Produksi Tablet Kosmetika Herbal Buah Tembesu Untuk Perawatan Kulit dan Wajah
https://doi.org/10.30595/jppm.v4i2.6018
Keywords:
Tembesu, Kosmetika, Perawatan KulitAbstract
Buah Tembesu (Fragraea fragrans) memiliki metabolit sekunder asam ursolat, asam oleanolat, dan alkaloid gentianin. Senyawa metabolit sekunder ini telah diteliti dan dapat dimanfaatkan sebagai antiinflamasi, antikanker, antibakterial, antiaging, antifungal, antiviral, antialergik. Senyawa flavonoid juga teridentifikasi pada buah ini yang dapat digunakan sebagai antioksidan dan peredam radikal bebas penahan ageing; dan tanin trimer sebagai antikerut (antiwrinkle). Produk kosmetika herbal dari buah Tembesu telah diuji dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesehatan kulit dan wajah. Warga di Desa Limbang Jaya II memiliki pemukiman yang kaya akan pohon Tembesu. Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan kosmetika alam akan memberikan nilai lebih bagi hasil alam di desa tersebut. Produk kosmetika ini lebih disukai oleh remaja milenial saat ini karena tidak saja halal tetapi juga berkhasiat untuk perawatan tanpa ada efek samping karena hanya mengandung bahan alami.
References
Basir, D., Hanafi, M., Julinar, J., Saputra, A., & Wati, T. (2018). Free Solvent Amidation of Ursolic and Oleanolic Acids of Fagraea Fragrans Fruits: Their P-388 Antitumor Activity. Journal of Physics: Conference Series, 1095. 012006 https://doi.org/10.1088/1742-6596/1095/1/012006
Basir, D. (2015). P00201507951. Indonesia.
Briliani, R.A., Safitri, D., & Sudarno (2016). Analisis Kecenderungan Pemilihan Kosmetik Wanita di Kalangan Mahasiswi Jurusan Statistika Universitas Diponegoro menggunakan Bipot Komponen Utama. Jurnal Gaussian, 5(3), 545-551. https://doi.org/10.14710/j.gauss.v5i3.14711.
Bramasto, Y., & Sudrajat, D.J. (2018). Karakteristik Morfo-Fisiologi Daun, Buah, dan Benih Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) dari Lima Populasi di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 15(1), 1–66. http://dx.doi.org/10.20886/jpht.2018.15.1.1-15
López-Hortas, L., Pérez-Larrán, P., González-Muñoz, M. J., Falqué, E., & DomÃnguez, H. (2018). Recent developments on the extraction and application of ursolic acid. A review. Food Research International, 103, 130-149. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2017.10.028
Mlala, S., Oyedeji, A. O., Gondwe, M., & Oyedeji, O. O. (2019, July 29). Ursolic Acid and Its Derivatives as Bioactive Agents. Molecules, 24(15),2751 https://doi.org/10.3390/molecules24152751.
Mulyana, N. (2016). Need Assessment Masyarakat Sekitar Kampus di Jatinangor. Share: Social Work Journal, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.24198/share.v6i1.13143
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Addy Rachmat, Julinar Julinar, Desnelli Desnelli, Dasril Basir (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

