Analisa Indeks Kekeringan Kota Bengkulu Menggunakan Metode Thornthwaite-Mather

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30595/civeng.v6i2.24651

Keywords:

Curah Hujan, Evapotranspirasi, Indeks Kekeringan, Kota Bengkulu, Thornthwaite-Mather

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu permasalahan serius yang kerap terjadi di Kota Bengkulu, terutama akibat distribusi curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Kondisi ini dapat berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kekeringan di Kota Bengkulu menggunakan metode Thornthwaite-Mather. Indeks kekeringan (Ia) dihitung berdasarkan data curah hujan, evapotranspirasi potensial, dan kapasitas tanah menahan air (WHC) selama satu tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi terbasah terjadi pada bulan Mei (Ia ≈ 990,89), sedangkan kondisi terkering terjadi pada bulan Oktober (Ia ≈ 945,61). Periode kekeringan tertinggi terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober, yang dipengaruhi oleh curah hujan rendah dan tingginya evapotranspirasi. Metode Thornthwaite-Mather terbukti efektif dalam menggambarkan pola kekeringan tahunan, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan mitigasi. Rekomendasi yang diajukan meliputi pemanenan air hujan, pengelolaan pola tanam, dan konservasi tanah untuk mengurangi dampak kekeringan.

Author Biographies

Muhammad Hakiem Sedo Putra, <div>Institut Teknologi Sumatera</div>

Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu

Syahidus Syuhada, Institut Teknologi Sumatera

Teknik Sipil

References

[1] E. Arya, Y. Safitri, F. R.-J. S. Geografi, and undefined 2021, “Pemantauan Dan Mitigasi Tingkat Potensi Bencana Kekeringan Di Kota Dumai,” ejurnalunsam.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://ejurnalunsam.id/index.php/jsg/article/view/2430

[2] G. Terang Muhammad Hakiem Sedo Putra, R. Yanda, E. Kurnianingtyas, F. Asferizal, and S. Nurul Fauziah, “Penerapan Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Air Bersih di SD N 02 Gunung Terang,” journal.uim.ac.id, 2023, doi: 10.31102/darmabakti.2023.4.2.138-146.

[3] D. Putra, … K. H.-I. J. of, and undefined 2018, “Model Prediksi Kekeringan Menggunakan Metode Holt-Winters (Studi Kasus: Wilayah Kabupaten Boyolali),” ejournal.uksw.edu, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/1493

[4] M. M.-J. M. dan Geofisika and undefined 2014, “Analisis spasial indeks kekeringan Kabupaten Indramayu,” jmg.bmkg.go.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://jmg.bmkg.go.id/jmg/index.php/jmg/article/view/179

[5] I. Narulita, R. Rahayu, … E. K.-J. L., and undefined 2020, “Ancaman kekeringan meteorologis di pulau Kecil tropis akibat pengaruh El-Nino Dan Indian Ocean dipole (IOD) positif, studi kasus: Pulau Bintan,” jlbg.geologi.esdm.go.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: http://jlbg.geologi.esdm.go.id/index.php/jlbg/article/view/252

[6] W. R.-P. J. S. Politeknik and undefined 2020, “Peramalan indeks kekeringan Kelayang menggunakan metode SARIMA dan SPI,” pdfs.semanticscholar.org, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://pdfs.semanticscholar.org/5822/7d818fcd42c062b008719a178d3109551328.pdf

[7] D. Utami, R. Hadiani, S. S.-M. T. Sipil, and undefined 2013, “Prediksi Kekeringan Berdasarkan Standardized Precipitation Index (SPI) Pada Daerah Aliran Sungai Keduang Di Kabupaten Wonogiri,” jurnal.uns.ac.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://jurnal.uns.ac.id/matriks/article/view/37524

[8] R. Absari, G. Halik, W. W.-S. Teknika, and undefined 2021, “Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis di Bagian Utara Kabupaten Lumajang,” journal.umy.ac.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://journal.umy.ac.id/index.php/st/article/view/11089

[9] E. S.-J. S. Lahan and undefined 2016, “Pemantauan dan peringatan dini kekeringan pertanian di Indonesia,” epublikasi.pertanian.go.id, Accessed: Nov. 17, 2024. [Online]. Available: https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jsl/article/view/3358

Downloads

Published

2025-08-22