Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembaban Dan Suhu Tanah Untuk Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten Brebes
DOI:
https://doi.org/10.30595/jrre.v3i2.11518Abstract
Tanaman bawang merah merupakan salah satu kebutuhan pokok, benih bawang merah yang baik adalah yang tumbuh secara optimal yang dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah presentase kelembaban dan suhu tanah. Syarat tumbuh optimal benih bawang merah harus ditanam pada tempat yang kelembaban dan suhu tanahnya sesuai dengan yang dibutuhkan benih bawang merah. Berkembangnya teknologi saat ini dimungkinkan membuat sebuah teknologi dibidang pertanian. Pada penelitian ini dikembangkan sistem monitoring kelembaban dan suhu tanah dengan media penyiraman, alat ini berfungsi untuk mengukur dan menormalkan kelembaban dan suhu tanah untuk tanaman bawang merah. Pengukuran kelembaban tanah menggunakan sensor kelembaban tanah, pengukuran suhu tanah menggunakan sensor DS18B20. Sistem ini menggunakan Arduino Nano sebagai penggerak utama. Cara kerja alat ini adalah saat sensor kelembaban tanah mendeteksi kelembaban di bawah 50% maka mikrokontroler akan mengaktifkan water pump, saat sensor mengukur kelembaban tanah diatas 70% maka mikrokontroler akan memberi perintah water pump off. Seluruh informasi menghidupkan dan mematikan water pump akan ditampilkan pada LCD. Hasil penelitian nilai suhu tanah yang cocok sebesar 25°C-32°C dan nilai kelembaban tanah 50%-70%, untuk jenis tanah yang cocok untuk tanaman bawang merah adalah tanah aluvial yang tidak mudah kering sehingga nilai kelembaban tanah lebih stabil.References
[1] Firmansyah, I., & Sumarni, N. (2013). Pengaruh dosis pupuk N dan varietas terhadap pH tanah, N-total tanah, serapan N, dan hasil umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada tanah entisols-Brebes Jawa Tengah. Jurnal Hortikultura, 23(4), 358-364.
[2] Thaker, M. A., Markana, B. B., & Bhanderi, R. H. (2017). Automatic Soil Moisture and Temperatur Detector. Electronics & Telecommunication, 284-286.
[3] Sumarni, N., & Hidayat, A. (2005). Budidaya Bawang Merah. Bandung: Balai Penelitian Sayuran.
[4] Sutarya, R., & Grubben, G. (1995). Pedoman bertanam sayuran dataran rendah.
[5] Lutfiyana, L., Hudallah, N., & Suryanto, A. (2017). Rancang bangun alat ukur suhu tanah, kelembaban tanah, dan resistansi. Jurnal Teknik Elektro, 9(2), 80-86.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Jurnal Riset Rekayasa Elektro is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

