dapat mengakibatkan genangan atau banjir di saluran B3 Segmen 2 yang dimana hasil debit saluran sebenarnya sebesar 0,047 m³/detik tidak dapat menampung debit banjir rencana pada periode ulang 2 tahun sebesar 0,05 m³/detik, 5 tahun sebesar 0,07 m³/detik, dan 10 tahun sebesar 0,08 m³/detik. Dengan melakukan perencanaan ulang pada dimensi saluran yang tidak aman, didapatkan hasil yang dapat menampung limpasan sebesar 1,47 m³/detik pada saluran B3 Segmen 1 dan 0,83 m³/detik pada saluran B3 Segmen 2, agar tidak terjadinya genangan atau banjir yang sama dengan periode ulang 2,5, dan 10 tahun.
References
[1] Nurmajida N. Perencanaan Drainase Jalan Tol Pandaan-Malang STA. 15+000-STA. 30+000. Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh November; 2019.
[2] Meuraxa YRP. Evaluasi Sistem Drainase Pada Pembangunan Proyek Jalan Tol Binjai–Langsa Zona 1. Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. 2021.
[3] Reza T. KompasTV. 2020. Banjir di Tengah Tol Jakarta-Cikampek, Truk dan Mobil Terjebak. Available from: https://www.kompas.tv/nasional/68263/banjir-di-tengah-tol-jakarta-cikampek-truk-dan-mobil-terjebak
[4] Ramadhan HF. Analisis Intensitas Hujan Kala Ulang 2, 5 Dan 10 Tahun Di Kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto Menggunakan Metode Analisis Frekuensi. Purwokerto. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 2017.
[5] Setiawan H, Jalil M, Purwadi F, S CA, Brata AW, Jufda AS. Analisis Penyebab Banjir di Kota Samarinda. J Geogr Gea. 2020;20(1):39–43.
[6] Sinulingga B. Liputan6. 2021. Terendam Banjir 60 Sentimenter, Gerbang Tol Jatibening Bekasi Ditutup. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4488089/terendam-banjir-60-sentimenter-gerbang-tol-jatibening-bekasi-ditutup
[7] Prasaptiami I, Anggraeni R, Evaluasi Sistem Drainase Terhadap Banjir Di Wilayah Bulak Barat Dan Tengah, Klender, Jakarta Timur. Politeknik Negeri Jakarta; 2021.
[8] Bukhori A, Winskayati. Kajian Perencanaan Drainase Pada Jalan Tol Cisumdawu Seksi 6A Kecamatan Ujung Jaya Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Semin Nas dan Disem Tugas Akhir 2023. 2023;272–7.
[9] Saidah H, Nur NK, Parea RR, Nur NK. Drainase Perkotaan. Watrianthos R, editor. Vol. 20, Yayasan Kita Menulis. Medan; 2021.
[10] Arasty DM. Perencanaan Saluran Drainase Jalan Tol Serpong Balaraja Seksi 1B STA. 5+150 – STA. 8+150. J Online Skripsi Manaj Rekayasa Konstr Politek Negeri Malang. 2024;5(2):1–5.
[11] Permana S, Fadilah M. Analisis Curah Hujan dan Debit Banjir DAS Cipeles Terhadap Drainase Jalan Tol Cisumdawu Phase III. J Konstr Inst Teknol Garut. 2022;20:240–51.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

CIVeng : Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






