Upaya Pencegahan Gizi Buruk Melalui Edukasi Pemberian Makan Sehat (Pekan Sehat) dengan Metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) pada Ibu Baduta
https://doi.org/10.30595/jppm.v7i1.9875
Keywords:
MP-ASI, Emo-Demo, Gizi BurukAbstract
Pola asuh Ibu merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak karena berkaitan erat dengan terjadinya berbagai masalah gizi pada anak. Permasalahan gizi buruk di Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kasus yang diakibatkan adanya kesalahan Ibu dalam melakukan pola asuh terkait pemenuhan gizi anak. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Sehingga diperlukan upaya edukasi untuk menambah pengetahuan Ibu yaitu dengan metode Emo-Demo. Tujuan dilakukan kegiatan edukasi “PEKAN SEHAT” yaitu untuk meningkatkan pengetahuan Ibu terkait pemenuhan gizi anak yang bervariasi dan sesuai kebutuhan sehingga dapat mengubah perilaku Ibu dalam memberikan makanan yang sehat, bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan gizi, porsi, dan usia anak. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang pada hari Selasa, 29 Desember 2020. Sasaran yang diambil dalam kegiatan pelatihan ini yaitu sebanyak 7 orang. Metode yang digunakan adalah metode Emo-Demo. Metode Emo-Demo adalah metode edukasi kesehatan dengan menggunakan cara yang imajinatif dan provokatif untuk mengubah perilaku masyarakat di bidang kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu terkait pemberian MP-ASI sebesar 10%. Hal ini menunjukkan bahwa metode Emo-Demo berhasil dan efektif sebagai alternatif media untuk menambah pengetahuan orang tua terkait pemberian MP-ASI.
References
Amareta, Indah, D., Ardianto, & Tri, E. (2017). Peningkatan Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun pada Anak Usia Sekolah dengan Metoda Emo Demo. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan,9(2), 88-93.
Amperaningsih, Y., Sari, S. A., & Aji, A. (2018). Pola Pemberian MP-ASI pada Balita Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kesehatan, 9(2) , 315.
Aziz, N. K., et al. (2019). Metode Emo Demo dan Bermain Puzzle terhadap Cara Mencuci Tangan pada Anak Prasekolah. Community of Publishing in Nusrsing (COPING), 7(1), 35-44.
Dinas Kesehatan Lumajang. (2018). Proil Kesehatan Lumajang tahun 2018. Lumajang: Dinas Kesehatan Lumajang.
FAO. (2011). Guidelines for Measuring Household and Individual Dietary Diversity. Rome: FAO.
Ijazah, F. (2020). Indonesia: Angka masalah gizi pada anak akibat COVID-19 dapat meningkat tajam kecuali jika tindakan cepat diambil. Klaten: UNICEF Indonesia.
Kurnianingrum, A., & Novitasari, A. R. (2016). Penggunaan Tanaman Obat Tradisional untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 1(1), 75-81.
Kurniawati, Tri et al. (2017). Pola Konsumsi Buah dan Sayur pada Anak Usia Dini sebagai Usaha Penanggulangan Penyakit Kanker. Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 3(3c), 221-226.
Labadarios D, M. Z. (2011). Food Security in SOuth Africa: a review of national surveys. Bull World Health Organization, 89(12), 891-899.
Munawaroh, S. (2015). Pola Asuh Mempengaruhi Status Gizi Balita. Jurnal Keperawatan, 6(1), 44-50.
Nurastrini, V. R., & Kartini, A. (2014). Jenis MP-ASI, Frekuensi Dan Waktu Pertama Kali Pemberian MP-ASI Sebagai Faktor Risiko Kejadian Gizi Lebih Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Kota Magelang. Journal of Nutrition College, 3(1), 259-265.
Kemenkes RI. (2019). Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI). Jakarta: Kemenkes RI.
Videricka, E. M., et al (2020). Emotional Demonstration (Emo-Demo) Katakan Tidak pada Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Dini . Al-Khidmah, 3(1), 19-24.
WHO. (2002). Complementary feeding: report of the global consultation, and summary of guiding principles for complementary feeding of the breastfed child. Geneva: WHO.
WHO. (2008). Indicators for assessing infant and young child feeding practices: conclussions for a consensus meeting held 6-8 November 2007 in Washington DC. France: WHO Library Catalouging-in-Publication.
WHO. (2020, April 1). Malnutrition. Retrieved November 11, 2020, from who.int: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition
Sari, A. A., & Kumorojati, R. (2019). Hubungan Pemberian Asupan Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Pertumbuhan Bayi/Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 4(2), 93-98.
Yuliarti, Klara et al. (2015). From Zero to Three : Golden Period for Golden Future. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Muhammad Dandi Kusuma Putra, Farida Wahyu Ningtyias, Dhuha Itsnanisa Adi, Tima Rahayu, Fisabililla Budianti, Aisha Excelia Suryawan, Kurnia Suci Pratiwi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

